alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Hindari Tanggal 6, Pemudik Mulai Tinggalkan Bali Melalui Padangbai

AMLAPURA – Aktivitas lalulintas pemudik mulai mengalami kenaikan di Pelabuhan Padangbai sejak Sabtu (1/5) malam. Kondisi ini terus berlangsung hingga Senin (3/5) malam lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di Pelabuhan Padangbai pada Senin malam lalu, para pemudik yang didominasi pengguna roda dua ini cukup banyak terlihat sejak pukul 21.00 malam. 

Namun tidak sempat terjadi antrean di areal loket pembelian tiket. Hanya saja, lokasi tempat rapid tes sempat dipadati penumpang yang belum mengantongi surat keterangan bebas covid-19. 

Salah seorang penumpang asal Lombok Utara, Suratiningsih mengatakan bahwa ia sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk bisa pulang kampung.

Untuk menghindari larangan mudik tanggal 6 Mei, dia pun mengajukan izin cuti terlebih dahulu kepada pimpinan tempatnya bekerja.

Baca Juga:  Sogok Oknum Agar Bisa Lolos ke Bali, Warga Sumba Ungkap Fakta Ini

“Bosnya juga sudah mengerti makanya bisa pulang. Saya sudah dua tahun tidak pulang. Jadi Lebaran sekarang harus pulang.

Syukurnya antrean tidak terlalu padat seperti tradisi mudik biasanya,” kata Suratiningsih yang saat itu pulang menggunakan sepeda motor.

Kondisi lonjakan penumpang ini dibenarkan Faizal Arif Rahman selaku Supervisor Jaga ASDP Pelabuhan Padangbai.

Lonjakan penumpang di H-10 lebaran ini dimanfaatkan para pemudik agar bisa pulang kampung sebelum pemberlakuan larangan mudik di taggal 6 Mei besok.

“Tapi malam ini (Senin) tidak terlalu ramai. Puncaknya itu sudah pada hari Sabtu malam,” kata Faizal Arif Rahman.

Peningkatan penumpang terjadi antara 25 hingga 75 persen dibandingkan hari norma saat pandemi covid-19.

Pada Sabtu malam itu, merupakan puncak tertinggi pemudik yang melewati Pelabuhan Padangbai mencapai 180 penumpang jalan, 300 penumpang pengendara roda dua per 12 jam.

Baca Juga:  Hujan Lebat Guyur Jembrana, 2 Banjar Terendam Banjir, Warga Syok Berat

“Kalau yang Senin malam ini sedikit menurun,” katanya. Disinggung soal penambahan armada, Faiz mengaku tidak ada.

Kata dia, kondisi arus mudik di masa pandemi terlebih dengan adanya larangan mudik dua kali ini masih mengandalkan kapal yang tersedia.

“Dalam satu hari ya itu ada enam trip. Tidak ada tambahan armada kapal seperti sebelum pandemi. Karena saat ini penumpang yang mudik juga tidak banyak,” jelasnya.

Selain itu, adanya tol laut Tanjungmas-Lembar dan Surabaya Lembar juga menjadi pemicu penurunan penumpang di Padangbai hingga 60 persen.

“Itu cukup memberi efek juga penurunan penumpang yang menyebrang melalui pelabuhan Padangbai ini,” tandasnya.

AMLAPURA – Aktivitas lalulintas pemudik mulai mengalami kenaikan di Pelabuhan Padangbai sejak Sabtu (1/5) malam. Kondisi ini terus berlangsung hingga Senin (3/5) malam lalu.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di Pelabuhan Padangbai pada Senin malam lalu, para pemudik yang didominasi pengguna roda dua ini cukup banyak terlihat sejak pukul 21.00 malam. 

Namun tidak sempat terjadi antrean di areal loket pembelian tiket. Hanya saja, lokasi tempat rapid tes sempat dipadati penumpang yang belum mengantongi surat keterangan bebas covid-19. 

Salah seorang penumpang asal Lombok Utara, Suratiningsih mengatakan bahwa ia sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk bisa pulang kampung.

Untuk menghindari larangan mudik tanggal 6 Mei, dia pun mengajukan izin cuti terlebih dahulu kepada pimpinan tempatnya bekerja.

Baca Juga:  Usut Kasus AWK, Temui Bupati Klungkung, BK DPD RI Ungkap Fakta Ini

“Bosnya juga sudah mengerti makanya bisa pulang. Saya sudah dua tahun tidak pulang. Jadi Lebaran sekarang harus pulang.

Syukurnya antrean tidak terlalu padat seperti tradisi mudik biasanya,” kata Suratiningsih yang saat itu pulang menggunakan sepeda motor.

Kondisi lonjakan penumpang ini dibenarkan Faizal Arif Rahman selaku Supervisor Jaga ASDP Pelabuhan Padangbai.

Lonjakan penumpang di H-10 lebaran ini dimanfaatkan para pemudik agar bisa pulang kampung sebelum pemberlakuan larangan mudik di taggal 6 Mei besok.

“Tapi malam ini (Senin) tidak terlalu ramai. Puncaknya itu sudah pada hari Sabtu malam,” kata Faizal Arif Rahman.

Peningkatan penumpang terjadi antara 25 hingga 75 persen dibandingkan hari norma saat pandemi covid-19.

Pada Sabtu malam itu, merupakan puncak tertinggi pemudik yang melewati Pelabuhan Padangbai mencapai 180 penumpang jalan, 300 penumpang pengendara roda dua per 12 jam.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 Melandai, Pasien di Ruang Isolasi Tersisa Satu Orang

“Kalau yang Senin malam ini sedikit menurun,” katanya. Disinggung soal penambahan armada, Faiz mengaku tidak ada.

Kata dia, kondisi arus mudik di masa pandemi terlebih dengan adanya larangan mudik dua kali ini masih mengandalkan kapal yang tersedia.

“Dalam satu hari ya itu ada enam trip. Tidak ada tambahan armada kapal seperti sebelum pandemi. Karena saat ini penumpang yang mudik juga tidak banyak,” jelasnya.

Selain itu, adanya tol laut Tanjungmas-Lembar dan Surabaya Lembar juga menjadi pemicu penurunan penumpang di Padangbai hingga 60 persen.

“Itu cukup memberi efek juga penurunan penumpang yang menyebrang melalui pelabuhan Padangbai ini,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/