alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Masih Berkutat di Zona Merah, Bupati Sanjaya Ngantor di Kantor Desa

TABANAN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang belum terkendali dan masih berstatus zona merah membuat Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Tabanan

bersama dengan Polres Tabanan dan Kodim 1619/Tabanan menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Tabanan kemarin.

Usai rapat digelar, ada tiga desa menjadi fokus perhatian penanganan Covid-19 lantaran kasus Covid-19 belum mengalami penurunan.

Tiga desa itu memiliki resiko penyebaran Covid-19 tinggi. Di antaranya Desa Banjar Anyar Kediri, Desa Dauh Peken, Tabanan dan Desa Kukuh Kerambitan.

“Ketiga desa ini menjadi titik perhatian agar mampu menurunkan kasus Covid-19 ditengah pemberlakukan PKM skala mikro.

Bila perlu mulai hari ini, saya (Bupati Tabanan) I Komang Gede Sanjaya, Wakil I Made Edi Wirawan, hingga Sekda I Gede Susila pindah tempat kerja.

Mereka akan berkantor di tiga kantor desa yang berstatus zona merah dan menerapkan PKM skala mikro,” kata Bupati Sanjaya.

Baca Juga:  Kedua Anaknya Dirumahkan, Kusir Dokar Sejak Era Sukarno Tetap Bekerja
- Advertisement -

Bupati Sanjaya mengatakan, selaku Bupati Tabanan dirinya akan berkantor di Kantor Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Kebetulan juga dia berasal dari Desa Dauh Peken.

Kemudian, Edi Wirawan wakilnya berkantor di Kantor Desa Banjar Anyar di Kecamatan Kediri. Kebetulan di minggu pertama PPKM Berskala Mikro tahap kedua, desa ini berstatus zona merah lagi.

Padahal sudah sempat turun ke status oranye pada minggu kedua PPKM skala mikro tahap pertama.

Sementara Sekda I Gede Susila rencananya berkantor di salah satu kantor desa di Kecamatan Kerambitan. Kemungkinannya di Desa Kukuh yang sempat berstatus zona merah.

“Mulai besok (hari ini) kami pindah kantor dulu. Berkantor di kantor desa. Kami bagi tugas. Saya di Dauh Pala. Pak Wakil di Banjar Anyar. Terus Pak Sekda di Kerambitan. Di tiga kecamatan ini. Kediri, Tabanan, dan Kerambitan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga:  Kurang Gedung, Dewan Minta Aset Dikuasai Mantan Pejabat Daerah Ditarik

Dia menambahkan, alasan pindah berkantor agar mengetahui kondisi di desa yang melaksanakan PKM skala mikro.

Sehingga pihaknya meminta seluruh pejabat termasuk wakil dan sekda Tabanan untuk turun. Begitu pula dengan dirinya.

“Jadi tidak hanya terima, laporan saja benar mengetahui kondisi di lapangan. Apa sebenarnya yang terjadi. PKM mikro sebatas mana pemberlakuannya,” ungkapnya.  

Sanjaya menyebut penanganan Covid-19 menjadi prioritas tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik.

Di samping tugas lainnya dalam menjalankan program yang sudah dirancang atau direncanakan. “Salah satu ujian atau test case pertama menjalankan visi misi ini, ya menangani Covid-19.

Apalagi Tabanan ini masih zona merah bersama Badung dan Denpasar. Kemarin sempat oranye. Sekarang merah. Kuncinya harus turun (status),” tandasnya. 

- Advertisement -

TABANAN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang belum terkendali dan masih berstatus zona merah membuat Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Tabanan

bersama dengan Polres Tabanan dan Kodim 1619/Tabanan menggelar rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Tabanan kemarin.

Usai rapat digelar, ada tiga desa menjadi fokus perhatian penanganan Covid-19 lantaran kasus Covid-19 belum mengalami penurunan.

Tiga desa itu memiliki resiko penyebaran Covid-19 tinggi. Di antaranya Desa Banjar Anyar Kediri, Desa Dauh Peken, Tabanan dan Desa Kukuh Kerambitan.

“Ketiga desa ini menjadi titik perhatian agar mampu menurunkan kasus Covid-19 ditengah pemberlakukan PKM skala mikro.

Bila perlu mulai hari ini, saya (Bupati Tabanan) I Komang Gede Sanjaya, Wakil I Made Edi Wirawan, hingga Sekda I Gede Susila pindah tempat kerja.

Mereka akan berkantor di tiga kantor desa yang berstatus zona merah dan menerapkan PKM skala mikro,” kata Bupati Sanjaya.

Baca Juga:  Nama Baik Tercemar Ulah Hanis Ngara, Kadishub Serahkan ke Satpol PP

Bupati Sanjaya mengatakan, selaku Bupati Tabanan dirinya akan berkantor di Kantor Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Kebetulan juga dia berasal dari Desa Dauh Peken.

Kemudian, Edi Wirawan wakilnya berkantor di Kantor Desa Banjar Anyar di Kecamatan Kediri. Kebetulan di minggu pertama PPKM Berskala Mikro tahap kedua, desa ini berstatus zona merah lagi.

Padahal sudah sempat turun ke status oranye pada minggu kedua PPKM skala mikro tahap pertama.

Sementara Sekda I Gede Susila rencananya berkantor di salah satu kantor desa di Kecamatan Kerambitan. Kemungkinannya di Desa Kukuh yang sempat berstatus zona merah.

“Mulai besok (hari ini) kami pindah kantor dulu. Berkantor di kantor desa. Kami bagi tugas. Saya di Dauh Pala. Pak Wakil di Banjar Anyar. Terus Pak Sekda di Kerambitan. Di tiga kecamatan ini. Kediri, Tabanan, dan Kerambitan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Kabupaten Tabanan Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

Dia menambahkan, alasan pindah berkantor agar mengetahui kondisi di desa yang melaksanakan PKM skala mikro.

Sehingga pihaknya meminta seluruh pejabat termasuk wakil dan sekda Tabanan untuk turun. Begitu pula dengan dirinya.

“Jadi tidak hanya terima, laporan saja benar mengetahui kondisi di lapangan. Apa sebenarnya yang terjadi. PKM mikro sebatas mana pemberlakuannya,” ungkapnya.  

Sanjaya menyebut penanganan Covid-19 menjadi prioritas tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru dilantik.

Di samping tugas lainnya dalam menjalankan program yang sudah dirancang atau direncanakan. “Salah satu ujian atau test case pertama menjalankan visi misi ini, ya menangani Covid-19.

Apalagi Tabanan ini masih zona merah bersama Badung dan Denpasar. Kemarin sempat oranye. Sekarang merah. Kuncinya harus turun (status),” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/