alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Parah… Menduda, Babon Ngaku Uang Curian untuk Hidupi Anak

RadarBali.com – Tiga tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor di Baturiti kemarin dihadapkan kepada awak media.

Dalam kesempatan itu, tersangka I Gede Sudira alias Babon, 26, asal Batunya, Baturiti, mengaku uang hasil mencuri motor dipakai untuk menghidupi anak-anaknya.

“Saya duda. Uang hasil penjualan motor, saya berikan kepada anak,” aku Babon. Dia mengaku mulai menekuni dunia curanmor setelah diajak temannya, Yosi, asal sama dengannya, yang kini sudah almarhum.

Katanya, motor curian dipasarkan melalui media sosial Facebook, kadang juga langsung. Dia mengaku mendapat bagian Rp700 ribu.

“Uang itu saya berikan kepada dua anak saya,” jelas pria yang mengaku bekerja di restoran ini, lagi. Meski ketahuan telah melakukan pencurian pada tahun 2015 berupa sepeda motor Suzuki Shogun, dia mengaku baru dua kali mencuri.

Baca Juga:  Karantina Bondalem, TNI/Polri Jaga Ketat Pintu Keluar Masuk Desa

Pencurian kedua yang dia akii berupa Honda Vario sekitar tiga bulan lalu. Sementara itu, I Kadek AW, 18, tersangka lain yang masih pelajar kelas III SMA swasta di Buleleng, tetap ditahan.

Dia mengaku setelah kasus ini terungkap, dia berhenti sekolah. “Sekolah belum tahu saya ditahan di polisi,” aku dia.

Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sumadi menjelaskan, kasus pencurian ini bisa terungkap karena informasi dari masyarakat.

Infonya, pelaku menjual sepeda motor dengan harga murah. Yakni hanya Rp2,5-3 juta tanpa BPKB. Hal ini pun menimbulkan kecurigaan, sehingga polisi melakukan penyelidikan dan menangkap ketiga  tersangka.

Selain Babon dan I Kadek AW, juga I Komang Sukadana, 22.  “Ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” pungkas Sumadi.

Baca Juga:  Menyedihkan! Bayi Malang yang Dibuang di Kolong Meja Warung Kedinginan


RadarBali.com – Tiga tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor di Baturiti kemarin dihadapkan kepada awak media.

Dalam kesempatan itu, tersangka I Gede Sudira alias Babon, 26, asal Batunya, Baturiti, mengaku uang hasil mencuri motor dipakai untuk menghidupi anak-anaknya.

“Saya duda. Uang hasil penjualan motor, saya berikan kepada anak,” aku Babon. Dia mengaku mulai menekuni dunia curanmor setelah diajak temannya, Yosi, asal sama dengannya, yang kini sudah almarhum.

Katanya, motor curian dipasarkan melalui media sosial Facebook, kadang juga langsung. Dia mengaku mendapat bagian Rp700 ribu.

“Uang itu saya berikan kepada dua anak saya,” jelas pria yang mengaku bekerja di restoran ini, lagi. Meski ketahuan telah melakukan pencurian pada tahun 2015 berupa sepeda motor Suzuki Shogun, dia mengaku baru dua kali mencuri.

Baca Juga:  Ratusan Pemedek Keracunan Nasi Yasa, Diskes Bali Duga Karena Ini…

Pencurian kedua yang dia akii berupa Honda Vario sekitar tiga bulan lalu. Sementara itu, I Kadek AW, 18, tersangka lain yang masih pelajar kelas III SMA swasta di Buleleng, tetap ditahan.

Dia mengaku setelah kasus ini terungkap, dia berhenti sekolah. “Sekolah belum tahu saya ditahan di polisi,” aku dia.

Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sumadi menjelaskan, kasus pencurian ini bisa terungkap karena informasi dari masyarakat.

Infonya, pelaku menjual sepeda motor dengan harga murah. Yakni hanya Rp2,5-3 juta tanpa BPKB. Hal ini pun menimbulkan kecurigaan, sehingga polisi melakukan penyelidikan dan menangkap ketiga  tersangka.

Selain Babon dan I Kadek AW, juga I Komang Sukadana, 22.  “Ketiga tersangka dikenakan Pasal 363 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” pungkas Sumadi.

Baca Juga:  Awas, Gempa NTB – NTB Pengaruhi Aktifitas, Kantung Magma Belum Stabil

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/