alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Diterima Wabup, Pantau Fasilitas dan Sistem Pendistribusian Vaksin

MANGUPURA-Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Penny K. Lukito, di Puskesmas Abiansemal 1, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kamis (4/3).

 

Kunjungan ini dilakukan guna memantau sekaligus memastikan fasilitas dan sistem pendistribusian vaksin Covid-19 di UPT. Instalasi Farmasi Kabupaten Badung maupun Puskesmas Abiansemal 1 agar tetap menjaga mutu dan kualitas vaksin.

 

Dalam kunjungan tersebut hadir Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, Kadis Kesehatan Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kepala BBPOM di Denpasar Gst Ayu Nengah Suarningsih, Dirut RSD Mangusada dr. Japa, Kasatpol PP IGAK Suryanegara, Kabag Humas Made Suardita serta Kepala UPTD Puskesmas Abiansemal 1 Ni Nyoman Rai Sukadani.

 

Wabup Suiasa menyambut positif dan sangat mengapresiasi kunjungan Kepala Badan POM Pusat bersama seluruh jajaran guna memonitor, mengetahui kondisi berkaitan dengan tata kelola manajemen vaksin yang diterima di Kabupaten Badung termasuk pola pendistribusiannya. Suiasa menyampaikan bahwa, secara prinsip, Badung sangat siap untuk melaksanakan kewajiban ini sebaik-baiknya.

Baca Juga:  Ratusan Kera Gunung Rusak Tanaman Warga

 

“Kami ingin mempercepat pelaksanaan vaksin ini, untuk itu kami ingin pemerintah pusat juga mempercepat menambah vaksin untuk kami guna memperluas jangkauan vaksin ke masyarakat, “terangnya.

 

Dalam pelaksanaan vaksinasi, pihaknya telah mempersiapkan sarana prasarana maupun SDM-nya.

 

Telah dibentuk 12 tim, satu tim terdiri dari 7 orang dan akan dibantu dari Ikatan Bidan Indonesia Badung.

 

Ditambahkan, di Badung telah melaksanakan vaksinasi dengan sasaran pada tenaga kesehatan, pegawai yang memberikan pelayanan publik di pemerintah daerah, anggota DPRD, Kejaksaan, tokoh agama, pelayanan publik di masyarakat termasuk menjangkau pasar-pasar dan pelaku pariwisata serta transportasi publik.

 

“Sebanyak 2.600 sudah kami vaksin, saat ini terus berjalan. Dengan kesiapan kami, 2000 orang per hari kami sanggup vaksinasi. Tinggal sekarang vaksin saja diberikan lebih karena kami baru mendapat 11 ribu vaksin. Termasuk bagi lansia Tim akan langsung turun ke banjar-banjar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bupati Badung Giri Prasta Cari Oksigen sampai ke Lombok dan Banyuwangi

 

Sementara itu, Kepala Badan POM Pusat, Penny K. Lukito didampingi Plt. Deputi I bidang Pengawasan ONAPPZA, Togi Junice Hutadjulu menjelaskan, kunjungan tersebut guna memantau berkaitan dengan aspek jaminan mutu, kualitas dan keamanan mulai dari distribusi, penyimpanan, hingga penggunaan vaksin Covid-19.

Dibutuhkan kerjasama dengan daerah untuk mengawal bersama-sama demi menjaga mutu vaksin sepanjang rantai distribusi, dengan tetap menjaga suhu vaksin 2-8 derajat celcius.

 

“Kami ingin memastikan aspek mutu dari vaksin sehingga lebih efektif memberikan perlindungan. Tidak hanya dimulai dari saat pengembangan dan produksinya, tapi juga sangat penting untuk terus menjaganya pada saat distribusi dan penyimpanan sampai tangan masyarakat yang akan disuntik,” pungkasnya.(humas pemkab badung/adv)


MANGUPURA-Wakil Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menerima kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Penny K. Lukito, di Puskesmas Abiansemal 1, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kamis (4/3).

 

Kunjungan ini dilakukan guna memantau sekaligus memastikan fasilitas dan sistem pendistribusian vaksin Covid-19 di UPT. Instalasi Farmasi Kabupaten Badung maupun Puskesmas Abiansemal 1 agar tetap menjaga mutu dan kualitas vaksin.

 

Dalam kunjungan tersebut hadir Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, Kadis Kesehatan Badung dr. I Nyoman Gunarta, Kepala BBPOM di Denpasar Gst Ayu Nengah Suarningsih, Dirut RSD Mangusada dr. Japa, Kasatpol PP IGAK Suryanegara, Kabag Humas Made Suardita serta Kepala UPTD Puskesmas Abiansemal 1 Ni Nyoman Rai Sukadani.

 

Wabup Suiasa menyambut positif dan sangat mengapresiasi kunjungan Kepala Badan POM Pusat bersama seluruh jajaran guna memonitor, mengetahui kondisi berkaitan dengan tata kelola manajemen vaksin yang diterima di Kabupaten Badung termasuk pola pendistribusiannya. Suiasa menyampaikan bahwa, secara prinsip, Badung sangat siap untuk melaksanakan kewajiban ini sebaik-baiknya.

Baca Juga:  Sehari Dua Kali Operasi Yustisi, Pelanggaran Masker di Jembrana Turun

 

“Kami ingin mempercepat pelaksanaan vaksin ini, untuk itu kami ingin pemerintah pusat juga mempercepat menambah vaksin untuk kami guna memperluas jangkauan vaksin ke masyarakat, “terangnya.

 

Dalam pelaksanaan vaksinasi, pihaknya telah mempersiapkan sarana prasarana maupun SDM-nya.

 

Telah dibentuk 12 tim, satu tim terdiri dari 7 orang dan akan dibantu dari Ikatan Bidan Indonesia Badung.

 

Ditambahkan, di Badung telah melaksanakan vaksinasi dengan sasaran pada tenaga kesehatan, pegawai yang memberikan pelayanan publik di pemerintah daerah, anggota DPRD, Kejaksaan, tokoh agama, pelayanan publik di masyarakat termasuk menjangkau pasar-pasar dan pelaku pariwisata serta transportasi publik.

 

“Sebanyak 2.600 sudah kami vaksin, saat ini terus berjalan. Dengan kesiapan kami, 2000 orang per hari kami sanggup vaksinasi. Tinggal sekarang vaksin saja diberikan lebih karena kami baru mendapat 11 ribu vaksin. Termasuk bagi lansia Tim akan langsung turun ke banjar-banjar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kamuflase Jadi Tempat Judi Dingdong, Balinese Spa Belum Kantongi Izin

 

Sementara itu, Kepala Badan POM Pusat, Penny K. Lukito didampingi Plt. Deputi I bidang Pengawasan ONAPPZA, Togi Junice Hutadjulu menjelaskan, kunjungan tersebut guna memantau berkaitan dengan aspek jaminan mutu, kualitas dan keamanan mulai dari distribusi, penyimpanan, hingga penggunaan vaksin Covid-19.

Dibutuhkan kerjasama dengan daerah untuk mengawal bersama-sama demi menjaga mutu vaksin sepanjang rantai distribusi, dengan tetap menjaga suhu vaksin 2-8 derajat celcius.

 

“Kami ingin memastikan aspek mutu dari vaksin sehingga lebih efektif memberikan perlindungan. Tidak hanya dimulai dari saat pengembangan dan produksinya, tapi juga sangat penting untuk terus menjaganya pada saat distribusi dan penyimpanan sampai tangan masyarakat yang akan disuntik,” pungkasnya.(humas pemkab badung/adv)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/