alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Bule Rusia Bebas Mandi di Pantai saat Ditutup, Warganet Terheran-heran

TABANAN – Warganet dihebohkan dengan postingan salah seorang bule mandi di wilayah Pantai Bonian, Desa Antap, Selemadeg, Minggu sore (3/5).

Kejadian itu spontan mendapat sorotan warganet, mengingat aktivitas berlibur bule asal Rusia yang belakangan diketahui bernama Ecatrina ini dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19.

Belum lagi, pantai-pantai di Bali mayoritas ditutup dari segala aktivitas kecuali aktivitas menangkap ikan para nelayan, untuk menghindari berkerumunnya orang.

Postingan tersebut spontan dibanjiri komentar warganet yang geram atas perilaku bule tersebut dan menanyakan kepada masyarakat setempat mengapa bule tersebut bisa mandi dan bersantai di pantai Bonian.

Dalam postingan itu, bule Rusia yang tinggal di villa kawasan Canggu ini sedang mandi dan bersantai di pantai Bonian seorang diri.

Baca Juga:  Akui Masih Zona Merah, Disdik Badung Belum Terapkan Belajar Tatap Muka

Selanjutnya, bule perempuan ini mencoba bermain-main dengan mengubur handphone miliknya di pasir pantai. Tiba-tiba ombak datang menyapu pasir mengakibatkan handphonenya hilang.

Selanjutnya oleh sejumlah warga sekitar, bule tersebut dibantu untuk menemukan ponsel miliknya yang hilang.

Hanya saja warganet yang melihat kejadian itu cukup geram, mengingat bule tersebut bisa menikmati pantai di tengah masa sulit seperti ini.

Sementara warga local yang berharap bisa main di pantai dilarang karena harus mengikuti anjuran physical distancing.

Terkait hal ini, Perbekel Antap, I Ketut Waskita menegaskan bahwa bule tersebut masuk melalui jalan-jalan tegalan lantaran akses menuju pantai Bonian sejak adanya pandemi corona ini telah ditutup seluruhnya.

Baca Juga:  Mimih Dewa Ratu…Emosi Memuncak, Jambak Rambut Lalu Injak-injak Istri

Bahkan, ada imbauan untuk tidak beraktivitas di pantai selama situasi belum aman. Ia menyakini, bule Rusia ini nekat masuk lewat akses lain dan menerobos pagar penutup.

“Itu bule brengsek. Padahal semua akses menuju pantai Bonian sudah kami tutup. Sepertinya, bule ini sering ke Desa Antap.

Terkait kehilangan handphonenya itu, warga yang melihat kan berdasarkan kemanusiaan, mencoba membantu,” tuturnya.

Waskita memastikan, penjagaan di beberapa wilayah Desa Antap juga sudah dimaksimalkan sejak beberapa waktu lalu.

Selama ini, terbukti belum ada warga maupun wisatawan yang datang berkunjung untuk bertamasya ke pantai Bonian. “Ini karena turisnya satu ini saja yang memang bengkung (nakal),” tambahnya.

 



TABANAN – Warganet dihebohkan dengan postingan salah seorang bule mandi di wilayah Pantai Bonian, Desa Antap, Selemadeg, Minggu sore (3/5).

Kejadian itu spontan mendapat sorotan warganet, mengingat aktivitas berlibur bule asal Rusia yang belakangan diketahui bernama Ecatrina ini dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19.

Belum lagi, pantai-pantai di Bali mayoritas ditutup dari segala aktivitas kecuali aktivitas menangkap ikan para nelayan, untuk menghindari berkerumunnya orang.

Postingan tersebut spontan dibanjiri komentar warganet yang geram atas perilaku bule tersebut dan menanyakan kepada masyarakat setempat mengapa bule tersebut bisa mandi dan bersantai di pantai Bonian.

Dalam postingan itu, bule Rusia yang tinggal di villa kawasan Canggu ini sedang mandi dan bersantai di pantai Bonian seorang diri.

Baca Juga:  Masih Ada Kasus Positif saat Zona Hijau, Ini Imbauan GTPP Covid-19

Selanjutnya, bule perempuan ini mencoba bermain-main dengan mengubur handphone miliknya di pasir pantai. Tiba-tiba ombak datang menyapu pasir mengakibatkan handphonenya hilang.

Selanjutnya oleh sejumlah warga sekitar, bule tersebut dibantu untuk menemukan ponsel miliknya yang hilang.

Hanya saja warganet yang melihat kejadian itu cukup geram, mengingat bule tersebut bisa menikmati pantai di tengah masa sulit seperti ini.

Sementara warga local yang berharap bisa main di pantai dilarang karena harus mengikuti anjuran physical distancing.

Terkait hal ini, Perbekel Antap, I Ketut Waskita menegaskan bahwa bule tersebut masuk melalui jalan-jalan tegalan lantaran akses menuju pantai Bonian sejak adanya pandemi corona ini telah ditutup seluruhnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Tuntut Rektor Unud Pangkas Uang Kuliah

Bahkan, ada imbauan untuk tidak beraktivitas di pantai selama situasi belum aman. Ia menyakini, bule Rusia ini nekat masuk lewat akses lain dan menerobos pagar penutup.

“Itu bule brengsek. Padahal semua akses menuju pantai Bonian sudah kami tutup. Sepertinya, bule ini sering ke Desa Antap.

Terkait kehilangan handphonenya itu, warga yang melihat kan berdasarkan kemanusiaan, mencoba membantu,” tuturnya.

Waskita memastikan, penjagaan di beberapa wilayah Desa Antap juga sudah dimaksimalkan sejak beberapa waktu lalu.

Selama ini, terbukti belum ada warga maupun wisatawan yang datang berkunjung untuk bertamasya ke pantai Bonian. “Ini karena turisnya satu ini saja yang memang bengkung (nakal),” tambahnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/