alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

TERKUAK! Mayat di Pantai Penimbangan Tewas Karena Racun Sianida

SINGARAJA – Hampir sebulan berlalu, proses penyelidikan kasus penemuan jenazah di Pantai Penimbangan, belum juga rampung.

Polisi mengklaim hanya membutuhkan satu petunjuk lagi untuk merampungkan kasus tersebut. Polisi pun belum mau angkat bicara, apakah korban meninggal karena dibunuh atau bunuh diri.

Dari hasil otopsi tim medis di RS Sanglah Denpasar, korban yang diketahui bernama Gede Ari Artawan, 18, warga Desa Tegallinggah itu, diduga meninggal karena sianida.

Polisi mengklaim masih perlu meminta keterangan dari dokter ahli forensik, untuk menjelaskan hasil otopsi secara rinci.

“Setelah itu baru kita simpulkan apakah korban itu dibunuh atau bunuh diri. Karena ahli yang bisa menerangkan kandungan antara barang yang ditemukan di mobil,

Baca Juga:  Stress Diputusin Pacar, Mabuk-mabukan, Warga Latvia Dilaporkan Hilang

dihubungkan dengan yang ditemukan pada organ tubuh korban. Hasilnya memang mengandung unsur mematikan, mengandung sianida,” kata Kapolres Buleleng AKBP Suratno, Rabu (4/7) siang.

Sekadar mengingatkan, sesosok mayat ditemukan dalam kondisi membusuk di Pantai Penimbangan. Mayat itu ditemukan di dalam mobil dengan nomor polisi DK 1092 UK.

Di dalam mobil ditemukan sebungkus plastik yang diduga sianida serta dua buah batu. Korban yang diketahui bernama Gede Ari Artawan, 18, warga Desa Tegallinggah diduga menjadi korban pembunuhan.

Indikasi itu mencuat lantaran di mobil tersebut tak ditemukan kunci kontak mobil. Keluarga korban juga meyakini hal tersebut.

Keluarga mendapat petunjuk setelah melakukan upacara metuunan beberapa pekan lalu. 

Baca Juga:  Saat ‘Enak-Enak’ Janji Nikahi, Setelah Tahu Bunting Ditinggal Pergi


SINGARAJA – Hampir sebulan berlalu, proses penyelidikan kasus penemuan jenazah di Pantai Penimbangan, belum juga rampung.

Polisi mengklaim hanya membutuhkan satu petunjuk lagi untuk merampungkan kasus tersebut. Polisi pun belum mau angkat bicara, apakah korban meninggal karena dibunuh atau bunuh diri.

Dari hasil otopsi tim medis di RS Sanglah Denpasar, korban yang diketahui bernama Gede Ari Artawan, 18, warga Desa Tegallinggah itu, diduga meninggal karena sianida.

Polisi mengklaim masih perlu meminta keterangan dari dokter ahli forensik, untuk menjelaskan hasil otopsi secara rinci.

“Setelah itu baru kita simpulkan apakah korban itu dibunuh atau bunuh diri. Karena ahli yang bisa menerangkan kandungan antara barang yang ditemukan di mobil,

Baca Juga:  Diduga Kemplang Rp 260 Juta Pembangunan Ruko, Oknum Polisi Disidang

dihubungkan dengan yang ditemukan pada organ tubuh korban. Hasilnya memang mengandung unsur mematikan, mengandung sianida,” kata Kapolres Buleleng AKBP Suratno, Rabu (4/7) siang.

Sekadar mengingatkan, sesosok mayat ditemukan dalam kondisi membusuk di Pantai Penimbangan. Mayat itu ditemukan di dalam mobil dengan nomor polisi DK 1092 UK.

Di dalam mobil ditemukan sebungkus plastik yang diduga sianida serta dua buah batu. Korban yang diketahui bernama Gede Ari Artawan, 18, warga Desa Tegallinggah diduga menjadi korban pembunuhan.

Indikasi itu mencuat lantaran di mobil tersebut tak ditemukan kunci kontak mobil. Keluarga korban juga meyakini hal tersebut.

Keluarga mendapat petunjuk setelah melakukan upacara metuunan beberapa pekan lalu. 

Baca Juga:  Masih Nekat Gelar Tajen Saat Wabah Corona, Ini Kata Kapolres Buleleng!

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/