alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Astungkara…Sapi yang Dijual Murah Pengungsi Diupayakan Diganti

RadarBali.com – Pengungsi banyak mengalami kerugian material saat dipaksa mengungsi. Di antaranya adalah para peternak yang sudah terlanjur ternaknya terjual dengan harga murah karena harus buru-buru mengungsi.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Ternak Kementerian Pertanian Ketut Diarmita mengakui akan berupaya membantu peternak yang kondisinya seperti itu.

Terutama para petani yang memang tidak mampu. Seperti punya satu ekor sapi, kemudian dijual dengan harga murah.

“Kita akan upayakan beri pengganti untuk peternak yang tidak mampu. Penggantian akan dilakukan selektif,” ujar Ketut Diarmita di sela pertemuan

dengan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Dandim Karangasem Letkol Inf Sjafirul Agustus di Posko Induk Siaga Bencana Gunung Agung, Tanah Ampo Manggis kemarin siang.

Baca Juga:  Bau Belerang Tercium Keras di Temukus, Ini Kata PVMBG

Bahkan saat ini pihaknya mengakui sudah ada anggaran untuk sekitar 200 ekor sapi. Untuk ternak yang patah saat evakuasi juga akan diupayakan dibantu.

Di antaranya adalah dengan dicarikan tukang potong agar dibeli dengan harga yang layak sesuai pasaran.

Dirjen Kesehatan Ternak sendiri telah menyediakan lokasi penampungan hewan ternak termasuk sapi. Ada beberapa titik dan tersebar di beberapa tempat seperti Rendang, Sidemen, Abang, Manggis, Karangasem serta Buleleng.

Bahkan, di Buleleng ada lahan seluas 8 hektare sehingga bisa cukup untuk 2.000 ekor sapi.  Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra meminta agar hewan yang ada di penampungan sebaiknya di biarkan dulu di lokasi.

Baca Juga:  Terganggu Abu Vulkanik, Begini Skenario Pemulangan Jenazah Pariani

Pihaknya menjamin untuk pakan sudah tersedia.  Karena kalau di bawa balik evakuasi hewan  lebih sulit dilakukan kalau terjadi apa – apa lagi.



RadarBali.com – Pengungsi banyak mengalami kerugian material saat dipaksa mengungsi. Di antaranya adalah para peternak yang sudah terlanjur ternaknya terjual dengan harga murah karena harus buru-buru mengungsi.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Ternak Kementerian Pertanian Ketut Diarmita mengakui akan berupaya membantu peternak yang kondisinya seperti itu.

Terutama para petani yang memang tidak mampu. Seperti punya satu ekor sapi, kemudian dijual dengan harga murah.

“Kita akan upayakan beri pengganti untuk peternak yang tidak mampu. Penggantian akan dilakukan selektif,” ujar Ketut Diarmita di sela pertemuan

dengan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Dandim Karangasem Letkol Inf Sjafirul Agustus di Posko Induk Siaga Bencana Gunung Agung, Tanah Ampo Manggis kemarin siang.

Baca Juga:  Disdik Tabanan Pastikan PPDB SMP Tetap Online, SD Bisa Manual

Bahkan saat ini pihaknya mengakui sudah ada anggaran untuk sekitar 200 ekor sapi. Untuk ternak yang patah saat evakuasi juga akan diupayakan dibantu.

Di antaranya adalah dengan dicarikan tukang potong agar dibeli dengan harga yang layak sesuai pasaran.

Dirjen Kesehatan Ternak sendiri telah menyediakan lokasi penampungan hewan ternak termasuk sapi. Ada beberapa titik dan tersebar di beberapa tempat seperti Rendang, Sidemen, Abang, Manggis, Karangasem serta Buleleng.

Bahkan, di Buleleng ada lahan seluas 8 hektare sehingga bisa cukup untuk 2.000 ekor sapi.  Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra meminta agar hewan yang ada di penampungan sebaiknya di biarkan dulu di lokasi.

Baca Juga:  Ribuan Pengungsi Turun Gunung, Setelah Aman Kembali Pulang Kampung

Pihaknya menjamin untuk pakan sudah tersedia.  Karena kalau di bawa balik evakuasi hewan  lebih sulit dilakukan kalau terjadi apa – apa lagi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/