alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Nekat Nge-Gym Saat Wabah Corona, Pol PP Bubarkan Komunitas Tante-Tante

DENPASAR- Aktivitas nge-gym di salah satu studio senam kebugaran di Denpasar, Jumat (3/4) terpaksa dibubarkan petugas.

Pembubaran aktivitas olahraga di salah satu studio senam kebugaran tepatnya di Jalan Tukad Bilok, Denpasar, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, itu setelah mereka mengabaikan imbauan pemerintah terkait social distancing selama wabah pandemic Covid-19 (Corona)

Kasatpol PP Kota Denpasar  Dewa Gede Anom Sayoga saat di konfirmasi Sabtu (4/4), menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan pembubaran, karena pemilik  studio senam masih membuka usahanya dan memicu kerumunan orang banyak.

Terbukti, saat pembubaran di tempat fitnes, petugas mendapati kumpulan atau komunitas tante-tante yang sedang nge-gym.

Padahal, imbuhnya, Pemerintah Kota Denpasar sudah mengeluarkan surat edaran untuk pembatasan segala jenis kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.   

Baca Juga:  Pasar di Klungkung pun Dipasangi QR Code PeduliLindungi

Pembubaran ini dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang lebih luas

“Kami  wajib mengingatkan, menegur bagi mereka yang kurang disiplin melaksanakan social distancing,’’ tegas Sayoga.

Selain itu, kata Sayoga, pembubaran pusat kebugaran   dilakukan, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat.

Sesuai laporan, studio senam selalu ramai pengunjung meski sudah ada imbauan sosial distancing dan physical distancing dari pemerintah. 

“Bahkan  suara musiknya sangat keras sehingga masyarakat sekitarnya juga merasa sangat terganggu,”imbuhnya.

Selanjutnya, atas pembubaran itu, dan agar tidak terjadi kegiatan serupa di kemudian hari, pihaknya melakukan tindakan awal yakni dengan melakukan pemanggilan pemilik studio sekaligus memeriksa kelengkapan izinnya.

“Untuk pemeriksaan secara lebih lanjut akan dilakukan pada Senin (6/4). Jika nantinya terbukti ada pelanggaran dan tidak memiliki izin, maka akan diproses lebih lanjut serta bisa disidang Tipiring,’’ ungkap Sayoga.

Baca Juga:  TRAGIS! Tunggak Biaya Pengobatan saat Ngungsi, Nyaris Kehilangan Rumah

Sayoga  berharap dan mengimbau masyarakat Kota Denpasar untuk tidak membuat kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan, kesehatan, serta selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan mengunakan sabun. 



DENPASAR- Aktivitas nge-gym di salah satu studio senam kebugaran di Denpasar, Jumat (3/4) terpaksa dibubarkan petugas.

Pembubaran aktivitas olahraga di salah satu studio senam kebugaran tepatnya di Jalan Tukad Bilok, Denpasar, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar, itu setelah mereka mengabaikan imbauan pemerintah terkait social distancing selama wabah pandemic Covid-19 (Corona)

Kasatpol PP Kota Denpasar  Dewa Gede Anom Sayoga saat di konfirmasi Sabtu (4/4), menjelaskan, pihaknya terpaksa melakukan pembubaran, karena pemilik  studio senam masih membuka usahanya dan memicu kerumunan orang banyak.

Terbukti, saat pembubaran di tempat fitnes, petugas mendapati kumpulan atau komunitas tante-tante yang sedang nge-gym.

Padahal, imbuhnya, Pemerintah Kota Denpasar sudah mengeluarkan surat edaran untuk pembatasan segala jenis kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.   

Baca Juga:  Beredar Info Hoax Terkait PKM Denpasar, Kapolresta Janji Tindak Tegas

Pembubaran ini dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang lebih luas

“Kami  wajib mengingatkan, menegur bagi mereka yang kurang disiplin melaksanakan social distancing,’’ tegas Sayoga.

Selain itu, kata Sayoga, pembubaran pusat kebugaran   dilakukan, setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat.

Sesuai laporan, studio senam selalu ramai pengunjung meski sudah ada imbauan sosial distancing dan physical distancing dari pemerintah. 

“Bahkan  suara musiknya sangat keras sehingga masyarakat sekitarnya juga merasa sangat terganggu,”imbuhnya.

Selanjutnya, atas pembubaran itu, dan agar tidak terjadi kegiatan serupa di kemudian hari, pihaknya melakukan tindakan awal yakni dengan melakukan pemanggilan pemilik studio sekaligus memeriksa kelengkapan izinnya.

“Untuk pemeriksaan secara lebih lanjut akan dilakukan pada Senin (6/4). Jika nantinya terbukti ada pelanggaran dan tidak memiliki izin, maka akan diproses lebih lanjut serta bisa disidang Tipiring,’’ ungkap Sayoga.

Baca Juga:  Dari 582 Restoran di Denpasar cuma 1 yang Kantongi Sertifikat Prokes

Sayoga  berharap dan mengimbau masyarakat Kota Denpasar untuk tidak membuat kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan, kesehatan, serta selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan mengunakan sabun. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/