alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Duh, Bertahun-Tahun Putus, Jembatan Bungkulan Tak Kunjung Diperbaiki

SAWAN – Jembatan yang putus di Desa Bungkulan menjadi sorotan publik. Sebab sudah 4 tahun terakhir, jembatan itu tak kunjung diperbaiki.

Padahal, jembatan itu menjadi akses utama bagi warga dari Banjar Dinas Kubu Kelod untuk menuju pusat Desa Bungkulan.

Jembatan Bungkulan sendiri terputus saat terjadi banjir bandang pada bulan Februari 2017 lalu. Jembatan itu tak hanya menjadi akses utama dalam kegiatan ekonomi warga.

Namun, juga menjadi jalan satu-satunya untuk kegiatan adat, utamanya kegiatan upacara pitra yadnya.

Tak pelak warga harus menyeberang sungai apabila ada upacara. Sebab warga Banjar Dinas Kubu Kelod tinggal di sisi timur sungai, sementara areal setra ada di sisi barat sungai.

Kondisi itu juga menjadi sorotan wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPR RI, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra disebut sempat meninjau langsung kondisi jembatan.

Baca Juga:  Banyak Anak Kecil dan Tidak Pantas, Neon Box Seksi Itu Akhirnya...

Politisi yang akrab disapa Gus Adhi itu sempat memberikan donasi senilai Rp 10 juta untuk melakukan perbaikan alur sungai.

Sehingga badan jembatan yang kini melintang di atas sungai, dapat digunakan sebagai jembatan darurat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, kondisi jembatan itu memang sangat memprihatinkan.

Sebenarnya Fraksi Golkar sudah mengusulkan perbaikan jembatan sejak tahun lalu. Namun pemangkasan anggaran memaksa proses pembangunan tertunda.

“Mudah-mudahan nggak ada pergeseran anggaran lagi tahun ini,” kata Wandira. Menurut Wandira, sebenarnya jembatan itu bisa dibangun lebih awal.

Tergantung dari komitmen pemerintah daerah. Ia menyebut selama ini pemerintah memilih untuk memprioritaskan kegiatan lain.

Seperti pembangunan pasar yang dianggap lebih penting. Sehingga perbaikan jembatan terkesan diabaikan.

“Tapi sekarang sudah selesai, kami minta eksekutif segera menyelesaikan. Karena ini sangat dibutuhkan petani, warga, juga untuk kegiatan adat,” katanya.

Baca Juga:  PD Swatantra Ajukan Usul Bangun Gudang, Respons DPRD: Terlalu Prematur

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.

Menurut Adiptha ada tiga jembatan yang akan diperbaiki tahun ini. Yakni Jembatan Bungkulan, Jembatan Bakung-Sari Mekar, dan Jembatan Pangkung Dalem Wanagiri.

Khusus untuk Jembatan Bungkulan, Adiptha menyatakan, pemerintah telah menyiapkan pagu anggaran sebanyak Rp 3,2 miliar.

Dokumen pembangunan sudah diajukan pada Bagian Layanan Pengadaan Setda Buleleng, sehingga proses tender dapat segera dilakukan.

“Kemarin itu kan terputus karena kena banjir bandang yang siklus 10 tahun. Jadi secara konstruksi, rencananya kami buat lebih tinggi. Harapannya kan saat siklus banjir datang, kerusakan dapat ditekan,” tegas Adiptha. 


SAWAN – Jembatan yang putus di Desa Bungkulan menjadi sorotan publik. Sebab sudah 4 tahun terakhir, jembatan itu tak kunjung diperbaiki.

Padahal, jembatan itu menjadi akses utama bagi warga dari Banjar Dinas Kubu Kelod untuk menuju pusat Desa Bungkulan.

Jembatan Bungkulan sendiri terputus saat terjadi banjir bandang pada bulan Februari 2017 lalu. Jembatan itu tak hanya menjadi akses utama dalam kegiatan ekonomi warga.

Namun, juga menjadi jalan satu-satunya untuk kegiatan adat, utamanya kegiatan upacara pitra yadnya.

Tak pelak warga harus menyeberang sungai apabila ada upacara. Sebab warga Banjar Dinas Kubu Kelod tinggal di sisi timur sungai, sementara areal setra ada di sisi barat sungai.

Kondisi itu juga menjadi sorotan wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPR RI, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra disebut sempat meninjau langsung kondisi jembatan.

Baca Juga:  Gunung Agung Kembali Meletus, Ini Respons Pengungsi, Mengejutkan…

Politisi yang akrab disapa Gus Adhi itu sempat memberikan donasi senilai Rp 10 juta untuk melakukan perbaikan alur sungai.

Sehingga badan jembatan yang kini melintang di atas sungai, dapat digunakan sebagai jembatan darurat.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, kondisi jembatan itu memang sangat memprihatinkan.

Sebenarnya Fraksi Golkar sudah mengusulkan perbaikan jembatan sejak tahun lalu. Namun pemangkasan anggaran memaksa proses pembangunan tertunda.

“Mudah-mudahan nggak ada pergeseran anggaran lagi tahun ini,” kata Wandira. Menurut Wandira, sebenarnya jembatan itu bisa dibangun lebih awal.

Tergantung dari komitmen pemerintah daerah. Ia menyebut selama ini pemerintah memilih untuk memprioritaskan kegiatan lain.

Seperti pembangunan pasar yang dianggap lebih penting. Sehingga perbaikan jembatan terkesan diabaikan.

“Tapi sekarang sudah selesai, kami minta eksekutif segera menyelesaikan. Karena ini sangat dibutuhkan petani, warga, juga untuk kegiatan adat,” katanya.

Baca Juga:  Tiru Italia,Ini Alasan Bali Perlu Stop Kunjungan Turis Sementara Waktu

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.

Menurut Adiptha ada tiga jembatan yang akan diperbaiki tahun ini. Yakni Jembatan Bungkulan, Jembatan Bakung-Sari Mekar, dan Jembatan Pangkung Dalem Wanagiri.

Khusus untuk Jembatan Bungkulan, Adiptha menyatakan, pemerintah telah menyiapkan pagu anggaran sebanyak Rp 3,2 miliar.

Dokumen pembangunan sudah diajukan pada Bagian Layanan Pengadaan Setda Buleleng, sehingga proses tender dapat segera dilakukan.

“Kemarin itu kan terputus karena kena banjir bandang yang siklus 10 tahun. Jadi secara konstruksi, rencananya kami buat lebih tinggi. Harapannya kan saat siklus banjir datang, kerusakan dapat ditekan,” tegas Adiptha. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/