alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Harga Sapi di Karangasem Meroket, Saudagar Sapi Mengeluh

 

AMLAPURA- Harga sapi di Karangasem mengalami lonjakan tajam sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat para saudagar sapi mengeluh. Terlebih pengusaha sapi potong, yang terimbas akibat kenaikan harga sapi di pasaran.

 

Salah seorang saudagar sapi asal Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Mudiana membenarkan hal tersebut. Kata dia, kenaikan harga sapi di pasaran terjadi usai perayaan Idul Adha. Kata dia kenaikan harga sapi mulai merangkak. Hingga saat ini kenaikan rata-rata mencapai Rp 2 juta per ekor. “Rata-rata naik dua juta,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (4/11).

 

Menurutnya, kenaikan harga sapi di pasaran ini dipicu akibat peternak saat menjelang Idul Adha menjual sapinya habis-habisan. Sehingga untuk mengganti bibit sapi yang telah terjual terpaksa membeli dengan harga mahal. “Kalau bibit sapi ini lonjakannya sampai Rp3 juta,” terangnya.

Baca Juga:  Allahu Akbar…Dihantam Gelombang, Raja Artis Terbalik

 

- Advertisement -

Selain harga naik, sapi yang dijual juga sedikit. Sehingga untuk mendapatkan sapi, para saudagar cukup kesulitan. Mudiana yang juga sebagai seorang pengusaha sapi potong juga tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya juga tidak bisa menaikkan harga daging. “Harapan kami semoga harga sapi kembali normal. Selain itu, kami sebagai saudagar di pasar Bebandem agak terganggu dengan pola jual beli calo yang langsung menawar sapi masih di atas kendaraan. Harusnya sapinya dibiarkan dulu, dibawa ke pasar, biar fair transaksinya,” tandasnya.

 

Sebelumnya Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Made Ari Susanta menyebut secara umum perkembangan populasi sapi Bali di Karangasem mengalami peningkatan yang siginifikan dibanding tahun sebelumnya. Sayangnya, data populasi untuk tahun 2021, kata dia, sedang dalam proses. Namun sebagai acuan, untuk tahun 2020 lalu populasi sapi ternak di Karangasem berjumlah 126 ribu ekor. “Data capaian tahun ini masih sedang proses. Karena pendataan bukan per triwulan atau per semester. Tapi kami langsung input dalam setahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Bali Naik Drastis
- Advertisement -

 

AMLAPURA- Harga sapi di Karangasem mengalami lonjakan tajam sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat para saudagar sapi mengeluh. Terlebih pengusaha sapi potong, yang terimbas akibat kenaikan harga sapi di pasaran.

 

Salah seorang saudagar sapi asal Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Mudiana membenarkan hal tersebut. Kata dia, kenaikan harga sapi di pasaran terjadi usai perayaan Idul Adha. Kata dia kenaikan harga sapi mulai merangkak. Hingga saat ini kenaikan rata-rata mencapai Rp 2 juta per ekor. “Rata-rata naik dua juta,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (4/11).

 

Menurutnya, kenaikan harga sapi di pasaran ini dipicu akibat peternak saat menjelang Idul Adha menjual sapinya habis-habisan. Sehingga untuk mengganti bibit sapi yang telah terjual terpaksa membeli dengan harga mahal. “Kalau bibit sapi ini lonjakannya sampai Rp3 juta,” terangnya.

Baca Juga:  Lahan Berkurang, Produksi Cabai di Karangasem Naik Berlipat

 

Selain harga naik, sapi yang dijual juga sedikit. Sehingga untuk mendapatkan sapi, para saudagar cukup kesulitan. Mudiana yang juga sebagai seorang pengusaha sapi potong juga tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya juga tidak bisa menaikkan harga daging. “Harapan kami semoga harga sapi kembali normal. Selain itu, kami sebagai saudagar di pasar Bebandem agak terganggu dengan pola jual beli calo yang langsung menawar sapi masih di atas kendaraan. Harusnya sapinya dibiarkan dulu, dibawa ke pasar, biar fair transaksinya,” tandasnya.

 

Sebelumnya Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Made Ari Susanta menyebut secara umum perkembangan populasi sapi Bali di Karangasem mengalami peningkatan yang siginifikan dibanding tahun sebelumnya. Sayangnya, data populasi untuk tahun 2021, kata dia, sedang dalam proses. Namun sebagai acuan, untuk tahun 2020 lalu populasi sapi ternak di Karangasem berjumlah 126 ribu ekor. “Data capaian tahun ini masih sedang proses. Karena pendataan bukan per triwulan atau per semester. Tapi kami langsung input dalam setahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Allahu Akbar…Dihantam Gelombang, Raja Artis Terbalik

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/