alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Cantik Tak Harus Ke Korea, Bali Bakal Diproyeksi Jadi Health Tourism

NUSA DUA – Di tengah wabah pandemi, sejumlah investor kesehatan berkumpul di Bali.

Mereka hadir dalam acara Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat (3/12/2021).

 

Health Business Gathering sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan untuk memperkuat hubungan persahabatan, mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta mempromosikan kerjasama kesehatan dengan negara-negara mitra di seluruh dunia.

 

Acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan transformasi kesehatan Indonesia 2021-2024 serta untuk memfasilitasi dan menjalin komunikasi antar pengambil kebijakan dari Indonesia dan negara mitra, baik dari sektor pemerintah, institusi kesehatan, universitas, rumah sakit maupun industri.

 

- Advertisement -

Hal ini juga sekaligus mempercepat terselenggaranya potensi kerja sama kesehatan antar pemangku kepentingan, khususnya di bidang kefarmasian dan alat kesehatan, layanan kesehatan, dan tenaga kesehatan sebagai sumber daya manusia.

 

“Health Business Gathering merupakan wujud Pemerintah Indonesia terus meningkatkan pembangunan nasional dengan mengutamakan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam acara tersebut.

 

Dikatakan, Indonesia perlu memperkuat kemampuan dalam memprediksi dan merespon kemungkinan terjadinya krisis di masa depan dengan selalu aktif memperbarui dan mengawasi sistem informasi, penguatan kapasitas industri dalam negeri, kemampuan logistik dan pemerataan distribusi produk dalam negeri.

 

Baca Juga:  AWAS! BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah di Bali Alami Kekeringan Ekstrem

Kementerian Kesehatan juga mendorong para peneliti, inventor, universitas, perusahaan dan rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam rangka mengembangkan pusat bioteknologi dan menetapkan kebijakan untuk memberikan insentif pada kegiatan penelitian dan pengembangan industri kesehatan.

 

Kerjasama domestik dan internasional juga diharapkan mampu menyediakan produk dan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

 

Tak hanya di bidang kesehatan, pemerintah berusaha menjamin ketersediaan berbagai macam produk dalam negeri, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, mendorong penguasaan teknologi dan inovasi produk dalam negeri, serta mempercepat kemandirian melalui kerja sama dengan para negara sahabat.

 

Mulai dari mereformasi alur ketersediaan material, mendesain ulang industri, membangun infrastruktur digital nasional untuk menarik dan mempermudah investasi asing dalam kemandirian produk dalam negeri.

 

Acara Health Business Gathering dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember 2021 secara virtual dan tatap muka dengan mengundang dan melibatkan Kementerian serta Lembaga lain yang terkait, perwakilan dari negara sahabat, institusi kesehatan, universitas, rumah sakit, pelaku industri yang tergabung di berbagai asosiasi dan para profesional di bidang kesehatan.

 

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tanggal 3 Desember 2021.

 

Topik dan isu strategis bidang kesehatan yang akan dibahas pada acara Health Business Gathering antara lain, Kebijakan investasi pada sektor kesehatan, Regulasi sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam upaya resiliensi dan kemandirian, Regulasi izin edar obat dan vaksin di Indonesia dan di era pandemi, Kerangka kerja strategis dalam rangka reformasi kesehatan.

Baca Juga:  Telaga Tirtanadi: Pancoran Solas di Tabanan yang sedang Naik Daun

 

Lainnya, juga membahas terkait dinamika kefarmasian dan alat kesehatan di Indonesia, Situasi terkini industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia, Peluang alih teknologi kefarmasian dan alat kesehatan dan Infrastruktur PCR untuk surveilans strategis.

 

Rangkaian kegiatan Health Business Gathering juga menampilkan Pameran Virtual Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Pameran Virtual Sediaan Farmasi yang sudah mampu diproduksi di Indonesia. Kegiatan Business Matching yang diikuti oleh industri alat Kesehatan dan farmasi baik dari dalam maupun luar negeri serta Presentasi Program (Project Presentation) yang akan disampaikan oleh Universitas / Institusi Penelitian / Industri Alat Kesehatan dan Farmasi.

 

Salah satunya yang juga ingin dicapai adalah menjadikan Bali sebagai wisata kesehata dunia. Hal tersebut disampaikan Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM usai acara kepada radarbali.id.

 

“Bali mau dijadikan health tourism. Jadi misalnya seperti urusan kecantikan, tidak ke Korea, tapi ke Bali. Misalnya operasi kecantikan di Ubud gitu , kan enak. Saya juga minta nanti Sanglah juga siap-siap soal ini,” singkatnya. 

