alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Terowongan di Area Bendungan Bakal Ditutup, Disbud Minta Dipertahankan

SAWAN –  Penemuan terowongan saat proses penggalian bendungan Tamblang, Sawan, mengejutkan para pekerja.

Diduga kuat terowongan itu dibuat manusia. Sebab bentuk terowongan sangat rapi. Tingginya mencapai 170 centimeter dengan lebar 80 centimeter.

Diperkirakan terowongan itu tersambung dengan terowongan lain. Sebab para pekerja juga menemukan terowongan serupa di sisi hilir proyek bendungan.

Terkait temuan itu kontraktor pelaksana proyek kemungkinan besar tak akan mempertahankan terowongan tersebut. Rencananya terowongan akan ditutup dengan teknik tertentu.

Sebab bila dipertahankan, dikhawatirkan terowongan itu justru memicu kebocoran pada tubuh bendungan.

“Posisi terowongan ini ada di area genangan. Sepertinya tidak bisa diselamatkan. Kami akan diskusikan dengan para ahli dan pemilik pekerjaan, sebaiknya ditangani seperti apa.

Menurut kami, kalau terowongan ini dipertahankan, justru kami khawatir akan memicu kebocoran,” kata Tenaga Ahli Geologi Pembangunan Bendungan Tamblang, Heri Suwondo.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Buleleng begitu menerima laporan temuan terowongan itu, segera melakukan pengecekan di lokasi.

Pengecekan dilakukan oleh Kepala Disbud Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara bersama stafnya. Terhadap temuan terowongan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Kalau memang ada terowongan yang tidak masuk areal genangan, kami harap bisa dipertahankan. Karena ini warisan budaya terkait tata kelola air.

Kalau bisa dibuatkan narasi tersendiri, tentu ini akan mendukung fungsi lain dari bendungan,” ujar Dody. 



SAWAN –  Penemuan terowongan saat proses penggalian bendungan Tamblang, Sawan, mengejutkan para pekerja.

Diduga kuat terowongan itu dibuat manusia. Sebab bentuk terowongan sangat rapi. Tingginya mencapai 170 centimeter dengan lebar 80 centimeter.

Diperkirakan terowongan itu tersambung dengan terowongan lain. Sebab para pekerja juga menemukan terowongan serupa di sisi hilir proyek bendungan.

Terkait temuan itu kontraktor pelaksana proyek kemungkinan besar tak akan mempertahankan terowongan tersebut. Rencananya terowongan akan ditutup dengan teknik tertentu.

Sebab bila dipertahankan, dikhawatirkan terowongan itu justru memicu kebocoran pada tubuh bendungan.

“Posisi terowongan ini ada di area genangan. Sepertinya tidak bisa diselamatkan. Kami akan diskusikan dengan para ahli dan pemilik pekerjaan, sebaiknya ditangani seperti apa.

Menurut kami, kalau terowongan ini dipertahankan, justru kami khawatir akan memicu kebocoran,” kata Tenaga Ahli Geologi Pembangunan Bendungan Tamblang, Heri Suwondo.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan Buleleng begitu menerima laporan temuan terowongan itu, segera melakukan pengecekan di lokasi.

Pengecekan dilakukan oleh Kepala Disbud Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara bersama stafnya. Terhadap temuan terowongan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Kalau memang ada terowongan yang tidak masuk areal genangan, kami harap bisa dipertahankan. Karena ini warisan budaya terkait tata kelola air.

Kalau bisa dibuatkan narasi tersendiri, tentu ini akan mendukung fungsi lain dari bendungan,” ujar Dody. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/