alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

100 KK Kurang Mampu di Klungkung Siap Kembangkan Pertanian Hidroponik

SEMARAPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung memiliki cara khusus untuk pengentasan kemiskinan.

Salah satunya, yakni dengan memberikan bantuan instalasi pertanian hidroponik kepada 100 kepala keluarga (KK) kurang mampu di Kecamatan Klungkung.

Tak hanya diberi bantuan alat pertanian, para KK miskin ini rencananya juga akan mendapat pelatihan hingga mereka dapat mengembangkan pertanian hidroponik secara mandiri, mulai Senin (12/10) mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida, Minggu (4/10) mengungkapkan, 100 KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung telah mendapat bantuan satu paket instalasi pertanian hidroponik dari Pemkab Klungkung.

Mengajak KK kurang mampu mengembangkan pertanian hidroponik agar bisa terlepas dari belenggu kemiskinan merupakan cita-cita Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta sejak dulu.

Baca Juga:  Kerap Jadi Temuan BPK, Bupati Klungkung Akui Tak Cek Menyeluruh Proyek

“Satu paket instalasi pertanian hidroponiknya sudah ada di masing-masing rumah KK kurang mampu. Kami berikan lengkap dengan bibit dan lainnya,” ujarnya.

Sebenarnya ada 400 KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 100 KK saja yang memenuhi kriteria.

Mulai dari minat untuk mengembangkan pertanian hidroponik, luasan pekarangan rumah yang dimiliki, hingga ketersediaan listrik. Mengingat pengembangan pertanian itu membutuhkan listrik.

“Untuk melihat seberapa efektifnya program ini dalam mengentaskan kemiskinan, program ini baru diuji coba kepada KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung,” katanya.

Meski instalasi hidroponik sudah berada di masing-masing rumah KK kurang mampu tersebut, pelatihan baru akan dilakukan mulai Senin (12/10) mendatang.

Baca Juga:  Terkena Dampak Covid-19, 11 Paket Pekerjaan Dalam Proses Tender Batal

Nantinya, para KK kurang mampu ini, akan diberikan pelatihan dan pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga mereka memetik hasil panen pertama.

“Hingga panen pertama diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari. Tanaman yang dikembangkan seperti sayur-sayuran,” katanya.

Melalui pelatihan dan pemberian bantuan instalasi pertanian hidroponik itu, lanjut Juanida, diharapkan KK kurang mampu tersebut bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan dapat memasarkan hasil pertaniannya ke pasaran sehingga memiliki sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan segera dapat terlepas dari belenggu kemiskinan.

“Apalagi dengan situasi pandemi seperti ini, diharapkan dapat memberikan tambahan pemasukan,” tandasnya.



SEMARAPURA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung memiliki cara khusus untuk pengentasan kemiskinan.

Salah satunya, yakni dengan memberikan bantuan instalasi pertanian hidroponik kepada 100 kepala keluarga (KK) kurang mampu di Kecamatan Klungkung.

Tak hanya diberi bantuan alat pertanian, para KK miskin ini rencananya juga akan mendapat pelatihan hingga mereka dapat mengembangkan pertanian hidroponik secara mandiri, mulai Senin (12/10) mendatang.

Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida, Minggu (4/10) mengungkapkan, 100 KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung telah mendapat bantuan satu paket instalasi pertanian hidroponik dari Pemkab Klungkung.

Mengajak KK kurang mampu mengembangkan pertanian hidroponik agar bisa terlepas dari belenggu kemiskinan merupakan cita-cita Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta sejak dulu.

Baca Juga:  Pencairan Tahap VIII Berakhir, Klungkung Menuju Pencairan BST Tahap IX

“Satu paket instalasi pertanian hidroponiknya sudah ada di masing-masing rumah KK kurang mampu. Kami berikan lengkap dengan bibit dan lainnya,” ujarnya.

Sebenarnya ada 400 KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 100 KK saja yang memenuhi kriteria.

Mulai dari minat untuk mengembangkan pertanian hidroponik, luasan pekarangan rumah yang dimiliki, hingga ketersediaan listrik. Mengingat pengembangan pertanian itu membutuhkan listrik.

“Untuk melihat seberapa efektifnya program ini dalam mengentaskan kemiskinan, program ini baru diuji coba kepada KK kurang mampu di Kecamatan Klungkung,” katanya.

Meski instalasi hidroponik sudah berada di masing-masing rumah KK kurang mampu tersebut, pelatihan baru akan dilakukan mulai Senin (12/10) mendatang.

Baca Juga:  Koleksi 4.264 PNS, Klungkung Belum Pastikan Jumlah Usulan CPNS 2019

Nantinya, para KK kurang mampu ini, akan diberikan pelatihan dan pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) hingga mereka memetik hasil panen pertama.

“Hingga panen pertama diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari. Tanaman yang dikembangkan seperti sayur-sayuran,” katanya.

Melalui pelatihan dan pemberian bantuan instalasi pertanian hidroponik itu, lanjut Juanida, diharapkan KK kurang mampu tersebut bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan dapat memasarkan hasil pertaniannya ke pasaran sehingga memiliki sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan segera dapat terlepas dari belenggu kemiskinan.

“Apalagi dengan situasi pandemi seperti ini, diharapkan dapat memberikan tambahan pemasukan,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/