alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Bayu: Jadi Peserta JKN – KIS Sama Saja Jadi Penolong Bagi Peserta Lain

SINGARAJA – Sejak awal berdirinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada awal tahun 2014 hingga saat ini telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.

Wujud nyata prinsip gotong royong yang dimiliki program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JK-KIS) telah membantu banyak masyarakat karena pada

dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, sebagai makhluk sosial pasti bergantung dan membutuhkan pertolongan orang lain.

Hal ini pun diakui oleh Putu Bayu Sadhana Putra, 31, saat ditemui tim Jamkesnews pada Senin (28/10).

“Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menolong sesama, salah satunya dengan menjadi peserta program JKN-KIS.

Saya tidak pernah merasa rugi telah menjadi peserta JKN-KIS, walaupun jarang menggunakannya karena menjadi peserta yang selalu sehat sama halnya

seperti menjadi penolong bagi peserta lain yang sedang sakit. Di sinilah letak dari prinsip gotong royong dari program JKN-KIS,” ungkapnya.

Tidak hanya bangga bisa berdonasi bagi sesama, Bayu, begitu sapaannya lega telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Selain dapat membantu peserta lain yang sedang sakit, saya sangat bahagia telah memegang kartu JKN-KIS karena dapat melindungi diri saya dari ancaman

biaya pelayanan kesehatan yang tidak lagi murah, untuk mengatasi hal tersebut memang perlu dilakukan antisipasi sejak dini sebelum sakit.

Jika kita ibaratkan sedia payung sebelum hujan, sama halnya dengan menjadi peserta JKN-KIS sebelum sakit.  

Menjadi peserta JKN-KIS memberikan kenyamanan tersendiri bagi saya dan keluarga,” terang ajudan Wakil Bupati Buleleng ini

Ia juga mengungkapkan perasaan tenangnya karena sudah menjadi peserta JKN-KIS. “Saya tidak takut lagi apabila suatu saat nanti saya terjatuh sakit dan memerlukan biaya pelayanan kesehatan,

karena saya telah menjadi peserta JKN-KIS dan program JKN-KIS yang akan menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan

saya tanpa iuran biaya satu rupiah pun apabila sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ceritanya sambil menunjukkan kartu JKN-KIS.

Bayu pun mengajak seluruh penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga.

“Saya mengetahui manfaat dan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, maka saya mengimbau kepada seluruh penduduk yang belum terdaftar

sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga,” ajaknya dengan penuh semangat.

Selain itu, Bayu pun memberikan apresiasi terhadap program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap program JKN-KIS,  karena iuran yang begitu kecil namun manfaat yang diberikan sangat besar,

dapat membiayai segala jenis penyakit. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesungguhan pemerintah yang telah mencanangkan

program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program ini dengan sangat baik. Jika ditanya bagaimana harapan saya terhadap program JKN-KIS,

semoga program pemerintah ini tetap ada di negara Indonesia dan berjalan secara berkesinambungan serta semakin

dapat memberikan manfaat bagi seluruh penduduk tanpa terkecuali,” tutupnya mengakhiri pembicaraan. (rba)

 



SINGARAJA – Sejak awal berdirinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada awal tahun 2014 hingga saat ini telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.

Wujud nyata prinsip gotong royong yang dimiliki program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JK-KIS) telah membantu banyak masyarakat karena pada

dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, sebagai makhluk sosial pasti bergantung dan membutuhkan pertolongan orang lain.

Hal ini pun diakui oleh Putu Bayu Sadhana Putra, 31, saat ditemui tim Jamkesnews pada Senin (28/10).

“Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menolong sesama, salah satunya dengan menjadi peserta program JKN-KIS.

Saya tidak pernah merasa rugi telah menjadi peserta JKN-KIS, walaupun jarang menggunakannya karena menjadi peserta yang selalu sehat sama halnya

seperti menjadi penolong bagi peserta lain yang sedang sakit. Di sinilah letak dari prinsip gotong royong dari program JKN-KIS,” ungkapnya.

Tidak hanya bangga bisa berdonasi bagi sesama, Bayu, begitu sapaannya lega telah menjadi peserta JKN-KIS.

“Selain dapat membantu peserta lain yang sedang sakit, saya sangat bahagia telah memegang kartu JKN-KIS karena dapat melindungi diri saya dari ancaman

biaya pelayanan kesehatan yang tidak lagi murah, untuk mengatasi hal tersebut memang perlu dilakukan antisipasi sejak dini sebelum sakit.

Jika kita ibaratkan sedia payung sebelum hujan, sama halnya dengan menjadi peserta JKN-KIS sebelum sakit.  

Menjadi peserta JKN-KIS memberikan kenyamanan tersendiri bagi saya dan keluarga,” terang ajudan Wakil Bupati Buleleng ini

Ia juga mengungkapkan perasaan tenangnya karena sudah menjadi peserta JKN-KIS. “Saya tidak takut lagi apabila suatu saat nanti saya terjatuh sakit dan memerlukan biaya pelayanan kesehatan,

karena saya telah menjadi peserta JKN-KIS dan program JKN-KIS yang akan menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan

saya tanpa iuran biaya satu rupiah pun apabila sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ceritanya sambil menunjukkan kartu JKN-KIS.

Bayu pun mengajak seluruh penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga.

“Saya mengetahui manfaat dan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, maka saya mengimbau kepada seluruh penduduk yang belum terdaftar

sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga,” ajaknya dengan penuh semangat.

Selain itu, Bayu pun memberikan apresiasi terhadap program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap program JKN-KIS,  karena iuran yang begitu kecil namun manfaat yang diberikan sangat besar,

dapat membiayai segala jenis penyakit. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesungguhan pemerintah yang telah mencanangkan

program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program ini dengan sangat baik. Jika ditanya bagaimana harapan saya terhadap program JKN-KIS,

semoga program pemerintah ini tetap ada di negara Indonesia dan berjalan secara berkesinambungan serta semakin

dapat memberikan manfaat bagi seluruh penduduk tanpa terkecuali,” tutupnya mengakhiri pembicaraan. (rba)

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/