alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Panitia Batasi Umat Hadiri Piodalan di Pura Goa Lawah Klungkung

SEMARAPURA– Peserta piodalan di Pura Goa Lawah, Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, saat Anggara Kasih Medangsia dibatasi dan diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Tak hanya diimbau mematuhi Prokes, bagi umat dari luar Desa Adat Pesinggahan, pihak panitia juga mengimbau agar umat melakukan persembahyangan dari tempat persembahyangan masing-masing

Seperti disampaikan salah satu panitia piodalan Pura Goa Lawah, I Putu Juliadi. Dikonfirmasi, Minggu (4/10), ia menyatakan jika surat imbauan telah dikeluarkan berkaitan dengan piodalan di Pura Goa Lawah yang akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan, kata Juliadi mendapat perhatian khusus. Untuk itu, pada surat imbauan tertulis, saat prosesi piodalan hanya diperkenankan bagi pengempon pura.

Baca Juga:  Jokowi ke Buleleng, Ini yang Akan Disampaikan Bupati Buleleng ke Presiden

Bahkan meski diizinkan, namun para pengempon tetap diminta untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Sedangkan krama atau warga dari luar Desa Adat Pesinggahan, pihaknya mengimbau untuk melakukan persembahyangan di tempat persembahyangan masing-masing.

“Bagi umat yang terlanjut tangkil (datang ke pura) kami tidak larang. Namun kami imbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurut Juliadi, rangkaian piodalan di Pura Goa Lawah sudah dimulai sejak Kamis (1/10).

Adapun puncak piodalan akan berlangsung Selasa (6/10) besok, dengan dipuput atau dipimpin Ida Pedanda Istri Gede Ketut Keniten dari Griya Jumpung Anyar, Desa Dawan Klod.

Usai puncak Pedudusan Alit, Ida Betara akan nyejer selama tiga hari dan terakhir masineb pada Jumat (9/10) nanti.

Baca Juga:  Ban Pesawat Pecah, Penerbangan Bandara Ngurah Rai Bali Tutup Satu Jam

“Meski digelar di tengah pandemi, kami tetap melaksanakan nyejer tiga hari karena hal ini sesuai Purana yang ada di Pura Goa Lawah,” tandasnya. 



SEMARAPURA– Peserta piodalan di Pura Goa Lawah, Desa Adat Pesinggahan, Kecamatan Dawan, saat Anggara Kasih Medangsia dibatasi dan diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Tak hanya diimbau mematuhi Prokes, bagi umat dari luar Desa Adat Pesinggahan, pihak panitia juga mengimbau agar umat melakukan persembahyangan dari tempat persembahyangan masing-masing

Seperti disampaikan salah satu panitia piodalan Pura Goa Lawah, I Putu Juliadi. Dikonfirmasi, Minggu (4/10), ia menyatakan jika surat imbauan telah dikeluarkan berkaitan dengan piodalan di Pura Goa Lawah yang akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan, kata Juliadi mendapat perhatian khusus. Untuk itu, pada surat imbauan tertulis, saat prosesi piodalan hanya diperkenankan bagi pengempon pura.

Baca Juga:  Pipa PDAM Putus, 16.000 Pelanggan di Klungkung Alami Krisis Air Bersih

Bahkan meski diizinkan, namun para pengempon tetap diminta untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Sedangkan krama atau warga dari luar Desa Adat Pesinggahan, pihaknya mengimbau untuk melakukan persembahyangan di tempat persembahyangan masing-masing.

“Bagi umat yang terlanjut tangkil (datang ke pura) kami tidak larang. Namun kami imbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurut Juliadi, rangkaian piodalan di Pura Goa Lawah sudah dimulai sejak Kamis (1/10).

Adapun puncak piodalan akan berlangsung Selasa (6/10) besok, dengan dipuput atau dipimpin Ida Pedanda Istri Gede Ketut Keniten dari Griya Jumpung Anyar, Desa Dawan Klod.

Usai puncak Pedudusan Alit, Ida Betara akan nyejer selama tiga hari dan terakhir masineb pada Jumat (9/10) nanti.

Baca Juga:  PTM di Gianyar Bisa Digelar 100 Persen, Kantin Juga Boleh Buka

“Meski digelar di tengah pandemi, kami tetap melaksanakan nyejer tiga hari karena hal ini sesuai Purana yang ada di Pura Goa Lawah,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/