alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Baru Tahu Ada Perajin Tenun Khas Melayu di Loloan Barat

NEGARA– Kabupaten Jembrana tidak hanya memiliki perajin kain tenun Bali yang tersebar di sejumlah desa, tetapi juga perajin tenun khas melayu di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara.

Sayangnya, pengrajin tenun khas melayu tersebut selama ini jarang diketahui publik.

Bahkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba juga baru mengetahui, sehingga langsung mendatangi lokasi perajin tenun khas melayu tersebut, Jumat (3/9).

Menurut bupati, baru mengetahui ada pengrajin tenun khas melayu di Loloan Barat dari anggota DPR RI, bahwa di Loloan Barat ada perajin tenun melayu.

“Saya tahu dari teman-teman DPR RI, bahwa di Loloan juga ada tenun. Saya kaget, ada tenun melayu pak. Makanya hari ini kita datang dan mengecek langsung. Ternyata karyanya sangat bagus,” ujarnya.

Bupati mengunjungi tempat kerajinan tenun milik Rahmat Hidayat di Kelurahan Loloan Barat.

Bupati menyebut bahwa hasil tenun khas melayu yang dibuat bagus, memiliki corak sendiri yang berbeda dengan tenun lainnya.

Baca Juga:  Catat, Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang Ibu Kandungnya, Ini Syaratnya...
- Advertisement -

“Tenun khas Loloan ini harus ada ciri khas Melayunya, juga harus beda dari tenun daerah yang lain dan dapat dipasarkan pada pasar modern,” ungkap Bupati Tamba.

Bupati menyampaikan arahan dan masukan kepada pengrajin agar terus menekuni kerajinan yang dilakukan, untuk memajukan Kabupaten Jembrana.

“Saya ajak mereka untuk tetap semangat jangan pernah putus asa kita pasti maju nanti tetap kita percaya,” ujar Bupati Tamba.

Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan bahwa akan terus mendukung dengan program program inovatifnya. 

Salah satunya dengan membangun rumah tenun bagi perajin UMKM untuk lebih fokus berkarya.

Pembangunan sentra tenun untuk pengrajin tenun di desa desa. Sentra tenun dan songket yang akan dibangun tersebut bertujuan agar para perajin tenunan khas Bali dari daerah Kabupaten Jembrana bisa fokus bekerja dan memperoleh inovasi.

Menurut bupati, pembangunan rumah tenun sudah disetujui anggarannya dari pusat.

Baca Juga:  Lima Pendaki Tersesat di Gunung Agung Bali

Rencananya sentra tenun yang akan dibangun tak hanya berfungsi untuk bertenun tetapi juga dijadikan pusat destinasi, karena rumah tenun yang kita buat berkonsep elegan dan modern.

Sehingga yang datang ke sentra tenun ini terksesan, serta  muncul kreativitas dan inovasi baru “SDM nya juga dikembangkan dan terus kita upgrade jadi terpadu,” terang Tamba.

Perajin tenun khas melayu, Rahmat Hidayat mengatakan tenun endek yang ada di Loloan Barat ini dapat menghasilkan kerajinan yang lebih indah dan baik dari daerah lain karena tenun endek Loloan ini mempunyai ciri khas yang beda yakni khas Melayu.

Sayangnya, pada masa Pandemi Covid-19 saat ini, hasil dari penjualannya sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, iapun berharap agar pemerintah daerah tetap memperhatikan para perajin tenun.

“Sebelum pandemi ini berlangsung, hasil dari penjualan tenun endek ini bisa mencapai 4 jutaan, sedangkan sekarang hanya bisa mencapai angka 3 saja,” tutupnya.

- Advertisement -

NEGARA– Kabupaten Jembrana tidak hanya memiliki perajin kain tenun Bali yang tersebar di sejumlah desa, tetapi juga perajin tenun khas melayu di Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara.

Sayangnya, pengrajin tenun khas melayu tersebut selama ini jarang diketahui publik.

Bahkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba juga baru mengetahui, sehingga langsung mendatangi lokasi perajin tenun khas melayu tersebut, Jumat (3/9).

Menurut bupati, baru mengetahui ada pengrajin tenun khas melayu di Loloan Barat dari anggota DPR RI, bahwa di Loloan Barat ada perajin tenun melayu.

“Saya tahu dari teman-teman DPR RI, bahwa di Loloan juga ada tenun. Saya kaget, ada tenun melayu pak. Makanya hari ini kita datang dan mengecek langsung. Ternyata karyanya sangat bagus,” ujarnya.

Bupati mengunjungi tempat kerajinan tenun milik Rahmat Hidayat di Kelurahan Loloan Barat.

Bupati menyebut bahwa hasil tenun khas melayu yang dibuat bagus, memiliki corak sendiri yang berbeda dengan tenun lainnya.

Baca Juga:  Catat, Ingin Adopsi Bayi yang Dibuang Ibu Kandungnya, Ini Syaratnya...

“Tenun khas Loloan ini harus ada ciri khas Melayunya, juga harus beda dari tenun daerah yang lain dan dapat dipasarkan pada pasar modern,” ungkap Bupati Tamba.

Bupati menyampaikan arahan dan masukan kepada pengrajin agar terus menekuni kerajinan yang dilakukan, untuk memajukan Kabupaten Jembrana.

“Saya ajak mereka untuk tetap semangat jangan pernah putus asa kita pasti maju nanti tetap kita percaya,” ujar Bupati Tamba.

Dalam kesempatan itu, bupati menegaskan bahwa akan terus mendukung dengan program program inovatifnya. 

Salah satunya dengan membangun rumah tenun bagi perajin UMKM untuk lebih fokus berkarya.

Pembangunan sentra tenun untuk pengrajin tenun di desa desa. Sentra tenun dan songket yang akan dibangun tersebut bertujuan agar para perajin tenunan khas Bali dari daerah Kabupaten Jembrana bisa fokus bekerja dan memperoleh inovasi.

Menurut bupati, pembangunan rumah tenun sudah disetujui anggarannya dari pusat.

Baca Juga:  Ratusan Babi Mati di Empat Kecamatan, Satu Terindikasi Suspect ASF

Rencananya sentra tenun yang akan dibangun tak hanya berfungsi untuk bertenun tetapi juga dijadikan pusat destinasi, karena rumah tenun yang kita buat berkonsep elegan dan modern.

Sehingga yang datang ke sentra tenun ini terksesan, serta  muncul kreativitas dan inovasi baru “SDM nya juga dikembangkan dan terus kita upgrade jadi terpadu,” terang Tamba.

Perajin tenun khas melayu, Rahmat Hidayat mengatakan tenun endek yang ada di Loloan Barat ini dapat menghasilkan kerajinan yang lebih indah dan baik dari daerah lain karena tenun endek Loloan ini mempunyai ciri khas yang beda yakni khas Melayu.

Sayangnya, pada masa Pandemi Covid-19 saat ini, hasil dari penjualannya sangat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, iapun berharap agar pemerintah daerah tetap memperhatikan para perajin tenun.

“Sebelum pandemi ini berlangsung, hasil dari penjualan tenun endek ini bisa mencapai 4 jutaan, sedangkan sekarang hanya bisa mencapai angka 3 saja,” tutupnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/