alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Sial, Nekat Daki Gunung Agung, Malah Tantang Berkelahi Relawan

AMLAPURA – Meski sudah ada pemasangan portal besi untuk mencegah wisatawan naik Gunung Agung, lagi-lagi ada wisatawan asing nekat naik ke puncak Gunung Agung secara diam- diam.

Kali ini pelakunya dua warga Australia. Dua Aussie itu naik sekitar pukul 03.00 dini hari. Ini terlihat dari relawan Pasebaya dari lampu senter yang digunakan kedua pendaki tersebut. 

Mereka adalah Ricky Tonacia, 34, dan Jack Dennard, 26. Ulah mereka ini menambah daftar wisatawan asing yang melabrak larangan mendaki ke puncak gunung tertinggi di Bali itu selama erupsi.

Aksi nekat dua bule yang menginap di Hotel Raya Canggu, Badung, ini berawal dari kerja sama dengan guide freelance untuk mengelabui petugas termasuk relawan Jagabaya.

Guide dan sopir mengantar kedua tamu tersebut dengan menurunkan di bawah Pura Pasar Agung tepat di portal yang dipasang di Dusun Sogra.

Baca Juga:  Rindu Kampung Halaman, Anak Pengungsi Bikin Lomba Balap Karung

 Dua guide freelance yang mengantarnya adalah I Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana, 24,  dan rekannya I Gusti Gede Putu Merta, 51. 

Dari portal tersebut kedua bule ini naik melalui jalur Pura Pasar Agung Selat. Sementara kedua guide yang mengantar langsung pergi menjauh.

Guide ini sudah berjanji akan menjemput tamunya tersebut jika sudah selesai mendaki. Begitu mendapat laporan,

relawan Pasebaya Jagabaya Lingkar Gunung Agung dipimpin Gde Pawana langsung menuju Pura Pasar Agung sekitar pukul 09.00.

Tidak lama kemudian datang mobil APV Silver DK 1681 OS yang dikemudikan Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana bersama ayahnya Gusti Gede Putu Merta.

Relawan Pasebaya langsung melakukan interogasi kepada kedua guide tersebut yang hendak menjemput tamunya.

Baca Juga:  Mohon Keselamatan, 12 Sulinggih Pimpin Persembahyangan Bersama

Keduanya juga sempat diajak ke Mapolsek Selat untuk dimintai keterangan. Tim relawan bersama aparat Polsek Selat juga dari Koramil Selat langsung naik ke Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 10.25 kedua bule berbadan atletis tersebut turun dengan wajah lusuh. Awalnya kedua bule tersebut didekati relawan  Pasebaya Duda Utara  Nyoman Eka Semaputra bersama dengan Made Renga.

Saat itu, Eka langsung bertanya dan berupaya mengabadikan keduanya dengan memotret pakai ponsel.

Namun, si bule malah marah dan tidak terima. Mereka sempat merebut kamera yang dipegang Eka. Terjadi tarik menarik antara Eka dan salah satu dari bule tersebut.

Mereka juga menantang relawan untuk berkelahi. Untung saja para relawan masih berusaha sabar. Sehingga perkelahian tak terjadi. 



AMLAPURA – Meski sudah ada pemasangan portal besi untuk mencegah wisatawan naik Gunung Agung, lagi-lagi ada wisatawan asing nekat naik ke puncak Gunung Agung secara diam- diam.

Kali ini pelakunya dua warga Australia. Dua Aussie itu naik sekitar pukul 03.00 dini hari. Ini terlihat dari relawan Pasebaya dari lampu senter yang digunakan kedua pendaki tersebut. 

Mereka adalah Ricky Tonacia, 34, dan Jack Dennard, 26. Ulah mereka ini menambah daftar wisatawan asing yang melabrak larangan mendaki ke puncak gunung tertinggi di Bali itu selama erupsi.

Aksi nekat dua bule yang menginap di Hotel Raya Canggu, Badung, ini berawal dari kerja sama dengan guide freelance untuk mengelabui petugas termasuk relawan Jagabaya.

Guide dan sopir mengantar kedua tamu tersebut dengan menurunkan di bawah Pura Pasar Agung tepat di portal yang dipasang di Dusun Sogra.

Baca Juga:  Rindu Kampung Halaman, Anak Pengungsi Bikin Lomba Balap Karung

 Dua guide freelance yang mengantarnya adalah I Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana, 24,  dan rekannya I Gusti Gede Putu Merta, 51. 

Dari portal tersebut kedua bule ini naik melalui jalur Pura Pasar Agung Selat. Sementara kedua guide yang mengantar langsung pergi menjauh.

Guide ini sudah berjanji akan menjemput tamunya tersebut jika sudah selesai mendaki. Begitu mendapat laporan,

relawan Pasebaya Jagabaya Lingkar Gunung Agung dipimpin Gde Pawana langsung menuju Pura Pasar Agung sekitar pukul 09.00.

Tidak lama kemudian datang mobil APV Silver DK 1681 OS yang dikemudikan Gusti Putu Ngurah Bagus Pradnyana bersama ayahnya Gusti Gede Putu Merta.

Relawan Pasebaya langsung melakukan interogasi kepada kedua guide tersebut yang hendak menjemput tamunya.

Baca Juga:  Koster Dapat Penghargaan PPKM Terbaik, 1,5 Bulan PPKM = 1.180 Kematian

Keduanya juga sempat diajak ke Mapolsek Selat untuk dimintai keterangan. Tim relawan bersama aparat Polsek Selat juga dari Koramil Selat langsung naik ke Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 10.25 kedua bule berbadan atletis tersebut turun dengan wajah lusuh. Awalnya kedua bule tersebut didekati relawan  Pasebaya Duda Utara  Nyoman Eka Semaputra bersama dengan Made Renga.

Saat itu, Eka langsung bertanya dan berupaya mengabadikan keduanya dengan memotret pakai ponsel.

Namun, si bule malah marah dan tidak terima. Mereka sempat merebut kamera yang dipegang Eka. Terjadi tarik menarik antara Eka dan salah satu dari bule tersebut.

Mereka juga menantang relawan untuk berkelahi. Untung saja para relawan masih berusaha sabar. Sehingga perkelahian tak terjadi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/