alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

CATAT! Tahun Ini Tak Ada Angkutan Gratis untuk Siswa Di Tabanan

 

TABANAN- Tahun 2022 ini layanan angkutan gratis siswa Trans Serasi dipastikan tidak akan beroperasi. Pasalnya, Pemkab Tabanan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengoperasikan angkutan siswa tersebut.

 

Sekadar diketahui layanan angkutan siswa gratis Trans Serasi dulunya digagas oleh mantan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti. Angkutan Trans Serasi bekerjasama dengan pihak ketiga penyedia angkutan di Tabanan.

 

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Made Yasa mengatakan, tahun ini layanan angkutan Trans Serasi tidak beroperasi. Ini karena Pemkab Tabanan tidak memiliki anggaran untuk mengoperasikan layanan angkutan tersebut. Meski pihaknya sudah mengusulkan.

 

“Iya, kami tidak operasikan Trans Serasi bagi siswa sekolah tahun ini. Karena tidak ada anggaran dampak Covid-19 dan juga adanya di refocusing,” ungkap Kepala I Made Yasa saat dikonfirmasi Selasa (4/1).

 

Made Yasa menyebut, selain keterbatasan anggaran, juga karena masih berlakunya penerapan PPKM di Bali. Meskipun saat ini obyek yang diangkut dalam hal ini siswa sudah melaksanakan uji coba PTM secara 100 persen. Ditakutkan nanti siswa belum tentu bisa menerapkan prokes terutama jaga jarak di dalam armada.

Baca Juga:  Duh, RSUD Buleleng Kehabisan Obat Penurun Panas, Kok Bisa?

 

“Untuk anggaran saya belum hafal karena baru (menjabat) di sini. Yang jelas untuk tahun ini 2022 tidak dianggarkan karena keterbatasan anggaran dan juga PPKM itu. Selain itu, sebelumnya anggaran juga di refocusing untuk dialihkan ke kesehatan,” terangnya.

 

Disinggung mengenai jika ada anggaran dan pandemi berakhir tahun ini dan aktivitas mulai normal seperti sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan ini mengungkapkan bahwa tetap akan melihat perkembangan situasi dan paling utama ketersediaan anggaran. Menurutnya, jika memang nanti memungkinkan, akan melakukan pengajuan anggaran di APBD 2022 Perubahan.

 

“Kita lihat perkembangan sekolah dan perkembangan anggarannya juga. Rencananya jika ada perintah pasti kita akan usulkan lagi. Secara kebijakan kita tetap mengajukan ke TAPD dulu. Nanti untuk penentuannya kan melihat anggaran yang tersedia dan kebijakan pimpinan. Apalagi untuk anggaran Trans Serasi ini kan tidak masuk APBD,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cegah Laka Laut saat Arus Mudik, Gencar Patroli Laut di Selat Bali

 

“Kemudian kita ketahui anggaran mobil dinas juga dikurangi sehingga masih belum memungkinkan sepertinya untuk angkutan siswa,” tandasnya.

 

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, A. A. Ngurah Dalem Trisna menyebutkan hal senada dengan Kadis Perhubungan Tabanan. Dia menyebutkan sejumlah pos anggaran terpaksa dihapus dari perencanaan anggaran karena tak bersifat urgen. Mengingat kondisi saat ini obyek yang diangkut yakni siswa masih belum maksimal belajar.

 

Namun, kata dia, sesuai data sebelumnya anggaran untuk angkutan siswa tersebut pada 2019 senilai Rp 14,4 Miliar lebih. Jumlah tersebut digunakan untuk pembelian layanan angkutan trans serasi, ratusan operator seluruh kendaraan.

 

“Sesuai data, 2019 lalu anggaranya seperti itu. Itu untuk semua operasional dan juga pembelian layanan angkutan siswa,” tandasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

 

TABANAN- Tahun 2022 ini layanan angkutan gratis siswa Trans Serasi dipastikan tidak akan beroperasi. Pasalnya, Pemkab Tabanan tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengoperasikan angkutan siswa tersebut.

 


Sekadar diketahui layanan angkutan siswa gratis Trans Serasi dulunya digagas oleh mantan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti. Angkutan Trans Serasi bekerjasama dengan pihak ketiga penyedia angkutan di Tabanan.

 

Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Made Yasa mengatakan, tahun ini layanan angkutan Trans Serasi tidak beroperasi. Ini karena Pemkab Tabanan tidak memiliki anggaran untuk mengoperasikan layanan angkutan tersebut. Meski pihaknya sudah mengusulkan.

 

“Iya, kami tidak operasikan Trans Serasi bagi siswa sekolah tahun ini. Karena tidak ada anggaran dampak Covid-19 dan juga adanya di refocusing,” ungkap Kepala I Made Yasa saat dikonfirmasi Selasa (4/1).

 

Made Yasa menyebut, selain keterbatasan anggaran, juga karena masih berlakunya penerapan PPKM di Bali. Meskipun saat ini obyek yang diangkut dalam hal ini siswa sudah melaksanakan uji coba PTM secara 100 persen. Ditakutkan nanti siswa belum tentu bisa menerapkan prokes terutama jaga jarak di dalam armada.

Baca Juga:  Selama Isolasi Wilayah di Panjer, Jam Operasi Tempat Usaha Dibatasi

 

“Untuk anggaran saya belum hafal karena baru (menjabat) di sini. Yang jelas untuk tahun ini 2022 tidak dianggarkan karena keterbatasan anggaran dan juga PPKM itu. Selain itu, sebelumnya anggaran juga di refocusing untuk dialihkan ke kesehatan,” terangnya.

 

Disinggung mengenai jika ada anggaran dan pandemi berakhir tahun ini dan aktivitas mulai normal seperti sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Pariwisata Tabanan ini mengungkapkan bahwa tetap akan melihat perkembangan situasi dan paling utama ketersediaan anggaran. Menurutnya, jika memang nanti memungkinkan, akan melakukan pengajuan anggaran di APBD 2022 Perubahan.

 

“Kita lihat perkembangan sekolah dan perkembangan anggarannya juga. Rencananya jika ada perintah pasti kita akan usulkan lagi. Secara kebijakan kita tetap mengajukan ke TAPD dulu. Nanti untuk penentuannya kan melihat anggaran yang tersedia dan kebijakan pimpinan. Apalagi untuk anggaran Trans Serasi ini kan tidak masuk APBD,” ungkapnya.

Baca Juga:  [Lagi] Hasil Rapid Test, 2 Pekerja Migran Asal Jembrana Positif Corona

 

“Kemudian kita ketahui anggaran mobil dinas juga dikurangi sehingga masih belum memungkinkan sepertinya untuk angkutan siswa,” tandasnya.

 

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan, A. A. Ngurah Dalem Trisna menyebutkan hal senada dengan Kadis Perhubungan Tabanan. Dia menyebutkan sejumlah pos anggaran terpaksa dihapus dari perencanaan anggaran karena tak bersifat urgen. Mengingat kondisi saat ini obyek yang diangkut yakni siswa masih belum maksimal belajar.

 

Namun, kata dia, sesuai data sebelumnya anggaran untuk angkutan siswa tersebut pada 2019 senilai Rp 14,4 Miliar lebih. Jumlah tersebut digunakan untuk pembelian layanan angkutan trans serasi, ratusan operator seluruh kendaraan.

 

“Sesuai data, 2019 lalu anggaranya seperti itu. Itu untuk semua operasional dan juga pembelian layanan angkutan siswa,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/