alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Bupati Giri Prasta Pastikan Tidak Kurangi Esensi Kegiatan Adat

MANGUPURA- Pemerintah secara resmi memutuskan untuk menerapakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali, mulai 3-20 Juli 2021.

Menyikapi keputusan itu, Pemkab Badung bersama TNI dan Polri bersinergi menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait dengan PPKM Darurat Jawa-Bali dengan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II di Lapangan Mengwi, Sabtu (3/7). 

Apel diikuti Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana,  Plt. Kadis BPBD Badung I Wayan Wirya, DPRD  Badung Made Suwardana, Camat se-Kabupaten Badung serta jajaran TNI dan Polri.

Bupati Giri Prasta mengatakan, kebijakan PPKM darurat ini merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, yang terus meningkat.

Selaku warga negara dalam wilayah NKRI, maka apapun yang menjadi keputusan pemerintah, sebagai warga masyarakat harus tunduk dan taat.

Apalagi persoalan kebijakan ini membuat masyarakat menjadi sehat semuanya. 

“Kita butuh Badung sehat, Bali sehat, dan kita juga perlu Indonesia sehat. Dengan ketentuan PPKM Darurat yang diinstruksikan Bapak Presiden maka mulai hari ini kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kapolres Badung

dan Dandim Badung beserta jajaran karena telah siap melanjutkan instruksi Presiden dimana pada pagi ini langsung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II.

Kami Pemda Badung memberikan fasilitas apapun bentuk dan memberikan dukungan sepenuhnya,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan, di Kabupaten Badung berkenaan dengan vaksinasi sudah mencapai vaksin 108 persen dari yang ditargetkan.

Hal ini bisa tercapai karena Badung memiliki Guraksin (Regu Penggerak Vaksin) di tingkat banjar dan lingkungan. 

Langkah ini, imbuh bupati tak lepas dari Dandim dan Kapolres beserta jajaran yang turut mendukung mempercepat vaksin dan tetap mengedepankan prokes.

Baca Juga:  Duh, Realisasi Pusat Kebudayaan Bali Terganjal Penetapan Batas Desa

“Keuntungan dari vaksin 108% Kabupaten Badung, kami bisa memberikan isolasi di rumah, karena masyarakat sudah tervaksin sehingga yang terpapar tidak terlalu keras. 

Sekarang di ICU kami isinya Cuma 6 orang, bahkan di ruang isolasi hanya terisi 11  dengan tekanan negatif aman untuk dokter dan pasien, dan itu tidak semua warga Badung, hanya 4 orang saja warga Badung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Giri Prasta mengatakan, minggu ini di Kabupaten Badung akan dilaksanakan vaksinasi untuk anak-anak umur 12-17 tahun dan pihaknya sudah menyiapkan tempat di sekolah.

Sekolah dipilih karena sudah memiliki wifi gratis sehingga memudahkan untuk mendata semua calon penerima vaksin dan ini sudah disosialisasikan. 

Nanti kedepannya, para camat se-Kabupaten Badung akan menjadi koordinator wilayah dengan perbekel dan seterusnya.

Bupati Giri Prasta juga mengatakan untuk kegiatan adat, pihaknya tidak akan pernah mengurangi esensi daripada tatanan pola hidup yang sudah ada, dengan catatan tetap mengedepankan prokes. 

Untuk pujawali di pura cukup pemangku dengan perwakilan paling banyak 15 orang, dan untuk resepsi silahkan dilakukan tapi dengan maksimal 30 orang atau dilaksanakan setelah PPKM Darurat. 

“Untuk destinasi wisata saya pastikan ditutup karena ini keputusan PPKM Darurat, dan untuk restaurant, tempat makan dan sejenisnya silahkan buka sampai jam 8 malam setelah itu silahkan buka tapi tidak ada yang dine-in, semuanya harus take away

Dan untuk mall yang ada toko retailnya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI bagaimana kita mengatur akan prokes selalu berjalan dengan baik. 

Baca Juga:  Sekretariat Dewan Siapkan Seragam Necis dan PIN Senilai Rp 1,2 M Lebih

Untuk para wisatawan yang datang ke Badung kami sudah memberikan jaminan bahwa hotel sudah safety, karena siapapun yang berlibur kesini untuk mencari aman dan sehat serta refreshing sejenak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengapresiasi kepada seluruh personil yang tergabung dalam operasi ini,

pihaknya percaya seluruh personil yang hadir memiliki tekad serta semangat yang kuat sebagai abdi negara untuk memberikan pengayoman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat. 

Dikatakan, varian baru Covid-19 ini menjadi persoalan serius di banyak negara, situasi ini membuat pemerintah mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk membendung Covid-19 ini.

 Pemberlakuan PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya menangani Covid-19, khususnya Jawa dan Bali. 

PPKM darurat kali ini meliputi pembatasan aktivitas-aktivitas yang lebih ketat dari sebelumnya dengan target penurunan kasus kurang dari 10.000 per hari secara nasional. 

Operasi Aman Nusa II Lanjutan ini, dikatakan Roby, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

 “Tentunya ini kami lakukan bersama dengan TNI dan Pemda. Kami nanti setiap kegiatan yang sudah ada di Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 Pemerintah akan kami dukung apa yang dilarang apa yang diperbolehkan yang ada di instruksi itu. 

Sekali lagi terima kasih kepada Bupati Badung bersama jajaran karena sudah mendukung kami Polres Badung dalam meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan dan mencegah penyebaran secara masif virus ini. 

Dan kami Polres Badung dan Kodim 1611 akan tetap mendukung Bapak Bupati dan jajaran,” tutupnya.(rba)


MANGUPURA- Pemerintah secara resmi memutuskan untuk menerapakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Pulau Jawa dan Bali, mulai 3-20 Juli 2021.

