alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

WN Nigeria Kantongi KTP untuk Bikin Paspor, Imigrasi Klarifikasi Capil

PEMARON – Seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Charles George Albert, 35, diciduk petugas Kantor Imigrasi Singaraja.

Diduga ia menggunakan data kependudukan palsu, saat mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia.

Albert ditangkap di Kantor Imigrasi Singaraja, Rabu (2/5) lalu. Saat itu ia mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia, di kantor imigrasi.

Dari hasil pengembangan petugas imigrasi, WNA asal Nigeria itu mengantongi paspor Republik Federal Nigeria dengan nomor A00254404.

Paspornya diterbitkan pada 8 Januari 2015 lalu, dan masih berlaku hingga 7 Januari 2020 mendatang. Tersangka George masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2017 lalu.

Dia sempat mengajukan perpanjangan visa di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Izin tinggalnya pun sudah habis sejak September 2017 lalu.

Baca Juga:  Capaian Vaksinasi Tembus 92,34 Persen, Karangasem Siap Jadi Zona Hijau

Sehari-hari tersangka biasa tinggal di kawasan Ubud. Namun ia mengajukan paspor di Kantor Imigrasi Singaraja, karena dokumen bodong yang ia ajukan beralamat di Kabupaten Buleleng.

“Izin tinggalnya sudah habis. Sekarang dia berusaha mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia. Kami masih mencoba mendalami,

apa motif dia mengajukan paspor Indonesia,” kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja, Thomas Aries Munandar didampingi Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi (Insarkom), Hartono.

Kini tim imigrasi tengah menanti jawaban dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, terkait keabsahan dokumen kependudukan yang dibawa tersangka.

Tim juga tengah mendalami peran serta rekan wanita tersangka dalam pengajuan dokumen palsu itu. Tak menutup kemungkinan, imigrasi akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Baca Juga:  SAH! Praperadilan Ditolak, WN Nigeria Pemalsu KTP Tetap Tersangka

Akibat perbuatannya tersangka Albert kini diamankan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Singaraja. Ia dijerat pasal 126 huruf c

Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta.



PEMARON – Seorang warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Charles George Albert, 35, diciduk petugas Kantor Imigrasi Singaraja.

Diduga ia menggunakan data kependudukan palsu, saat mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia.

Albert ditangkap di Kantor Imigrasi Singaraja, Rabu (2/5) lalu. Saat itu ia mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia, di kantor imigrasi.

Dari hasil pengembangan petugas imigrasi, WNA asal Nigeria itu mengantongi paspor Republik Federal Nigeria dengan nomor A00254404.

Paspornya diterbitkan pada 8 Januari 2015 lalu, dan masih berlaku hingga 7 Januari 2020 mendatang. Tersangka George masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2017 lalu.

Dia sempat mengajukan perpanjangan visa di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Izin tinggalnya pun sudah habis sejak September 2017 lalu.

Baca Juga:  3 TKI Ilegal Buleleng Tak Kunjung Pulang, Ini Kekhawatiran Imigrasi...

Sehari-hari tersangka biasa tinggal di kawasan Ubud. Namun ia mengajukan paspor di Kantor Imigrasi Singaraja, karena dokumen bodong yang ia ajukan beralamat di Kabupaten Buleleng.

“Izin tinggalnya sudah habis. Sekarang dia berusaha mengajukan permohonan paspor Republik Indonesia. Kami masih mencoba mendalami,

apa motif dia mengajukan paspor Indonesia,” kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Singaraja, Thomas Aries Munandar didampingi Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi (Insarkom), Hartono.

Kini tim imigrasi tengah menanti jawaban dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng, terkait keabsahan dokumen kependudukan yang dibawa tersangka.

Tim juga tengah mendalami peran serta rekan wanita tersangka dalam pengajuan dokumen palsu itu. Tak menutup kemungkinan, imigrasi akan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Baca Juga:  SAH! Praperadilan Ditolak, WN Nigeria Pemalsu KTP Tetap Tersangka

Akibat perbuatannya tersangka Albert kini diamankan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Singaraja. Ia dijerat pasal 126 huruf c

Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/