alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Lapangan, Tempat Olah Raga, hingga Taman di Tabanan Ditutup

TABANAN – Kendati tidak masuk dalam daerah yang melaksanakan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Level 3, namun Pemerintah Kabupaten Tabanan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan. Salah satunya dengan melakukan pembatasan.

 

Sesuai edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 517/10/BPBD tertanggal 3 Juli 2021, ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan Perbup Tabanan Nomor 44 Tahun 2020.

 

Pembatasan dilakukan pada lokasi-lokasi keramaian yakni aktivitas ekonomi seperti pasar senggol, mal dan tempat usaha lainnya.  

 

Salah satu berada di Pasar Senggol Tabanan yang semula sudah beroperasi mulai pukul 16.00 sampai 23.00. Akan tetapi kini dibatasi sampai pukul 20.00. 

- Advertisement -

 

Begitu pula dengan pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi dari pukul 04.00 sampai 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Lain lagi dengan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara. 

 

Kemudian, semua pihak, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan di atas dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Baca Juga:  Sekolah Siap Pembelajaran Tatap Muka, Begini Respons Disdik Jembrana

 

Penerapan edaran ini juga sedang dalam proses sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi selain dilakukan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dilakukan melalui Dinas Kesehatan (Diskes), Camat, sampai dengan para perbekel atau kepala desa.

 

Di hari pertama pembatasan, Sabtu (3/7) malam, Satgas Covid-19 Tabanan melaksanakan razia ke sejumlah tempat yang potensial memunculkan kerumunan. Seperti sejumlah kafetaria atau rumah makan.

 

Bahkan razia ini dipimpin Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Sekda sekaligus Sekretaris Satgas Covid-19 I Gede Susila, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, dan Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy P.S Siregar.

 

“Semalam masih (fokus) pada penerapan protokol kesehatan. Di hari pertama, Sabtu (3/7), kami memastikan apakah edaran gubernur itu sudah dilaksanakan,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) I Wayan Sarba, Minggu (4/7).

 

Dikatakan, di hari pertama, surat edaran bupati yang terbaru juga disusun pada malam yang sama. Sehingga pelaksanaan sidak pada malam di hari pertama masih sebatas sosialisasi.

Baca Juga:  Kasus Positif dan Kematian Harian Covid-19 di Bali Melonjak Lagi

 

“(Isi edaran) intinya sama dengan edaran gubernur yang terbaru. Hanya ada beberapa penekanan dan tambahan sedikit-sedikit,” jelas Sarba yang menyebutkan kegiatan patroli pembatasan di hari kedua diarahkan ke tempat-tempat perbelanjaan.

 

Tindak lanjut dari edaran itu sendiri, sambung dia, akan sama seperti pembatasan sebelumnya. Hanya saja lebih dikuatkan lagi. Semua lapangan, tempat olah raga, taman kota, atau fasilitas ruang umum terbuka ditutup. 

 

“GWS (Taman Garuda Wisnu Serasi) ditutup. Gedung Maria ditutup,” jelasnya.

 

Namun untuk penutupan ini masih bersifat status. Karena tindak lanjut penutupan ini akan dilakukan oleh pihak camat dan perbekel. Di samping itu, langkah ini juga untuk menyiasati keterbatasan personel Satpol PP dan tugasnya dalam penegakan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah.

 

“Mudah-mudahan di hari kedua atau ketiga sudah efektif. Sosialisasi ke camat dan perbekel sudah dilakukan. Apakah nanti sudah terjadi (penutupan) di lapangan, kami yang akan mengawasi,” tandasnya.

- Advertisement -

TABANAN – Kendati tidak masuk dalam daerah yang melaksanakan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Level 3, namun Pemerintah Kabupaten Tabanan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan. Salah satunya dengan melakukan pembatasan.

 

Sesuai edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 517/10/BPBD tertanggal 3 Juli 2021, ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2021 dan Perbup Tabanan Nomor 44 Tahun 2020.

 

Pembatasan dilakukan pada lokasi-lokasi keramaian yakni aktivitas ekonomi seperti pasar senggol, mal dan tempat usaha lainnya.  

 

Salah satu berada di Pasar Senggol Tabanan yang semula sudah beroperasi mulai pukul 16.00 sampai 23.00. Akan tetapi kini dibatasi sampai pukul 20.00. 

 

Begitu pula dengan pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi dari pukul 04.00 sampai 20.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen. Lain lagi dengan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara. 

 

Kemudian, semua pihak, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar ketentuan di atas dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan Perbup Nomor 44 Tahun 2020 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Baca Juga:  Bertemu Warga, Korban Percobaan Bunuh Diri Mengaku Dikejar Orang

 

Penerapan edaran ini juga sedang dalam proses sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi selain dilakukan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga dilakukan melalui Dinas Kesehatan (Diskes), Camat, sampai dengan para perbekel atau kepala desa.

 

Di hari pertama pembatasan, Sabtu (3/7) malam, Satgas Covid-19 Tabanan melaksanakan razia ke sejumlah tempat yang potensial memunculkan kerumunan. Seperti sejumlah kafetaria atau rumah makan.

 

Bahkan razia ini dipimpin Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Sekda sekaligus Sekretaris Satgas Covid-19 I Gede Susila, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto, dan Kapolres Tabanan AKBP Mario Christy P.S Siregar.

 

“Semalam masih (fokus) pada penerapan protokol kesehatan. Di hari pertama, Sabtu (3/7), kami memastikan apakah edaran gubernur itu sudah dilaksanakan,” jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) I Wayan Sarba, Minggu (4/7).

 

Dikatakan, di hari pertama, surat edaran bupati yang terbaru juga disusun pada malam yang sama. Sehingga pelaksanaan sidak pada malam di hari pertama masih sebatas sosialisasi.

Baca Juga:  Harga Jutaan, Taman Kota Singaraja Bakal Ditata Sepert Bonsai

 

“(Isi edaran) intinya sama dengan edaran gubernur yang terbaru. Hanya ada beberapa penekanan dan tambahan sedikit-sedikit,” jelas Sarba yang menyebutkan kegiatan patroli pembatasan di hari kedua diarahkan ke tempat-tempat perbelanjaan.

 

Tindak lanjut dari edaran itu sendiri, sambung dia, akan sama seperti pembatasan sebelumnya. Hanya saja lebih dikuatkan lagi. Semua lapangan, tempat olah raga, taman kota, atau fasilitas ruang umum terbuka ditutup. 

 

“GWS (Taman Garuda Wisnu Serasi) ditutup. Gedung Maria ditutup,” jelasnya.

 

Namun untuk penutupan ini masih bersifat status. Karena tindak lanjut penutupan ini akan dilakukan oleh pihak camat dan perbekel. Di samping itu, langkah ini juga untuk menyiasati keterbatasan personel Satpol PP dan tugasnya dalam penegakan peraturan daerah atau peraturan kepala daerah.

 

“Mudah-mudahan di hari kedua atau ketiga sudah efektif. Sosialisasi ke camat dan perbekel sudah dilakukan. Apakah nanti sudah terjadi (penutupan) di lapangan, kami yang akan mengawasi,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/