alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Diterjang Air Bah, Jembatan Gantung di Pupuan Putus

TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan membuat sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua desa putus. Jembatan tersebut putus akibat diterjang air bah atau air blabar saat hujan deras, yang terjadi Rabu (3/11).

 

Jembatan gantung penghubung antar Banjar Galiukir Kelod, Desa Kebon Padangan dengan Banjar Kebonjero Kangin, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan tak dapat dilalui warga setempat.

 

Perbekel Kebon Padangan I Made Arif Hartawan mengatakan jembatan gantung yang putus setelah wilayahnya diguyur hujan deras sejak Rabu (3/10). Bahkan hujan lebat masih mengguyur wilayahnya saat ini. 

 

Hal itulah yang memicu adanya luapan aliran air sungai di Tukad Yeh Ho yang menyebabkan jembatan gantung tersebut diterjang air bah.

 

Praktis dengan putusnya jembatan gantung yang dibangun tahun 2000 silam ini membuat aktivitas perekonomian dan pengangkutan hasil pertanian masyarakat tersendat.

 

“Jembatan dengan panjang 24 meter dengan lebar 1,5 meter tak bisa difungsi sama sekali oleh warga. Hanya bisa menunggu perbaikan dari pemerintah daerah,” ungkapnya, Kamis (4/11).

 

Made Arif menjelaskan kembali jembatan gantung ini dibangun Tahun 2000 secara swadaya dari masyarakat. Warga berinisiatif membangun jembatan gantung yang menghubungkan Banjar Galiukir Kelod, Desa Kebon Padangan dengan Banjar Kebonjero Kangin, Desa Munduktemu.



TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan membuat sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua desa putus. Jembatan tersebut putus akibat diterjang air bah atau air blabar saat hujan deras, yang terjadi Rabu (3/11).

 

Jembatan gantung penghubung antar Banjar Galiukir Kelod, Desa Kebon Padangan dengan Banjar Kebonjero Kangin, Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan tak dapat dilalui warga setempat.

 

Perbekel Kebon Padangan I Made Arif Hartawan mengatakan jembatan gantung yang putus setelah wilayahnya diguyur hujan deras sejak Rabu (3/10). Bahkan hujan lebat masih mengguyur wilayahnya saat ini. 

 

Hal itulah yang memicu adanya luapan aliran air sungai di Tukad Yeh Ho yang menyebabkan jembatan gantung tersebut diterjang air bah.

 

Praktis dengan putusnya jembatan gantung yang dibangun tahun 2000 silam ini membuat aktivitas perekonomian dan pengangkutan hasil pertanian masyarakat tersendat.

 

“Jembatan dengan panjang 24 meter dengan lebar 1,5 meter tak bisa difungsi sama sekali oleh warga. Hanya bisa menunggu perbaikan dari pemerintah daerah,” ungkapnya, Kamis (4/11).

 

Made Arif menjelaskan kembali jembatan gantung ini dibangun Tahun 2000 secara swadaya dari masyarakat. Warga berinisiatif membangun jembatan gantung yang menghubungkan Banjar Galiukir Kelod, Desa Kebon Padangan dengan Banjar Kebonjero Kangin, Desa Munduktemu.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/