alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Bupati Giri Prasta Kembali Turun Pantau Penyaluran BLT di Kuta Selatan

MANGUPURA-Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menuntaskan penyaluran BLT berbasis QR-Code kepada seluruh warga Badung.

 

“Sekali lagi kami tegaskan tidak ada warga Badung yang sampai tercecer, kecuali tidak mau mengurus diri atau sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat.” demikian disampaikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat turun langsung memantau penyaluran BLT dari dana APBD, di wilayah Kelurahan Tanjung Benoa, Desa Kutuh, Desa Ungasan dan Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis(5/8).

 

 

Selain didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Sekda Wayan Adi Arnawa, turut hadir saat pemantauan, yakni anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan Wayan Sugita Putra, Wayan Luwir Wiyana, Made Sumerta, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Tanjung Benoa, Perbekel Kutuh, Perbekel Ungasan dan Lurah Jimbaran

 

- Advertisement -

Bupati Giri Prasta menyebut, pihaknya menerapkan Pancasila sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menyalurkan BLT kepada masyarakat Badung.

Baca Juga:  Parah! Penertiban PPKM di Jembrana Salah Sasaran Tutup Usaha Esensial

 

“Artinya semua insan sama rasa dan sama dapat, yang beda jangan sekali-kali dipaksa untuk sama dan yang sudah sama jangan sekali-kali kita bedakan, inilah prinsip yang kita lakukan sekarang,” ujarnya

 

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa pihak Desa / Kelurahan dibantu tokoh desa adat, telah aktif berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Badung (Dinas Sosial, Disdukcapil dan Diskominfo) melakukan proses penyelarasan atau cleansing data.

 

Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih penyaluran bantuan maupun permasalahan hukum di kemudian hari.

 

“Jangan sampai penyaluran BLT ini menyebabkan polemik dan menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari,” tegas Giri Prasta.

 

Bupati Giri Prasta juga mengklaim pemberian BLT sebesar Rp300 ribu itu selain untuk membantu meringankan beban perekonomian masyarakat selama masa pandemi, juga diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh masyarakat Badung di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga:  Dialihkan untuk Penanganan Covid, Dana Ogoh-Ogoh Rp 12 M Batal Cair

 

“Sekalipun bantuannya sedikit tapi inilah wujud bakti saya kepada Krama Badung. Ini yang kami maksud dengan gerakan gotong royong bersama, bangkit bergerak berjuang demi masyarakat.” Tambah Giri Prasta

 

Disamping BLT yang bersumber dari dana APBD Badung, Bupati Giri Prasta menjelaskan, saat ini di Kabupaten Badung juga sudah ada penyaluran beberapa bantuan dari pemerintah pusat.

 

Bantuan tersebut diantaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang diberikan kepada masyarakat terdampak.(rba)

- Advertisement -

MANGUPURA-Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen menuntaskan penyaluran BLT berbasis QR-Code kepada seluruh warga Badung.

 

“Sekali lagi kami tegaskan tidak ada warga Badung yang sampai tercecer, kecuali tidak mau mengurus diri atau sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat.” demikian disampaikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat turun langsung memantau penyaluran BLT dari dana APBD, di wilayah Kelurahan Tanjung Benoa, Desa Kutuh, Desa Ungasan dan Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis(5/8).

 

 

Selain didampingi Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Sekda Wayan Adi Arnawa, turut hadir saat pemantauan, yakni anggota DPRD Badung dapil Kuta Selatan Wayan Sugita Putra, Wayan Luwir Wiyana, Made Sumerta, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Tanjung Benoa, Perbekel Kutuh, Perbekel Ungasan dan Lurah Jimbaran

 

Bupati Giri Prasta menyebut, pihaknya menerapkan Pancasila sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menyalurkan BLT kepada masyarakat Badung.

Baca Juga:  Tinggal Sendirian, Meninggal saat Nyepi, Satgas Covid-19 Turun Tangan

 

“Artinya semua insan sama rasa dan sama dapat, yang beda jangan sekali-kali dipaksa untuk sama dan yang sudah sama jangan sekali-kali kita bedakan, inilah prinsip yang kita lakukan sekarang,” ujarnya

 

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa pihak Desa / Kelurahan dibantu tokoh desa adat, telah aktif berkoordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Badung (Dinas Sosial, Disdukcapil dan Diskominfo) melakukan proses penyelarasan atau cleansing data.

 

Untuk menghindari terjadinya tumpang tindih penyaluran bantuan maupun permasalahan hukum di kemudian hari.

 

“Jangan sampai penyaluran BLT ini menyebabkan polemik dan menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari,” tegas Giri Prasta.

 

Bupati Giri Prasta juga mengklaim pemberian BLT sebesar Rp300 ribu itu selain untuk membantu meringankan beban perekonomian masyarakat selama masa pandemi, juga diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh masyarakat Badung di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga:  Tiga Pejabat Pensiun, Pemkab Badung Buka Seleksi Jabatan Eselon IIB

 

“Sekalipun bantuannya sedikit tapi inilah wujud bakti saya kepada Krama Badung. Ini yang kami maksud dengan gerakan gotong royong bersama, bangkit bergerak berjuang demi masyarakat.” Tambah Giri Prasta

 

Disamping BLT yang bersumber dari dana APBD Badung, Bupati Giri Prasta menjelaskan, saat ini di Kabupaten Badung juga sudah ada penyaluran beberapa bantuan dari pemerintah pusat.

 

Bantuan tersebut diantaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang diberikan kepada masyarakat terdampak.(rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/