alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Tetap Wajibkan Bayar UKT di Masa Sulit, Rektor Unud Didemo Mahasiswa

JIMBARAN – Kebijakan pihak Rektorat Universitas Udayana (Unud) untuk tidak memberikan kompensasi dan keringanan bagi mahasiswanya di tengah pandemi Covid-19 memicu polemik.

 

Bahkan, meski dalam kondisi paceklik akibat wabah Covid-19, pihak rektorat Unud tetap mewajibkan mahasiswanya untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT).

 

Akibat kebijakan itu, rektor Unud, Selasa siang (5/1) didemo.

 

Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas mendatangi gedung Rektorat Unud di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

 

Kedatangan perwakilan mahasiswa ini untuk menyampaikan aspirasi terkait UKT yang mereka anggap sangat membebani di masa sulit.

 

Selain melakukan orasi di depan gedung rektorat, puluhan mahasiswa juga menyampaikan aspirasi mereka di sejumlah media social.

Baca Juga:  Objek Wisata Mulai Buka, Pergerakan Penumpang di Bandara Naik Pesat

 

Hingga akhirnya, pihak rektorat menemui mahasiswa pada pukul 15.00 WITA.

 

“Kami berdialog soal UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena berlangsung sangat cepat, sehingga belum ada kejelasan terkait pembahasan UKT ini,” ujar Ali, perwakilan dari Aliansi Satu Udayana ini saat dikonfirmasi usai aksi ini.

 

Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam pembayaran UKT semester ini. Namun, rektor Unud pun terlihat tergesa-gesa dan kemudian masuk ke dalam mobil. Sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan pihak keamanan kampus. Dialog alot pun terjadi.

 

Tak lama kemudian, Pembantu Rektor IV Unud akhirnya menemui mahasiswa.

Pada  kesempatan itu, mahasiswa kemudian memberikan kajian dan dasar serta meminta untuk beraudiensi terbuka untuk publik.

Baca Juga:  CATAT! Pengedar Narkoba Saat Covid-19 Terancam Seumur Hidup

 

“Besok kami diterima untuk beraudiensi,” sambung Ali.

 

Audiensi ini dilakukan oleh 10 perwakilan mahasiswa nantinya untuk membahas sejumlah tuntutan mahasiswa.

 

Diantaranya, timeline pembayaran UKT yang tumpang tindih dengan waktu pengajuan keringanan UKT, tuntutan pembebasan UKT untuk seluruh mahasiswa golongan UKT 1 dan 2 dan pemberian diskon 50 persen bagi seluruh mahasiswa golongfan UKT 3,4 dan 5.



JIMBARAN – Kebijakan pihak Rektorat Universitas Udayana (Unud) untuk tidak memberikan kompensasi dan keringanan bagi mahasiswanya di tengah pandemi Covid-19 memicu polemik.

 

Bahkan, meski dalam kondisi paceklik akibat wabah Covid-19, pihak rektorat Unud tetap mewajibkan mahasiswanya untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT).

 

Akibat kebijakan itu, rektor Unud, Selasa siang (5/1) didemo.

 

Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas mendatangi gedung Rektorat Unud di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

 

Kedatangan perwakilan mahasiswa ini untuk menyampaikan aspirasi terkait UKT yang mereka anggap sangat membebani di masa sulit.

 

Selain melakukan orasi di depan gedung rektorat, puluhan mahasiswa juga menyampaikan aspirasi mereka di sejumlah media social.

Baca Juga:  Dihantam Covid-19, Pekerja Wisata Tuntut Pengusaha Pariwisata Jujur

 

Hingga akhirnya, pihak rektorat menemui mahasiswa pada pukul 15.00 WITA.

 

“Kami berdialog soal UKT (Uang Kuliah Tunggal). Karena berlangsung sangat cepat, sehingga belum ada kejelasan terkait pembahasan UKT ini,” ujar Ali, perwakilan dari Aliansi Satu Udayana ini saat dikonfirmasi usai aksi ini.

 

Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam pembayaran UKT semester ini. Namun, rektor Unud pun terlihat tergesa-gesa dan kemudian masuk ke dalam mobil. Sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan pihak keamanan kampus. Dialog alot pun terjadi.

 

Tak lama kemudian, Pembantu Rektor IV Unud akhirnya menemui mahasiswa.

Pada  kesempatan itu, mahasiswa kemudian memberikan kajian dan dasar serta meminta untuk beraudiensi terbuka untuk publik.

Baca Juga:  CATAT! Pengedar Narkoba Saat Covid-19 Terancam Seumur Hidup

 

“Besok kami diterima untuk beraudiensi,” sambung Ali.

 

Audiensi ini dilakukan oleh 10 perwakilan mahasiswa nantinya untuk membahas sejumlah tuntutan mahasiswa.

 

Diantaranya, timeline pembayaran UKT yang tumpang tindih dengan waktu pengajuan keringanan UKT, tuntutan pembebasan UKT untuk seluruh mahasiswa golongan UKT 1 dan 2 dan pemberian diskon 50 persen bagi seluruh mahasiswa golongfan UKT 3,4 dan 5.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/