alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Habis Kesabaran Gegara Gaji Dipotong, Pegawai PT. TMJA Geruduk DPRD

SINGARAJA – Puluhan karyawan di PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi (TMJA), mendatangi gedung DPRD Buleleng pada Rabu (5/1) pagi.

Mereka mengadukan nasib mereka di perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan dengan merk Yeh Buleleng itu.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Dalam pengaduannya, karyawan menyebut selama 1,5 tahun terakhir tidak pernah menerima kepastian soal gaji.

Mereka hanya menerima uang kasbon yang jauh di bawah standar gaji. Dalam sepekan mereka hanya menerima bayaran sebesar Rp 200.000 atau Rp 800.000 sebulan. Jumlah itu hanya sepertiga dari upah rata-rata karyawan.

“Kalau dihitung-hitung, sampai sekarang 7 bulan gaji kami belum dibayar perusahaan. Padahal produksi masih jalan. Malah masih ada lembur,” ungkap Nyoman Sumiarta, salah seorang karyawan.

Baca Juga:  Dihantui ASF dan Corona, Bali Gelar Karya Pemahayu Jagat di Besakih

Pada awal tahun ini, perusahaan disebut melakukan sejumlah efisiensi. Diantaranya memaksa 12 orang karyawan divisi pengiriman melakukan pengunduran diri.

- Advertisement -

Selain itu seusai hasil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan pada akhir Desember 2021 lalu, perusahaan akan memangkas gaji hingga 75 persen. 

“Selama ini kami berusaha diam, kami mengerti kondisi perusahaan. Tapi kalau begini caranya, kami sudah tidak sanggup lagi. Karena hak-hak kami dirampas. Apa yang harus kami makan bersama keluarga,” katanya.

Mendengar keluhan tersebut, Supriatna berjanji akan meminta penjelasan pada manajemen Yeh Buleleng.

Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah strategis. Mengingat Yeh Buleleng adalah anak perusahaan dari Perumda Air Minum Tirta Hita.

Baca Juga:  Ratusan Babi Mati di Empat Kecamatan, Satu Terindikasi Suspect ASF

“Kami berpendapat pemerintah harus komitmen selamatkan perusahaan ini dulu. Karena ada banyak perut yang harus kita selamatkan di sana. Kami harap karyawan bersabar, kami akan berusaha menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

- Advertisement -

SINGARAJA – Puluhan karyawan di PT. Tirta Mumbul Jaya Abadi (TMJA), mendatangi gedung DPRD Buleleng pada Rabu (5/1) pagi.

Mereka mengadukan nasib mereka di perusahaan yang memproduksi air minum dalam kemasan dengan merk Yeh Buleleng itu.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna.

Dalam pengaduannya, karyawan menyebut selama 1,5 tahun terakhir tidak pernah menerima kepastian soal gaji.

Mereka hanya menerima uang kasbon yang jauh di bawah standar gaji. Dalam sepekan mereka hanya menerima bayaran sebesar Rp 200.000 atau Rp 800.000 sebulan. Jumlah itu hanya sepertiga dari upah rata-rata karyawan.

“Kalau dihitung-hitung, sampai sekarang 7 bulan gaji kami belum dibayar perusahaan. Padahal produksi masih jalan. Malah masih ada lembur,” ungkap Nyoman Sumiarta, salah seorang karyawan.

Baca Juga:  Demi Uang, Banyak Eks Pekerja Pariwisata dan Pesiar Beralih Jadi Kurir

Pada awal tahun ini, perusahaan disebut melakukan sejumlah efisiensi. Diantaranya memaksa 12 orang karyawan divisi pengiriman melakukan pengunduran diri.

Selain itu seusai hasil keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan pada akhir Desember 2021 lalu, perusahaan akan memangkas gaji hingga 75 persen. 

“Selama ini kami berusaha diam, kami mengerti kondisi perusahaan. Tapi kalau begini caranya, kami sudah tidak sanggup lagi. Karena hak-hak kami dirampas. Apa yang harus kami makan bersama keluarga,” katanya.

Mendengar keluhan tersebut, Supriatna berjanji akan meminta penjelasan pada manajemen Yeh Buleleng.

Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah strategis. Mengingat Yeh Buleleng adalah anak perusahaan dari Perumda Air Minum Tirta Hita.

Baca Juga:  Miris, Pedagang Keliling Makin Gelisah karena Dagangan Tak Habis

“Kami berpendapat pemerintah harus komitmen selamatkan perusahaan ini dulu. Karena ada banyak perut yang harus kita selamatkan di sana. Kami harap karyawan bersabar, kami akan berusaha menyelesaikan persoalan ini,” katanya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/