alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pura Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Ditutup, Tamu Cancel Kedatangan

TABANAN – Dua daya tarik tujuan wisata yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan yang biasanya menjadi lokasi favorit para tamu asing dan domestik untuk berwisata di Tabanan resmi menutup objek wisata mereka.

 

Penutupan itu dilakukan menyusul adanya surat edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

 

Pembatasan tersebut berlaku di semua kabupaten/Kota di Bali tanpa terkecuali mulai Sabtu, 3 Juli 2021. Dasar penetapan tersebut yakni Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

 

Penutupan pada dua daerah tujuan wisata tersebut mulai berlaku dari 3 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang untuk sementara waktu.

 

“Berlakunya PPKM darurat Covid-19 hampir sama dengan saat awal-awal muncul Covid-19. Pariwisata lumpuh tamu banyak yang cancel kedatangan,” kata Humas dan Marketing DTW Tanah Lot Kadek Suarniti dihubungi Sabtu (3/7).

Baca Juga:  Langgar PPKM, Empat Usaha Salon Kecantikan dan Gym di Denpasar Ditutup

 

Yang pastinya otomatis dampaknya otomatis terhadap kunjungan selama penutupan. Sejumlah agen-agen travel wisata yang rencana akan berkunjung antara 3 Juli sampai 20 Juli telah melakukan pembatalan kunjungan.

 

Pihaknya pun di DTW Tanah sudah memberikan informasi pengumuman baik via email, telepon maupun secara online.

 

“Sejak Jumat kemarin kita sudah informasikan kepada agen-agen perjalanan wisata. Khususnya rombongan bus dari daerah Jawa,” ungkapnya.  

 

Dia menyebut dengan adanya pembatalan kunjungan, karena penerapan PPKM darurat Covid-19 di Bali ini. Turut berdampak terhadap pendapatan turunnya pendapatan DTW Tanah Lot.

 

“DTW Tanah Lot rata-rata jumlah kunjungan 1000 orang per hari dikalikan Rp 20 ribu per tiket. Kemudian ditutup bisa dibayangkan jumlah pendapatan yang turun. Sementara biaya operasional untuk pemeliharaan harus tetap jalan,” jelasnya.

 

Penutupan objek wisata pun juga dilakukan oleh DTW Ulun Danu Beratan. Menurut Humas dan Marketing DTW Ulun Danu beratan Made Sukarata, pihaknya juga melakukan penutupan sementara pada DTW Ulun Danu Beratan setelah adanya pemberlakukan PPKM darurat Covid-19.

Baca Juga:  Tabanan Paling Berisiko di Bali,BMKG Pasang Alat Deteksi Getaran Gempa

 

Dia mengaku sejumlah pihak agen perjalanan wisata pun melakukan pembatalan kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan.

 

“Catatan kami agen perjalanan wisata yang cancel khusus dari Bali ada sekitar 9 agen sementara dari Jawa sekitar 2 agen dengan rombongan bus,” ungkapnya.

 

Dia menyebut sejumlah agen perjalanan wisata ini memang sudah menjadwalkan untuk melakukan tour salah satu dengan mengunjungi DTW Ulun Danu Beratan.

 

Penerapan PPKM ini memang terasa luar biasa dampaknya. Apalagi daerah Jawa diberlakukan PPKM darurat Covid-19. Dari biasanya kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan 200 per harinya turun menjadi 100 perhari dan kini penutupan dilakukan otomatis tamu sepi.

 

“Kami berharap penerapan PPKM darurat ini tidak berkepanjangan, semoga pemerintah juga memperhatikan. Sehingga putaran ekonomi berjalan,” pungkasnya.


TABANAN – Dua daya tarik tujuan wisata yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan yang biasanya menjadi lokasi favorit para tamu asing dan domestik untuk berwisata di Tabanan resmi menutup objek wisata mereka.

 

Penutupan itu dilakukan menyusul adanya surat edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

 

Pembatasan tersebut berlaku di semua kabupaten/Kota di Bali tanpa terkecuali mulai Sabtu, 3 Juli 2021. Dasar penetapan tersebut yakni Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

 

Penutupan pada dua daerah tujuan wisata tersebut mulai berlaku dari 3 Juli sampai 20 Juli 2021 mendatang untuk sementara waktu.

 

“Berlakunya PPKM darurat Covid-19 hampir sama dengan saat awal-awal muncul Covid-19. Pariwisata lumpuh tamu banyak yang cancel kedatangan,” kata Humas dan Marketing DTW Tanah Lot Kadek Suarniti dihubungi Sabtu (3/7).

Baca Juga:  Diguyur Hujan, Akses Jalan Penghubung Dua Desa di Gerokgak Putus

 

Yang pastinya otomatis dampaknya otomatis terhadap kunjungan selama penutupan. Sejumlah agen-agen travel wisata yang rencana akan berkunjung antara 3 Juli sampai 20 Juli telah melakukan pembatalan kunjungan.

 

Pihaknya pun di DTW Tanah sudah memberikan informasi pengumuman baik via email, telepon maupun secara online.

 

“Sejak Jumat kemarin kita sudah informasikan kepada agen-agen perjalanan wisata. Khususnya rombongan bus dari daerah Jawa,” ungkapnya.  

 

Dia menyebut dengan adanya pembatalan kunjungan, karena penerapan PPKM darurat Covid-19 di Bali ini. Turut berdampak terhadap pendapatan turunnya pendapatan DTW Tanah Lot.

 

“DTW Tanah Lot rata-rata jumlah kunjungan 1000 orang per hari dikalikan Rp 20 ribu per tiket. Kemudian ditutup bisa dibayangkan jumlah pendapatan yang turun. Sementara biaya operasional untuk pemeliharaan harus tetap jalan,” jelasnya.

 

Penutupan objek wisata pun juga dilakukan oleh DTW Ulun Danu Beratan. Menurut Humas dan Marketing DTW Ulun Danu beratan Made Sukarata, pihaknya juga melakukan penutupan sementara pada DTW Ulun Danu Beratan setelah adanya pemberlakukan PPKM darurat Covid-19.

Baca Juga:  Waspada!! Cuaca Panas Menyengat, Suhu Di Bali Tembus 32 Derajat

 

Dia mengaku sejumlah pihak agen perjalanan wisata pun melakukan pembatalan kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan.

 

“Catatan kami agen perjalanan wisata yang cancel khusus dari Bali ada sekitar 9 agen sementara dari Jawa sekitar 2 agen dengan rombongan bus,” ungkapnya.

 

Dia menyebut sejumlah agen perjalanan wisata ini memang sudah menjadwalkan untuk melakukan tour salah satu dengan mengunjungi DTW Ulun Danu Beratan.

 

Penerapan PPKM ini memang terasa luar biasa dampaknya. Apalagi daerah Jawa diberlakukan PPKM darurat Covid-19. Dari biasanya kunjungan di DTW Ulun Danu Beratan 200 per harinya turun menjadi 100 perhari dan kini penutupan dilakukan otomatis tamu sepi.

 

“Kami berharap penerapan PPKM darurat ini tidak berkepanjangan, semoga pemerintah juga memperhatikan. Sehingga putaran ekonomi berjalan,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/