Menyikapi keputusan itu, Pemkab Badung bersama TNI dan Polri bersinergi menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait dengan PPKM Darurat Jawa-Bali dengan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II di Lapangan Mengwi, Sabtu (3/7). 

Apel diikuti Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Dandim 1611/Badung Kolonel Inf Made Alit Yudana,  Plt. Kadis BPBD Badung I Wayan Wirya, DPRD  Badung Made Suwardana, Camat se-Kabupaten Badung serta jajaran TNI dan Polri.

Bupati Giri Prasta mengatakan, kebijakan PPKM darurat ini merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, yang terus meningkat.

Selaku warga negara dalam wilayah NKRI, maka apapun yang menjadi keputusan pemerintah, sebagai warga masyarakat harus tunduk dan taat.

Apalagi persoalan kebijakan ini membuat masyarakat menjadi sehat semuanya. 

“Kita butuh Badung sehat, Bali sehat, dan kita juga perlu Indonesia sehat. Dengan ketentuan PPKM Darurat yang diinstruksikan Bapak Presiden maka mulai hari ini kami menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Kapolres Badung

dan Dandim Badung beserta jajaran karena telah siap melanjutkan instruksi Presiden dimana pada pagi ini langsung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Nusa Agung II.

Kami Pemda Badung memberikan fasilitas apapun bentuk dan memberikan dukungan sepenuhnya,” tegas Bupati.

Bupati menjelaskan, di Kabupaten Badung berkenaan dengan vaksinasi sudah mencapai vaksin 108 persen dari yang ditargetkan.

Hal ini bisa tercapai karena Badung memiliki Guraksin (Regu Penggerak Vaksin) di tingkat banjar dan lingkungan. 

Langkah ini, imbuh bupati tak lepas dari Dandim dan Kapolres beserta jajaran yang turut mendukung mempercepat vaksin dan tetap mengedepankan prokes.

Baca Juga:  Langgar PPKM, Empat Usaha Salon Kecantikan dan Gym di Denpasar Ditutup

“Keuntungan dari vaksin 108% Kabupaten Badung, kami bisa memberikan isolasi di rumah, karena masyarakat sudah tervaksin sehingga yang terpapar tidak terlalu keras. 

Sekarang di ICU kami isinya Cuma 6 orang, bahkan di ruang isolasi hanya terisi 11  dengan tekanan negatif aman untuk dokter dan pasien, dan itu tidak semua warga Badung, hanya 4 orang saja warga Badung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Giri Prasta mengatakan, minggu ini di Kabupaten Badung akan dilaksanakan vaksinasi untuk anak-anak umur 12-17 tahun dan pihaknya sudah menyiapkan tempat di sekolah.

Sekolah dipilih karena sudah memiliki wifi gratis sehingga memudahkan untuk mendata semua calon penerima vaksin dan ini sudah disosialisasikan. 

Nanti kedepannya, para camat se-Kabupaten Badung akan menjadi koordinator wilayah dengan perbekel dan seterusnya.

Bupati Giri Prasta juga mengatakan untuk kegiatan adat, pihaknya tidak akan pernah mengurangi esensi daripada tatanan pola hidup yang sudah ada, dengan catatan tetap mengedepankan prokes. 

Untuk pujawali di pura cukup pemangku dengan perwakilan paling banyak 15 orang, dan untuk resepsi silahkan dilakukan tapi dengan maksimal 30 orang atau dilaksanakan setelah PPKM Darurat. 

“Untuk destinasi wisata saya pastikan ditutup karena ini keputusan PPKM Darurat, dan untuk restaurant, tempat makan dan sejenisnya silahkan buka sampai jam 8 malam setelah itu silahkan buka tapi tidak ada yang dine-in, semuanya harus take away

Dan untuk mall yang ada toko retailnya kami akan lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI bagaimana kita mengatur akan prokes selalu berjalan dengan baik. 

Baca Juga:  Tragis, Anggota Satreskrim Polresta Denpasar Tewas Gantung Diri

Untuk para wisatawan yang datang ke Badung kami sudah memberikan jaminan bahwa hotel sudah safety, karena siapapun yang berlibur kesini untuk mencari aman dan sehat serta refreshing sejenak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengapresiasi kepada seluruh personil yang tergabung dalam operasi ini,

pihaknya percaya seluruh personil yang hadir memiliki tekad serta semangat yang kuat sebagai abdi negara untuk memberikan pengayoman dan pelayanan kepada seluruh masyarakat. 

Dikatakan, varian baru Covid-19 ini menjadi persoalan serius di banyak negara, situasi ini membuat pemerintah mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk membendung Covid-19 ini.

 Pemberlakuan PPKM Darurat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam upaya menangani Covid-19, khususnya Jawa dan Bali. 

PPKM darurat kali ini meliputi pembatasan aktivitas-aktivitas yang lebih ketat dari sebelumnya dengan target penurunan kasus kurang dari 10.000 per hari secara nasional. 

Operasi Aman Nusa II Lanjutan ini, dikatakan Roby, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

 “Tentunya ini kami lakukan bersama dengan TNI dan Pemda. Kami nanti setiap kegiatan yang sudah ada di Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 Pemerintah akan kami dukung apa yang dilarang apa yang diperbolehkan yang ada di instruksi itu. 

Sekali lagi terima kasih kepada Bupati Badung bersama jajaran karena sudah mendukung kami Polres Badung dalam meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan dan mencegah penyebaran secara masif virus ini. 

Dan kami Polres Badung dan Kodim 1611 akan tetap mendukung Bapak Bupati dan jajaran,” tutupnya.(rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/