alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Mimih, Pesanan Kain Gringsing Kemenkraf untuk Pemimpin Dunia Tak Jelas

AMLAPURA- Beberapa waktu lalu saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Tenganan Pegringsingan dan memesan 120 kain tenun gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.

Namun, hingga saat ini pesanan kain gringsing untuk para delegasi sebagai souvenir tidak jelas kelanjutannya.

 

I Putu Wiadnyana selaku Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan mengungkapkan, pesanan yang berjumlah 120 kain gringsing tersebut masih menunggu kepastian dari Kemenkraf. “Kami terus komunikasi dengan Kemenparekraf. Katanya disuruh menunggu. Karena masih menunggu anggaran. Masih berproses. Waktunya masih lama juga,” ujarnya Selasa (4/1).

 

Nantinya, kata Wiadnyana, kain gringsing yang akan dijadikan souvenir tersebut berbentuk syal. Yakni kain gringsing dengan ukuran panjang 130 cm dan lebar 20 cm. “Kain yang untuk dikaitkan di leher. Kami bisa siapkan dalam jangka enam bulan,” terangnya.

Baca Juga:  Belasan Pegiat Pariwisata Nusa Penida Geruduk Rumah Bupati

 

Namun, meski belum ada kepastian soal pesanan dari Kemenparekraf, para perajin yang berjumlah 40 orang tersebut tetap memproduksi kain grinsing. “Untuk souvenir ini nanti disortir dan diseleksi agar kualitasnya merata. Pasti yang terbaik,” kata Wiadnyana.

 

Untuk motif sendiri nantinya akan dibuat acak. Hanya saja, motif tenun lubeng yang menjadi ikon Tenganan Pegringsingan menjadi yang utama. Hanya dikombinasikan dengan motif lain. “Seperti lubeng dengan cemplon atau lubeng dengan lainnya. Tetap ada motif lubeng sebagai ciri khas tenun Tenganan,” terang Wiadnyana.

 

Hingga saat ini para perajin tenun gringsing tetap memproduksi untuk kebutuhan pasar. Diakui, meski di masa pandemi covid-19, pesanan yang masuk selalu ada. “Rata-rata kami jual Rp 1 juta. Untuk waktu pengerjaan satu kain bisa memakan waktu hingga enam bulan. Saat ini kami masih memenuhi pesanan dari warga lokal,” tandasnya.

Baca Juga:  Dibangun Rp 200 Miliar, Pelabuhan Gunaksa Hancur, Ini Kata Dishub…

 

Seperti diketahui, kunjungan Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno memesan 120 kain tenun gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan G20 di Bali pada Oktober mendatang.

 

Tenun gringsing memang cukup dikenal memiliki keunikan dan kualitas terbaik dalam proses produksinya. Salah satu keunikannya, kain tenun gringsing dibuat dengan teknik ikat ganda yang hanya ada di 3 negara di dunia yaitu Jepang, India dan Indonesia yakni di Tenganan Pegringsingan ini.

- Advertisement -

- Advertisement -

AMLAPURA- Beberapa waktu lalu saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Tenganan Pegringsingan dan memesan 120 kain tenun gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan G20 pada Oktober 2022 mendatang.

Namun, hingga saat ini pesanan kain gringsing untuk para delegasi sebagai souvenir tidak jelas kelanjutannya.

 


I Putu Wiadnyana selaku Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan mengungkapkan, pesanan yang berjumlah 120 kain gringsing tersebut masih menunggu kepastian dari Kemenkraf. “Kami terus komunikasi dengan Kemenparekraf. Katanya disuruh menunggu. Karena masih menunggu anggaran. Masih berproses. Waktunya masih lama juga,” ujarnya Selasa (4/1).

 

Nantinya, kata Wiadnyana, kain gringsing yang akan dijadikan souvenir tersebut berbentuk syal. Yakni kain gringsing dengan ukuran panjang 130 cm dan lebar 20 cm. “Kain yang untuk dikaitkan di leher. Kami bisa siapkan dalam jangka enam bulan,” terangnya.

Baca Juga:  Dibangun Rp 200 Miliar, Pelabuhan Gunaksa Hancur, Ini Kata Dishub…

 

Namun, meski belum ada kepastian soal pesanan dari Kemenparekraf, para perajin yang berjumlah 40 orang tersebut tetap memproduksi kain grinsing. “Untuk souvenir ini nanti disortir dan diseleksi agar kualitasnya merata. Pasti yang terbaik,” kata Wiadnyana.

 

Untuk motif sendiri nantinya akan dibuat acak. Hanya saja, motif tenun lubeng yang menjadi ikon Tenganan Pegringsingan menjadi yang utama. Hanya dikombinasikan dengan motif lain. “Seperti lubeng dengan cemplon atau lubeng dengan lainnya. Tetap ada motif lubeng sebagai ciri khas tenun Tenganan,” terang Wiadnyana.

 

Hingga saat ini para perajin tenun gringsing tetap memproduksi untuk kebutuhan pasar. Diakui, meski di masa pandemi covid-19, pesanan yang masuk selalu ada. “Rata-rata kami jual Rp 1 juta. Untuk waktu pengerjaan satu kain bisa memakan waktu hingga enam bulan. Saat ini kami masih memenuhi pesanan dari warga lokal,” tandasnya.

Baca Juga:  Sinergi Kemendag, Kemeninves, dan Kemenperin Pulihkan Ekonomi

 

Seperti diketahui, kunjungan Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno memesan 120 kain tenun gringsing untuk dihadiahkan kepada para pemimpin dunia yang akan hadir pada perhelatan G20 di Bali pada Oktober mendatang.

 

Tenun gringsing memang cukup dikenal memiliki keunikan dan kualitas terbaik dalam proses produksinya. Salah satu keunikannya, kain tenun gringsing dibuat dengan teknik ikat ganda yang hanya ada di 3 negara di dunia yaitu Jepang, India dan Indonesia yakni di Tenganan Pegringsingan ini.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/