alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Bangunan Retak-retak, Kerusakan Bekas Gempa Belum Juga Diperbaiki

NEGARA – Salah satu bangunan lantai empat rumah sakit umum (RSU) Negara yang dibangun pada tahun 2015 lalu, retak pada bagian tembok di lantai dua.

Bangunan itu retak pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 di Situbondo, pada Kamis 11 Oktober 2018 lalu. Namun, hingga saat ini kerusakan bangunan itu belum juga diperbaiki.

Kerusakan tembok tersebut berada tepat di tangga menuju lantai tiga gedung sayap barat RSU Negara.  

Terlihat retakan memanjang sekitar 4 meter.

Namun, kerusakan dipastikan tidak merusak struktur utama bangunan, sehingga hanya perlu perbaikan pada lapisan tembok yang mengelupas.

Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Oka Parwata mengatakan, kerusakan bangunan akibat gempa tersebut sudah dicek tim teknis dari pihak terkait yang menguji ketahanan bangunan.

Baca Juga:  NEWS UPDATE! Diguncang Gempa 5,4 SR, Tanah Bali Bergetar

Hasil dari pemeriksaan pada bagian yang rusak tidak sampai merusak struktur utama bangunan. “Tidak masalah, sudah dicek ternyata hanya pada bagian luar saja yang rusak,” ungkapnya.

Direktur yang baru menjabat bulan Februari lalu itu memastikan bangunan yang dibangun empat tahun lalu itu masih kuat.

Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perbaikan pada kerusakan akibat gempa tersebut. “Kami sudah rencanakan untuk perbaikan,” tandasnya. 



NEGARA – Salah satu bangunan lantai empat rumah sakit umum (RSU) Negara yang dibangun pada tahun 2015 lalu, retak pada bagian tembok di lantai dua.

Bangunan itu retak pasca gempa bumi berkekuatan 6,4 di Situbondo, pada Kamis 11 Oktober 2018 lalu. Namun, hingga saat ini kerusakan bangunan itu belum juga diperbaiki.

Kerusakan tembok tersebut berada tepat di tangga menuju lantai tiga gedung sayap barat RSU Negara.  

Terlihat retakan memanjang sekitar 4 meter.

Namun, kerusakan dipastikan tidak merusak struktur utama bangunan, sehingga hanya perlu perbaikan pada lapisan tembok yang mengelupas.

Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Oka Parwata mengatakan, kerusakan bangunan akibat gempa tersebut sudah dicek tim teknis dari pihak terkait yang menguji ketahanan bangunan.

Baca Juga:  MIMIH! Jaspel Belum Dibayar, Insentif Covid-19 Nakes Jembrana Dipotong

Hasil dari pemeriksaan pada bagian yang rusak tidak sampai merusak struktur utama bangunan. “Tidak masalah, sudah dicek ternyata hanya pada bagian luar saja yang rusak,” ungkapnya.

Direktur yang baru menjabat bulan Februari lalu itu memastikan bangunan yang dibangun empat tahun lalu itu masih kuat.

Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan perbaikan pada kerusakan akibat gempa tersebut. “Kami sudah rencanakan untuk perbaikan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/