alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sebelum Tewas Sayat Tangan, IRT Bilang ke Suami Ingin Bunuh Diri

Pernyataan Dewa Ayu Anantari bahwa dia ingin bunuh diri menjadi kenyataan. Dia ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya dengan pergelangan tangan tersayat.

  

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

TRAGIS dialami Dewa Ayu Anantari, 37, seorang ibu rumah tangga di Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Dia ditemukan tewas di rumahnya, Minggu (3/10) dengan kondisi pergelangan tangan tersayat benda tajam.

 

Peristiwa itu itu berawal saat Ni Wayan Ratni yang merupakan mertua korban mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi.

 

Lokasi kamar mandi itu berada di ruang tidur putranya, I Wayan Agus Suarjaya dan menantunya Dewa Ayu Anantari, 37. Keributan itu terdengar sekitar pukul 04.30, Subuh.

Baca Juga:  Heboh Pemuda Buat Konten Calonarang Berisi Kondom di Pura di Gianyar

 

Karena begitu gaduh, Ratni pun menggedor pintu membangunkan anaknya. Lantas Agus pun terbangun dan membuka pintu.

 

Ratni kemudian bertanya mengapa begitu gaduh di dalam kamar mandi. Maka, mereka pun segera menuju ke kamar mandi.

 

Saat pintu dibuka, ternyata Anantari terlihat tergeletak lemas di lantai kamar mandi. Kondisi tubuhnya basah kuyup. Darah berceceran di lantai kamar mandi.

 

Setelah dicek lebih lanjut, ternyata, darah itu berasal dari sayarat pergelangan tangan. Agus Bersama anaknya pun segera melarikan istrinya ke Rumah Sakit Ari Canti Mas Ubud.

 

Setibanya di rumah sakit, tim medis pun melakukan pemeriksaan terhadap korban. Sayangnya korban dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dipulangkan ke rumah duka untuk dilakukan upacara.

Baca Juga:  Warga Gianyar Heboh karena Ada Buaya di Sungai Sangsang

 

Terkait motif korban mengakhiri hidupnya sendiri belum bisa dipastikan. Meski demikian, suami korban menjelaskan bahwa tiga hari yang lalu korban sempat mengatakan ingin bunuh diri kepada suami dan anak-anaknya.

 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama pun belum bisa memastikan motif apa yang melatarbelakangi korban nekat melakukan tindak tersebut.

 

“Motifnya kami belum tahu. Masih diselidiki,” pungkasnya.


Pernyataan Dewa Ayu Anantari bahwa dia ingin bunuh diri menjadi kenyataan. Dia ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya dengan pergelangan tangan tersayat.

  

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

TRAGIS dialami Dewa Ayu Anantari, 37, seorang ibu rumah tangga di Banjar Kutuh Kelod, Desa Petulu, Kecamatan Ubud. Dia ditemukan tewas di rumahnya, Minggu (3/10) dengan kondisi pergelangan tangan tersayat benda tajam.

 

Peristiwa itu itu berawal saat Ni Wayan Ratni yang merupakan mertua korban mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi.

 

Lokasi kamar mandi itu berada di ruang tidur putranya, I Wayan Agus Suarjaya dan menantunya Dewa Ayu Anantari, 37. Keributan itu terdengar sekitar pukul 04.30, Subuh.

Baca Juga:  Heboh! WNA Buka Kelas Orgasme di Ubud Bali

 

Karena begitu gaduh, Ratni pun menggedor pintu membangunkan anaknya. Lantas Agus pun terbangun dan membuka pintu.

 

Ratni kemudian bertanya mengapa begitu gaduh di dalam kamar mandi. Maka, mereka pun segera menuju ke kamar mandi.

 

Saat pintu dibuka, ternyata Anantari terlihat tergeletak lemas di lantai kamar mandi. Kondisi tubuhnya basah kuyup. Darah berceceran di lantai kamar mandi.

 

Setelah dicek lebih lanjut, ternyata, darah itu berasal dari sayarat pergelangan tangan. Agus Bersama anaknya pun segera melarikan istrinya ke Rumah Sakit Ari Canti Mas Ubud.

 

Setibanya di rumah sakit, tim medis pun melakukan pemeriksaan terhadap korban. Sayangnya korban dinyatakan telah meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dipulangkan ke rumah duka untuk dilakukan upacara.

Baca Juga:  Ibu Rumah Tangga Ditangkap karena Sembunyikan Narkoba di Toilet Rumah

 

Terkait motif korban mengakhiri hidupnya sendiri belum bisa dipastikan. Meski demikian, suami korban menjelaskan bahwa tiga hari yang lalu korban sempat mengatakan ingin bunuh diri kepada suami dan anak-anaknya.

 

Kapolsek Ubud, AKP I Made Tama pun belum bisa memastikan motif apa yang melatarbelakangi korban nekat melakukan tindak tersebut.

 

“Motifnya kami belum tahu. Masih diselidiki,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/