alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Penyu Lekang Ditemukan Membusuk, Pelestari Penyu Kecewa, Ini Alasannya

NEGARA – Populasi penyu dewasa kembali berkurang. Senin (4/6) seekor penyu ditemukan dalam kondisi mati di pantai selatan Banjar Kembang, Desa Cupel, Kecamatan Negara.

Penyu jenis lekang tersebut kondisinya sudah busuk dan terikat tali pada salah satu kakinya.

Menurut informasi, penyu ditemukan sudah dalam kondisi mati di pasir pantai sekitar pukul 08.00 wita oleh warga setempat.

Temuan penyu tersebut kemudian dilaporkan balai konservasi sumberdaya alam (BKSDA) resort Jembrana.

Namun, petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi karena air pasang dan penyu sudah terbawa arus ke tengah, sehingga perlu menunggu penyu terdampar lagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, penyu yang sudah membusuk tersebut terdapat tali plastik yang terikat kencang pada kaki bagian depan penyu.

Baca Juga:  Sibuk Layani Pembeli, Pedagang Nasi Dipukuli ODGJ, Alamak…

Pada kaki belakang juga terdapat luka yang sudah membusuk, serta sekitar kepala juga luka. Namun belum bisa dipastikan penyebab matinya penyu.

Dari hasil identifikasi, penyu yang mati jenis lekang dewasa, namun belum diketahui pasti penyebab matinya. Karena kondisi penyu sudah membusuk, langsung dikubur di pasir pantai.

“Kalau belum busuk kami bawa ke Denpasar untuk identifikasi lebih lanjut,” kata petugas dari BKSDA resort Jembrana Wayan Suamba.

Matinya penyu ini, mendapat sorotan dari kelompok pelestari penyu. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir tidak kurang delapan ekor penyu mati di pesisir pantai Jembrana.

Wayan Anom Astika Jaya dari kelompok pelestari penyu Kurma Asih Desa Perancak mengatakan, kemungkinan matinya penyu tersebut karena habitatnya rusak akibat pencemaran di perairan, termasuk pencemaran sampah plastik.

Baca Juga:  Sirip Terluka, Lumba - lumba Terdampar di Pantai Tembles Mendoyo

Karena kalau dulu penyu banyak mati karena diburu, sekarang tidak ada pemburu penyu tapi mulai berkurang karena mati secara tiba-tiba.

Sebagai pelestari penyu, Anom mengaku kecewa karena tidak ada penanganan dari pihak terkait jika ada penyu mati.

Selama ini, setiap ada penyu mati hanya bisa langsung dikubur, tidak pernah dicari tahu apa penyebab kematian penyu.

Karena itu, pihaknya akan mengajak pihak-pihak berkompeten untuk meneliti lebih lanjut mengenai kualitas air laut perairan selat Bali.



NEGARA – Populasi penyu dewasa kembali berkurang. Senin (4/6) seekor penyu ditemukan dalam kondisi mati di pantai selatan Banjar Kembang, Desa Cupel, Kecamatan Negara.

Penyu jenis lekang tersebut kondisinya sudah busuk dan terikat tali pada salah satu kakinya.

Menurut informasi, penyu ditemukan sudah dalam kondisi mati di pasir pantai sekitar pukul 08.00 wita oleh warga setempat.

Temuan penyu tersebut kemudian dilaporkan balai konservasi sumberdaya alam (BKSDA) resort Jembrana.

Namun, petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi karena air pasang dan penyu sudah terbawa arus ke tengah, sehingga perlu menunggu penyu terdampar lagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, penyu yang sudah membusuk tersebut terdapat tali plastik yang terikat kencang pada kaki bagian depan penyu.

Baca Juga:  Bukan Habitat, BKSDA Sebut Burung Selundupan Tak Cocok Hidup di Bali

Pada kaki belakang juga terdapat luka yang sudah membusuk, serta sekitar kepala juga luka. Namun belum bisa dipastikan penyebab matinya penyu.

Dari hasil identifikasi, penyu yang mati jenis lekang dewasa, namun belum diketahui pasti penyebab matinya. Karena kondisi penyu sudah membusuk, langsung dikubur di pasir pantai.

“Kalau belum busuk kami bawa ke Denpasar untuk identifikasi lebih lanjut,” kata petugas dari BKSDA resort Jembrana Wayan Suamba.

Matinya penyu ini, mendapat sorotan dari kelompok pelestari penyu. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir tidak kurang delapan ekor penyu mati di pesisir pantai Jembrana.

Wayan Anom Astika Jaya dari kelompok pelestari penyu Kurma Asih Desa Perancak mengatakan, kemungkinan matinya penyu tersebut karena habitatnya rusak akibat pencemaran di perairan, termasuk pencemaran sampah plastik.

Baca Juga:  Sambut Nyepi, Ribuan Umat Ikuti Ritual Melasti

Karena kalau dulu penyu banyak mati karena diburu, sekarang tidak ada pemburu penyu tapi mulai berkurang karena mati secara tiba-tiba.

Sebagai pelestari penyu, Anom mengaku kecewa karena tidak ada penanganan dari pihak terkait jika ada penyu mati.

Selama ini, setiap ada penyu mati hanya bisa langsung dikubur, tidak pernah dicari tahu apa penyebab kematian penyu.

Karena itu, pihaknya akan mengajak pihak-pihak berkompeten untuk meneliti lebih lanjut mengenai kualitas air laut perairan selat Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/