alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Astungkara…Gubuk Reyot Soken Dijanjikan Bakal Dibedah Rumah

RadarBali.com  –  Hidup dalam garis kemiskinan, membuat keluarga I Wayan Soken,62, tidak mampu memperbaiki rumahnya.

Warga Banjar Rangdu, Pohsanten, Mendoyo, bersama keluarganya itu terpaksa hidup di gubuk reyot.

Soken yang sudah renta itu merupakan salah satu KK miskin yang sudah tercatat di buku merah.

Soken menjalani hari tuanya bertahun-tahun hidup bersama istrinya Sayu Putu Suhermi dan seorang anaknya di gubuk berdinding gedek dengan atap asbes yang bocor di mana-mana.

Soken yang sebelumnya bekerja sebagai sopir roler (Silinder) sejak puluhan tahun lalu kesulitan mendengar.

“Dulu saya pernah bekerja di proyek sebagai operator silinder. Sekarang pendengaran saya terganggu,” ujar Soken kemarin.

Untuk menghidupi keluarganya Soken harus tetap bekerja serabutan seperti membuat kandang ayam atau kelapa.

Baca Juga:  Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Pasokan Air Petani Gubug Terancam

Dengan penghasilan yang tidak menentu jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja pas-pasan.

Penderitaan Soken tersebut mengundang perhatian Bupati Jembrana I Putu Artha. Kemarin Artha

bersama camat Mendoyo Gede Sujana dan aparat desa mendatangi rumah Soken.

Setelah melihat kondisi rumah dan ekonomi Siken Artha angsung menjanjikan bantuan bedah rumah.

Bantuan itu nantinya diupayakan terealisasi tahun depan, bersumber dari dana PHR Badung yang  jumlahnya lebih besar.

Artha meminta Perbekel Poh Santen Gusti Agung Kade Sultra Gunadi Putra agar bedah rumah yang dijanjikan bisa dibangun secara swakeola.

“Kalau dibangun secara swakelola hasilnya lebih maksimal mengingat biaya pengerjaan lebih murah,” ujarnya.

Artha juga menginstruksikan kepada dinas PU untuk mengundang keluarga Soken di acara – acara yang gelar PU Jembrana seperti peringatan hari jadi PU.

Baca Juga:  WARNING! Kasus Covid-19 di Buleleng Melonjak Karena Klaster Keluarga

“Bagaimanapun juga beliau ini pernah berjasa bagi Jembrana dimana tadi saya dengar, di masa mudanya dulu Pak Soken  

pernah ikut membangun jalan bahkan sampai di Bunut Bolong Pekutatan. Ini juga bagian dari apresiasi kepada senior-senior kita terdahulu, “ ungkapnya.

Perbekel Pohsanten Gusti  Agung Kade Sultra Gunadi Putra mengatakan, rumah Wayan Soken  sudah masuk usulan untuk  mendapat bantuan bedah rumah.

Namun sempat tertunda dikarenakan ada sengketa kepemilikan rumah antara keluarga. Namun persoalan itu sudah terselesaikan

dengan baik dimana keluarga Soken saat ini sudah memiliki sertifikat sah hak milik,  yang kepengurusannya dibantu menggunakan prona. 



RadarBali.com  –  Hidup dalam garis kemiskinan, membuat keluarga I Wayan Soken,62, tidak mampu memperbaiki rumahnya.

Warga Banjar Rangdu, Pohsanten, Mendoyo, bersama keluarganya itu terpaksa hidup di gubuk reyot.

Soken yang sudah renta itu merupakan salah satu KK miskin yang sudah tercatat di buku merah.

Soken menjalani hari tuanya bertahun-tahun hidup bersama istrinya Sayu Putu Suhermi dan seorang anaknya di gubuk berdinding gedek dengan atap asbes yang bocor di mana-mana.

Soken yang sebelumnya bekerja sebagai sopir roler (Silinder) sejak puluhan tahun lalu kesulitan mendengar.

“Dulu saya pernah bekerja di proyek sebagai operator silinder. Sekarang pendengaran saya terganggu,” ujar Soken kemarin.

Untuk menghidupi keluarganya Soken harus tetap bekerja serabutan seperti membuat kandang ayam atau kelapa.

Baca Juga:  Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Pasokan Air Petani Gubug Terancam

Dengan penghasilan yang tidak menentu jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja pas-pasan.

Penderitaan Soken tersebut mengundang perhatian Bupati Jembrana I Putu Artha. Kemarin Artha

bersama camat Mendoyo Gede Sujana dan aparat desa mendatangi rumah Soken.

Setelah melihat kondisi rumah dan ekonomi Siken Artha angsung menjanjikan bantuan bedah rumah.

Bantuan itu nantinya diupayakan terealisasi tahun depan, bersumber dari dana PHR Badung yang  jumlahnya lebih besar.

Artha meminta Perbekel Poh Santen Gusti Agung Kade Sultra Gunadi Putra agar bedah rumah yang dijanjikan bisa dibangun secara swakeola.

“Kalau dibangun secara swakelola hasilnya lebih maksimal mengingat biaya pengerjaan lebih murah,” ujarnya.

Artha juga menginstruksikan kepada dinas PU untuk mengundang keluarga Soken di acara – acara yang gelar PU Jembrana seperti peringatan hari jadi PU.

Baca Juga:  Dilanda Longsor, 253 KK di Dua Banjar di Busungbiu Terisolir

“Bagaimanapun juga beliau ini pernah berjasa bagi Jembrana dimana tadi saya dengar, di masa mudanya dulu Pak Soken  

pernah ikut membangun jalan bahkan sampai di Bunut Bolong Pekutatan. Ini juga bagian dari apresiasi kepada senior-senior kita terdahulu, “ ungkapnya.

Perbekel Pohsanten Gusti  Agung Kade Sultra Gunadi Putra mengatakan, rumah Wayan Soken  sudah masuk usulan untuk  mendapat bantuan bedah rumah.

Namun sempat tertunda dikarenakan ada sengketa kepemilikan rumah antara keluarga. Namun persoalan itu sudah terselesaikan

dengan baik dimana keluarga Soken saat ini sudah memiliki sertifikat sah hak milik,  yang kepengurusannya dibantu menggunakan prona. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/