alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Terapkan 2 Jenis Karantina di Bondalem, Bupati PAS Jamin Sembako Warga

SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng akhirnya mengambil kebijakan melakukan karantina wilayah alias lockdown di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Kebijakan itu diambil, setelah belasan warga di desa tersebut dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Kepastian itu didapat, setelah Pemkab Buleleng menerima hasil swab pada Minggu (2/5) malam.

Hasil swab itu berasal dari para pedagang yang sempat dinyatakan positif ketika jalani rapid test pada Jumat (1/5) lalu.

Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), akan ada dua jenis kebijakan karantina wilayah yang dilakukan di Desa Bondalem.

Kebijakan pertama, sebanyak 28 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Celagi Batur Desa Bondalem, dilakukan isolasi tertutup alias tidak boleh keluar rumah.

Puluhan kepala keluarga ini sempat melakukan kontak dengan PDP-18 yang kini jalani perawatan di RS Pratama Giri Emas.

Sementara kebijakan kedua, diterapkan isolasi terbatas di Desa Bondalem. Warga dari Desa Bondalem, dilarang bepergian keluar desa.

Baca Juga:  Kondisi Terkini Dua Perawat RSUP Sanglah Bali yang Diisolasi

Sementara warga dari luar Desa Bondalem, dilarang masuk ke dalam Desa Bondalem. Meski begitu, warga yang beraktifitas di dalam Desa Bondalem, masih diizinkan melakukan aktifitas di dalam desa.

Warga yang memiliki ternak, disebut masih diizinkan menyabit rumput. Warga yang memiliki upacara pitra yadnya juga tetap bisa menjalankan upacaranya.

Dengan catatan, tetap mengedepankan prinsip social dan physical distancing. Aktifitas ekonomi pun ditutup seluruhnya.

Hanya warung-warung yang menyediakan sembako, gas elpiji, serta layanan kesehatan saja yang diizinkan tetap buka.

“Nanti pengawasan langsung di bawah Kodim dan Polres. Pol PP juga akan membantu. Dari Infokom juga akan kami kerahkan memberi edukasi pada masyarakat.

Jadi isolasi diterapkan selama 14 hari. Sistem karantinanya akan kami evaluasi per hari, supaya lebih efektif lagi,” kata Bupati Agus.

Lebih lanjut Bupati Agus mengatakan, dirinya juga masih menanti hasil sampel swab dari 11 pedagang. Sampel itu tengah diuji di laboratorium RS Sanglah Denpasar.

Baca Juga:  Bantu Korban Corona, Pembagian Beras oleh Desa Adat Terus Berlanjut

Bila yang dinyatakan positif Covid-19 cukup banyak, tak menutup kemungkinan pemerintah akan memberlakukan kebijakan karantina yang lebih ketat lagi.

“Masih ada 11 sampel swab yang belum turun hasilnya. Nanti kami lihat kecenderungannya. Makin banyak terjadi, makin ketat lagi pemberlakuannya.

Jadi isolasinya di dalam rumah semua. Karena warga ini kan punya ternak juga, ini harus dipikirkan juga alternatifnya seperti apa,” imbuh Agus.

Asal tahu saja, saat ini penduduk di Desa Bondalem tercatat ada 18.372 jiwa. Diperkirakan tidak seluruhnya kini tinggal di Desa Bondalem.

Terkait dengan kebijakan karantina wilayah di Bondalem, seluruh keluarga yang tinggal di Desa Bondalem, akan mendapat suplai sembako secara berkala seminggu sekali.

Sembako yang disuplai berupa beras, telor, dan mie. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, warga dapat berkoordinasi dengan relawan maupun BUMDes setempat.

 



SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng akhirnya mengambil kebijakan melakukan karantina wilayah alias lockdown di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula.

Kebijakan itu diambil, setelah belasan warga di desa tersebut dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Kepastian itu didapat, setelah Pemkab Buleleng menerima hasil swab pada Minggu (2/5) malam.

Hasil swab itu berasal dari para pedagang yang sempat dinyatakan positif ketika jalani rapid test pada Jumat (1/5) lalu.

Menurut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), akan ada dua jenis kebijakan karantina wilayah yang dilakukan di Desa Bondalem.

Kebijakan pertama, sebanyak 28 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Celagi Batur Desa Bondalem, dilakukan isolasi tertutup alias tidak boleh keluar rumah.

Puluhan kepala keluarga ini sempat melakukan kontak dengan PDP-18 yang kini jalani perawatan di RS Pratama Giri Emas.

Sementara kebijakan kedua, diterapkan isolasi terbatas di Desa Bondalem. Warga dari Desa Bondalem, dilarang bepergian keluar desa.

Baca Juga:  Covid-19 Melandai, Pemprov Bali Mulai Godok Skenario New Normal

Sementara warga dari luar Desa Bondalem, dilarang masuk ke dalam Desa Bondalem. Meski begitu, warga yang beraktifitas di dalam Desa Bondalem, masih diizinkan melakukan aktifitas di dalam desa.

Warga yang memiliki ternak, disebut masih diizinkan menyabit rumput. Warga yang memiliki upacara pitra yadnya juga tetap bisa menjalankan upacaranya.

Dengan catatan, tetap mengedepankan prinsip social dan physical distancing. Aktifitas ekonomi pun ditutup seluruhnya.

Hanya warung-warung yang menyediakan sembako, gas elpiji, serta layanan kesehatan saja yang diizinkan tetap buka.

“Nanti pengawasan langsung di bawah Kodim dan Polres. Pol PP juga akan membantu. Dari Infokom juga akan kami kerahkan memberi edukasi pada masyarakat.

Jadi isolasi diterapkan selama 14 hari. Sistem karantinanya akan kami evaluasi per hari, supaya lebih efektif lagi,” kata Bupati Agus.

Lebih lanjut Bupati Agus mengatakan, dirinya juga masih menanti hasil sampel swab dari 11 pedagang. Sampel itu tengah diuji di laboratorium RS Sanglah Denpasar.

Baca Juga:  Inspiratif, Ikuti Imbauan Diam di Rumah, Raup Rupiah dari Tempat Botol

Bila yang dinyatakan positif Covid-19 cukup banyak, tak menutup kemungkinan pemerintah akan memberlakukan kebijakan karantina yang lebih ketat lagi.

“Masih ada 11 sampel swab yang belum turun hasilnya. Nanti kami lihat kecenderungannya. Makin banyak terjadi, makin ketat lagi pemberlakuannya.

Jadi isolasinya di dalam rumah semua. Karena warga ini kan punya ternak juga, ini harus dipikirkan juga alternatifnya seperti apa,” imbuh Agus.

Asal tahu saja, saat ini penduduk di Desa Bondalem tercatat ada 18.372 jiwa. Diperkirakan tidak seluruhnya kini tinggal di Desa Bondalem.

Terkait dengan kebijakan karantina wilayah di Bondalem, seluruh keluarga yang tinggal di Desa Bondalem, akan mendapat suplai sembako secara berkala seminggu sekali.

Sembako yang disuplai berupa beras, telor, dan mie. Sedangkan untuk kebutuhan lainnya, warga dapat berkoordinasi dengan relawan maupun BUMDes setempat.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/