alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Ratusan Prajurit Raider 900/SBW Lakukan Simulasi Tempur di Perkotaan

SINGARAJA– Para prajurit dari Batalyon Infanteri Raider 900/SBW kembali dikerahkan melakukan simulasi pertempuran.

Bila biasanya pertempuran dilakukan di kawasan hutan, kali ini simulasi pertempuran dilakukan di wilayah perkotaan.

Simulasi itu dilangsungkan di kawasan Kelurahan Gilimanuk. Simulasi berlangsung sejak Rabu (1/12) hingga Jumat (3/12) kemarin.

Tercatat ada 270 orang prajurit infanteri yang terlibat. Mereka berasal dari Kompi Senapan A, Kompi Senapan B, Kompi Senapan C, Kompi Bantuan, serta Markas Yonif Raider 900.

Dalam simulasi itu, prajurit harus menghadapi skenario tertentu.

Dalam skenario, diceritakan bahwa kawasan Gilimanuk telah dikuasai oleh Gerakan Bali Merdeka. Dampaknya sejumlah objek strategis, seperti pelabuhan dan pembangkit listrik, dikuasai kelompok separatis.

Baca Juga:  Pangdam Cek Kesiapan Satgas Pamtas

Berdasarkan hasil pengintaian prajurit raider, kelompok separatis rupanya menggunakan rumah penduduk sebagai markas komando.

- Advertisement -

Selain itu beberapa rumah penduduk juga dimanfaatkan sebagai gudang logistik, gudang amunisi, serta lokasi persembunyian.

Berbekal informasi tersebut, prajurit langsung menyusun rencana penyergapan dan penyerbuan.

Dalam waktu singkat, kelompok separatis itu berhasil dilumpuhkan. Objek vital pun berhasil direbut kembali, setelah dikuasai selama hampir tiga hari oleh kelompok separatis.

Komandan Yonif Raider 900/SBW, Letkol Inf Teguh Dwi Raharja mengatakan, latihan tersebut dilakukan untuk memastikan kemampuan prajurit.

“Supaya kemampuan mereka tetap terpelihara ketika melakukan pertempuran kota. Apalagi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara ini ada banyak objek strategis,” kata Teguh di Singaraja.

Baca Juga:  Perbekel Anshari Diberondong 30 Pertanyaan, Jaksa Buleleng Bilang…

Teguh juga meminta seluruh prajuritnya mempersiapkan diri dengan baik. Sebab dalam beberapa bulan kedepan di Provinsi Bali akan berlangsung agenda Konferensi G-20.

Dalam konferensi itu, kepala negara dari 20 negara yang memiliki perekonomian besar di dunia, serta negara-negara Eropa, akan melangsungkan pertemuan.

“Tentu untuk menghadapi acara itu, prajurit harus mempersiapkan diri dengan baik. Mereka harus siap menghadapi berbagai jenis skenario gangguan pertahanan,” tegasnya. 

- Advertisement -

SINGARAJA– Para prajurit dari Batalyon Infanteri Raider 900/SBW kembali dikerahkan melakukan simulasi pertempuran.

Bila biasanya pertempuran dilakukan di kawasan hutan, kali ini simulasi pertempuran dilakukan di wilayah perkotaan.

Simulasi itu dilangsungkan di kawasan Kelurahan Gilimanuk. Simulasi berlangsung sejak Rabu (1/12) hingga Jumat (3/12) kemarin.

Tercatat ada 270 orang prajurit infanteri yang terlibat. Mereka berasal dari Kompi Senapan A, Kompi Senapan B, Kompi Senapan C, Kompi Bantuan, serta Markas Yonif Raider 900.

Dalam simulasi itu, prajurit harus menghadapi skenario tertentu.

Dalam skenario, diceritakan bahwa kawasan Gilimanuk telah dikuasai oleh Gerakan Bali Merdeka. Dampaknya sejumlah objek strategis, seperti pelabuhan dan pembangkit listrik, dikuasai kelompok separatis.

Baca Juga:  Pangdam Akan Proses Personel Terlibat Secara Hukum Militer

Berdasarkan hasil pengintaian prajurit raider, kelompok separatis rupanya menggunakan rumah penduduk sebagai markas komando.

Selain itu beberapa rumah penduduk juga dimanfaatkan sebagai gudang logistik, gudang amunisi, serta lokasi persembunyian.

Berbekal informasi tersebut, prajurit langsung menyusun rencana penyergapan dan penyerbuan.

Dalam waktu singkat, kelompok separatis itu berhasil dilumpuhkan. Objek vital pun berhasil direbut kembali, setelah dikuasai selama hampir tiga hari oleh kelompok separatis.

Komandan Yonif Raider 900/SBW, Letkol Inf Teguh Dwi Raharja mengatakan, latihan tersebut dilakukan untuk memastikan kemampuan prajurit.

“Supaya kemampuan mereka tetap terpelihara ketika melakukan pertempuran kota. Apalagi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara ini ada banyak objek strategis,” kata Teguh di Singaraja.

Baca Juga:  Danlanal Ajak Umat Muslim Jaga Nilai Kehidupan dan Keutuhan NKRI

Teguh juga meminta seluruh prajuritnya mempersiapkan diri dengan baik. Sebab dalam beberapa bulan kedepan di Provinsi Bali akan berlangsung agenda Konferensi G-20.

Dalam konferensi itu, kepala negara dari 20 negara yang memiliki perekonomian besar di dunia, serta negara-negara Eropa, akan melangsungkan pertemuan.

“Tentu untuk menghadapi acara itu, prajurit harus mempersiapkan diri dengan baik. Mereka harus siap menghadapi berbagai jenis skenario gangguan pertahanan,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/