- Advertisement -

NUSA DUA – Di tengah wabah pandemi, sejumlah investor kesehatan berkumpul di Bali.

Mereka hadir dalam acara Health Business Gathering 2021 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat (3/12/2021).

 

Health Business Gathering sendiri diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan untuk memperkuat hubungan persahabatan, mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta mempromosikan kerjasama kesehatan dengan negara-negara mitra di seluruh dunia.

 

Acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan transformasi kesehatan Indonesia 2021-2024 serta untuk memfasilitasi dan menjalin komunikasi antar pengambil kebijakan dari Indonesia dan negara mitra, baik dari sektor pemerintah, institusi kesehatan, universitas, rumah sakit maupun industri.

 

Hal ini juga sekaligus mempercepat terselenggaranya potensi kerja sama kesehatan antar pemangku kepentingan, khususnya di bidang kefarmasian dan alat kesehatan, layanan kesehatan, dan tenaga kesehatan sebagai sumber daya manusia.

 

“Health Business Gathering merupakan wujud Pemerintah Indonesia terus meningkatkan pembangunan nasional dengan mengutamakan sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam acara tersebut.

 

Dikatakan, Indonesia perlu memperkuat kemampuan dalam memprediksi dan merespon kemungkinan terjadinya krisis di masa depan dengan selalu aktif memperbarui dan mengawasi sistem informasi, penguatan kapasitas industri dalam negeri, kemampuan logistik dan pemerataan distribusi produk dalam negeri.

 

Baca Juga:  AWAS! BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah di Bali Alami Kekeringan Ekstrem

Kementerian Kesehatan juga mendorong para peneliti, inventor, universitas, perusahaan dan rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam rangka mengembangkan pusat bioteknologi dan menetapkan kebijakan untuk memberikan insentif pada kegiatan penelitian dan pengembangan industri kesehatan.

 

Kerjasama domestik dan internasional juga diharapkan mampu menyediakan produk dan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

 

Tak hanya di bidang kesehatan, pemerintah berusaha menjamin ketersediaan berbagai macam produk dalam negeri, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, mendorong penguasaan teknologi dan inovasi produk dalam negeri, serta mempercepat kemandirian melalui kerja sama dengan para negara sahabat.

 

Mulai dari mereformasi alur ketersediaan material, mendesain ulang industri, membangun infrastruktur digital nasional untuk menarik dan mempermudah investasi asing dalam kemandirian produk dalam negeri.

 

Acara Health Business Gathering dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember 2021 secara virtual dan tatap muka dengan mengundang dan melibatkan Kementerian serta Lembaga lain yang terkait, perwakilan dari negara sahabat, institusi kesehatan, universitas, rumah sakit, pelaku industri yang tergabung di berbagai asosiasi dan para profesional di bidang kesehatan.

 

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada tanggal 3 Desember 2021.

 

Topik dan isu strategis bidang kesehatan yang akan dibahas pada acara Health Business Gathering antara lain, Kebijakan investasi pada sektor kesehatan, Regulasi sediaan farmasi dan alat kesehatan dalam upaya resiliensi dan kemandirian, Regulasi izin edar obat dan vaksin di Indonesia dan di era pandemi, Kerangka kerja strategis dalam rangka reformasi kesehatan.

Baca Juga:  Posko Sutasoma Dibongkar, Donasi Diarahkan ke Pengungsi Mandiri

 

Lainnya, juga membahas terkait dinamika kefarmasian dan alat kesehatan di Indonesia, Situasi terkini industri farmasi dan alat kesehatan di Indonesia, Peluang alih teknologi kefarmasian dan alat kesehatan dan Infrastruktur PCR untuk surveilans strategis.

 

Rangkaian kegiatan Health Business Gathering juga menampilkan Pameran Virtual Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri dan Pameran Virtual Sediaan Farmasi yang sudah mampu diproduksi di Indonesia. Kegiatan Business Matching yang diikuti oleh industri alat Kesehatan dan farmasi baik dari dalam maupun luar negeri serta Presentasi Program (Project Presentation) yang akan disampaikan oleh Universitas / Institusi Penelitian / Industri Alat Kesehatan dan Farmasi.

 

Salah satunya yang juga ingin dicapai adalah menjadikan Bali sebagai wisata kesehata dunia. Hal tersebut disampaikan Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM usai acara kepada radarbali.id.

 

“Bali mau dijadikan health tourism. Jadi misalnya seperti urusan kecantikan, tidak ke Korea, tapi ke Bali. Misalnya operasi kecantikan di Ubud gitu , kan enak. Saya juga minta nanti Sanglah juga siap-siap soal ini,” singkatnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/