alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Kapolda Bali Ikut Pelototi Tabanan karena Vaksinasi Covid Masih Rendah

TABANAN – Rendahnya vaksinasi Covid-19 di Tabanan masih menjadi sorotan. Setelah sebelumnya disodok Gubenur Bali Wayan Koste, kini giliran Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mendatangi Kabupaten Tabanan.

 

Seperti Jumay (4/6), Kapolda Putu Jayan melihat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kabupaten Tabanan. Kapolda Bali melihat proses  layanan vaksinasi di Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan,

 

Sekedar diketahui dari vaksinasi massal yang telah dilakukan masing-masing Kabupaten. Paling cepat vaksinasi Covid-19 100 persen berada di Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Setelah diberikan dosis vaksin AstraZeneca.

 

Sementara di daerah lain seperti Denpasar sudah 58 persen, Badung 48 persen, Jembrana 68 persen, Tabanan 55 persen, Gianyar 89 persen, Bangli 90 persen, dan Klungkung 88 persen. Seperti disampaikan Gubenur Bali Wayan Koster.

Baca Juga:  Tim Kuasa Hukum Subali Adukan Petugas Polda Bali ke Kapolda dan Mabes

 

Kapolda Bali meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi untuk memberikan dukungan percepatan pelaksanaan vaksinasi di Bali khususnya di kabupaten Tabanan. Dimana pelaksanaan vaksinasi di desa Jegu yang ditinjaunya saat itu menyasar sekitar 600 orang lansia. 

 

Jendral bintang dua tersebut juga berharap adanya vaksinasi ini dapat meningkatkan imunitas masyarakat yang ada di Desa Jegu.

 

“Harapan kita setelah semua mendapat Vaksinasi Covid-19 ini, dapat meningkatkan imunitas masyarakat di desa ini,” tutupnya.

 

Begitupun Kapolda Bali memberi apresiasi vaksinasi berbasis desa dan banjar yang telah dilakukan sebagai bagian upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

 

Seperti diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan terus melakukan percepatan vaksinasi, dimana pola baru yang didorong saat ini adalah proaktifnya 29 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk bisa menjangkau lebih banyak cakupan sasaran dengan layanan berbasis banjar.

Baca Juga:  Pengamanan Mako Berlapis, Kapolda; Jika Nekat Langsung Tembak Mati
- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN – Rendahnya vaksinasi Covid-19 di Tabanan masih menjadi sorotan. Setelah sebelumnya disodok Gubenur Bali Wayan Koste, kini giliran Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra mendatangi Kabupaten Tabanan.

 

Seperti Jumay (4/6), Kapolda Putu Jayan melihat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di kabupaten Tabanan. Kapolda Bali melihat proses  layanan vaksinasi di Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan,


 

Sekedar diketahui dari vaksinasi massal yang telah dilakukan masing-masing Kabupaten. Paling cepat vaksinasi Covid-19 100 persen berada di Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Setelah diberikan dosis vaksin AstraZeneca.

 

Sementara di daerah lain seperti Denpasar sudah 58 persen, Badung 48 persen, Jembrana 68 persen, Tabanan 55 persen, Gianyar 89 persen, Bangli 90 persen, dan Klungkung 88 persen. Seperti disampaikan Gubenur Bali Wayan Koster.

Baca Juga:  Apresiasi Kerja Polri, Sudirta Minta Pemeriksaan Saksi Digelar di Bali

 

Kapolda Bali meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi untuk memberikan dukungan percepatan pelaksanaan vaksinasi di Bali khususnya di kabupaten Tabanan. Dimana pelaksanaan vaksinasi di desa Jegu yang ditinjaunya saat itu menyasar sekitar 600 orang lansia. 

 

Jendral bintang dua tersebut juga berharap adanya vaksinasi ini dapat meningkatkan imunitas masyarakat yang ada di Desa Jegu.

 

“Harapan kita setelah semua mendapat Vaksinasi Covid-19 ini, dapat meningkatkan imunitas masyarakat di desa ini,” tutupnya.

 

Begitupun Kapolda Bali memberi apresiasi vaksinasi berbasis desa dan banjar yang telah dilakukan sebagai bagian upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

 

Seperti diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan terus melakukan percepatan vaksinasi, dimana pola baru yang didorong saat ini adalah proaktifnya 29 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) untuk bisa menjangkau lebih banyak cakupan sasaran dengan layanan berbasis banjar.

Baca Juga:  Punya Penyakit Ini, 456 Nakes Tabanan Batal Divaksin

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/