alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Lapor! Tak Punya Ruang Kelas, SDN 3 Antiga Belajar di Emperan Mes Guru

RadarBali.com – Pertanyaan besar perlu dilayangkan ke pemangku kepentingan di Bumi Tanah Aron, Karangasem.

Bagaimana membuat Karangasem cerdas bermartabat, sementara infrastruktur sekolah belum diperhatikan.

Bahkan, di Manggis tepatnya di SDN3 Antiga, sebagian anak-anak sekolah harus belajar di emperan mes guru.

Ini karena terbatasan ruang kelas di sekolah tersebut. Akibatnya anak kelas III belajar di bedeng triplek yang dibuat pihak sekolah di emperan mes guru.

Kondisi ini tentu kurang nyaman buat anak – anak. Parahnya lagi kondisi sekolah tersebut sudah terjadi sejak lima tahun lalu.

Kondisi ini membuat wakil rakyat Karangasem turun ke lapangan. Mereka ingin melihat kondisi sekolah tersebut dari dekat.

Baca Juga:  Tingkat Kesembuhan Naik 91 %, Buleleng Optimistis Segera Zona Hijau

Mereka dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Nyoman Musna Antara. Ikut dalam kunjungan kali ini adalah I Wayan Sudira, Nyoman Sumadi dan I Gede Bendesa Muliawan.

 Benar saja saat di kunjungi kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Bahkan, selama ini sekolah tersebut belum pernah tersentuh rehab.

Kondisi ini membuat wakil rakyat Karangasem geleng – geleng kepala. Karena tidak ada lagi ruang belajar makanya terpaksa menggunakan emperan mes guru untung ruang belajar.

 Menurut Kepsek I Made Sukadana, ada 11 orang siswa yang belajar di ruang tersebut. Semuanya adalah anak kelas III. “Tidak ada pilihan lain, sudah hampir tiga tahun kondisinya seperti ini,” ujar Sukadana.

Diakuinya, ada enam ruang namun satu ruangan dijadikan ruang guru. Sehingga terpaksa satu kelas tidak ada ruangan.

Baca Juga:  Duh Gusti! Kandang Sapi Terbakar, Tiga Ekor Sapi Hangus Jadi Arang

Pihaknya mengaku sudah berulang kali mengajukan proposal ke Disdikpora Karangasem. Namun sejauh ini belum juga ada realisasi.

Sempat dijanjikan tahun 2017 akan dibangun ruang kelas, namun sampai sekarang ini belum juga terbangun.

Pihaknya sendiri berharap pemerintah bisa membantu sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

Karena saat musim hujan air hujan masuk ke emperan mes guru tersebut sehingga anak – anak terpaksa dihentikan belajarnya.



RadarBali.com – Pertanyaan besar perlu dilayangkan ke pemangku kepentingan di Bumi Tanah Aron, Karangasem.

Bagaimana membuat Karangasem cerdas bermartabat, sementara infrastruktur sekolah belum diperhatikan.

Bahkan, di Manggis tepatnya di SDN3 Antiga, sebagian anak-anak sekolah harus belajar di emperan mes guru.

Ini karena terbatasan ruang kelas di sekolah tersebut. Akibatnya anak kelas III belajar di bedeng triplek yang dibuat pihak sekolah di emperan mes guru.

Kondisi ini tentu kurang nyaman buat anak – anak. Parahnya lagi kondisi sekolah tersebut sudah terjadi sejak lima tahun lalu.

Kondisi ini membuat wakil rakyat Karangasem turun ke lapangan. Mereka ingin melihat kondisi sekolah tersebut dari dekat.

Baca Juga:  Lengser dari Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti Geluti Usaha Camilan

Mereka dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Karangasem I Nyoman Musna Antara. Ikut dalam kunjungan kali ini adalah I Wayan Sudira, Nyoman Sumadi dan I Gede Bendesa Muliawan.

 Benar saja saat di kunjungi kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Bahkan, selama ini sekolah tersebut belum pernah tersentuh rehab.

Kondisi ini membuat wakil rakyat Karangasem geleng – geleng kepala. Karena tidak ada lagi ruang belajar makanya terpaksa menggunakan emperan mes guru untung ruang belajar.

 Menurut Kepsek I Made Sukadana, ada 11 orang siswa yang belajar di ruang tersebut. Semuanya adalah anak kelas III. “Tidak ada pilihan lain, sudah hampir tiga tahun kondisinya seperti ini,” ujar Sukadana.

Diakuinya, ada enam ruang namun satu ruangan dijadikan ruang guru. Sehingga terpaksa satu kelas tidak ada ruangan.

Baca Juga:  Stok Makanan Menipis, Kawanan Kera Berkeliaran di Pura Goa Lawah

Pihaknya mengaku sudah berulang kali mengajukan proposal ke Disdikpora Karangasem. Namun sejauh ini belum juga ada realisasi.

Sempat dijanjikan tahun 2017 akan dibangun ruang kelas, namun sampai sekarang ini belum juga terbangun.

Pihaknya sendiri berharap pemerintah bisa membantu sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

Karena saat musim hujan air hujan masuk ke emperan mes guru tersebut sehingga anak – anak terpaksa dihentikan belajarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/