alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Shortcut Antosari-Bajera Mulai Digarap, Mulai Pasang Tiang Pancang

TABANAN – Sempat tidak ada kejelasan soal kelanjutan pembangunan proyek shortcut (jalan pintas) tahap IV yang menghubungkan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari di Kecamatan Selemadeg Barat, tetapi kini proyek tersebut mulai dikerjakan. 

Sekedar diketahui luas lahan yang terdampak shortcut seluas 4.976,06 meter persegi dimiliki oleh 4 orang yang berada Desa Bajera Kecamatan Selemadeg. Sedangkan untuk di Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat dengan luas 3.110,32 meter persegi dimiliki oleh 8 orang pemilik.

 

Shortcut Bajera – Antosari dimulai dari pertigaan Antosari Kecamatan Selemadeg Barat ke arah timur sampai dengan di sebelah barat Masjid Besar Misykatul Huda Bajera, Kecamatan Selemadeg.

 

Panjang shortcut ini mencapai 600 meter dengan lebar 16 meter. Shortcut ini akan memotong jalan lama sepanjang 1 kilometer yang penuh tikungan dan tanjakan/ turunan tajam yang melintasi Tukad (Sungai) Yeh Otan.

Baca Juga:  Seorang Karyawan Gantung Diri di Garasi SPBU Marga

 

- Advertisement -

Anggaran pembangunan shortcut ini dibiayai oleh APBN melalui DIPA satuan kerja pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bali.

 

Kabag Tata Pemerintahan Tabanan, I Wayan Yelada mengaku, pembangunan shortcut sudah berjalan. Hanya saja detail pembangunan belum diketahui mengingat yang mengakomodir pembangunan adalah PU Provinsi Bali.

 

“Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan detail karena ranahnya ada di Provinsi Bali,” ujarnya, Rabu (4/8).

 

Namun menurutnya sesuai pantauan di lapangan pengerjaan sudah berlanjut. Di samping itu pembebasan lahan bagi warga yang terdampak sudah selesai dilakukan.

 

“Kalau koordinasi pembangunan lanjutan dari Pemprov Bali belum ada ke saya, hanya saat pembebasan lahan saja,” imbuhnya.

Terpisah Perbekel Antosari I Wayan Widhiarta menyatakan, pembangunan lanjutan shortcut Antosari-Bajera tetap berjalan meskipun adanya pemberlakuan PPKM level 3 dan 4. 

Baca Juga:  Kepala Mantan Kelian Desa Dikepruk, Luka Berdarah-darah, Polisi Bilang

 

“Terbaru sudah pemasangan tiang pancang,” jelasnya.

 

Menurutnya pemasangan tiang pancang sudah dilakukan sekitar 2 minggu lalu. Hanya saja prosesnya belum selesai karena masih proses pengeboran untuk memasang tiang. 

 

“Pemasangan tiang pancang ini belum selesai, karena ada proses pengecoran juga,” imbuh Widhiarta.

 

Ditambahkan, pemasangan tiang pancang dilakukan setelah selesainya proses pemerataan kawasan menggunakan alat berat. Termasuk proses pembebasan lahan dan ganti rugi sudah tuntas dilakukan tahun 2020 lalu.

 

“Proses pembebasan lahan sudah clear tahun 2020 lalu itu,” tandasnya.

- Advertisement -

TABANAN – Sempat tidak ada kejelasan soal kelanjutan pembangunan proyek shortcut (jalan pintas) tahap IV yang menghubungkan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg dengan Desa Antosari di Kecamatan Selemadeg Barat, tetapi kini proyek tersebut mulai dikerjakan. 

Sekedar diketahui luas lahan yang terdampak shortcut seluas 4.976,06 meter persegi dimiliki oleh 4 orang yang berada Desa Bajera Kecamatan Selemadeg. Sedangkan untuk di Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat dengan luas 3.110,32 meter persegi dimiliki oleh 8 orang pemilik.

 

Shortcut Bajera – Antosari dimulai dari pertigaan Antosari Kecamatan Selemadeg Barat ke arah timur sampai dengan di sebelah barat Masjid Besar Misykatul Huda Bajera, Kecamatan Selemadeg.

 

Panjang shortcut ini mencapai 600 meter dengan lebar 16 meter. Shortcut ini akan memotong jalan lama sepanjang 1 kilometer yang penuh tikungan dan tanjakan/ turunan tajam yang melintasi Tukad (Sungai) Yeh Otan.

Baca Juga:  Wanita Rusia Foto Bugil di Pura Diproses Hukum Pihak Imigrasi Bali

 

Anggaran pembangunan shortcut ini dibiayai oleh APBN melalui DIPA satuan kerja pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Bali.

 

Kabag Tata Pemerintahan Tabanan, I Wayan Yelada mengaku, pembangunan shortcut sudah berjalan. Hanya saja detail pembangunan belum diketahui mengingat yang mengakomodir pembangunan adalah PU Provinsi Bali.

 

“Mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan detail karena ranahnya ada di Provinsi Bali,” ujarnya, Rabu (4/8).

 

Namun menurutnya sesuai pantauan di lapangan pengerjaan sudah berlanjut. Di samping itu pembebasan lahan bagi warga yang terdampak sudah selesai dilakukan.

 

“Kalau koordinasi pembangunan lanjutan dari Pemprov Bali belum ada ke saya, hanya saat pembebasan lahan saja,” imbuhnya.

Terpisah Perbekel Antosari I Wayan Widhiarta menyatakan, pembangunan lanjutan shortcut Antosari-Bajera tetap berjalan meskipun adanya pemberlakuan PPKM level 3 dan 4. 

Baca Juga:  Duit Menipis, Desa Terancam Tak Mampu Biayai BLT Gelombang Kedua

 

“Terbaru sudah pemasangan tiang pancang,” jelasnya.

 

Menurutnya pemasangan tiang pancang sudah dilakukan sekitar 2 minggu lalu. Hanya saja prosesnya belum selesai karena masih proses pengeboran untuk memasang tiang. 

 

“Pemasangan tiang pancang ini belum selesai, karena ada proses pengecoran juga,” imbuh Widhiarta.

 

Ditambahkan, pemasangan tiang pancang dilakukan setelah selesainya proses pemerataan kawasan menggunakan alat berat. Termasuk proses pembebasan lahan dan ganti rugi sudah tuntas dilakukan tahun 2020 lalu.

 

“Proses pembebasan lahan sudah clear tahun 2020 lalu itu,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/