alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Mistis! Kerauhan di Panggung, Para Penari Cantik Ini Malah Raih Juara

GIANYAR – Kehebohan sempat mewarnai lomba senam line dance yang digelar di wantilan Desa Pakraman Bitra, Gianyar, pada Rabu (5/12).

 

Heboh warga saat lomba serangkaian hari ibu, itu menyusul dengan insiden kerauhan dan pingsannya peserta.

 

Salah satu peserta dari grup gabungan RS Sanjiwani-Dinas Ketenagakerjaan-Dinas Pariwisata, Made Sulasmi menceritakan, grup mereka tampil memukau membawakan tarian.

 

“Setelah pentas, kami ke belakang (panggung, red). Langsung teman kami, Karina, loncat-loncat,” ujar Sulasmi.

 

Kepada koran ini, Sulasmi memeragakan cara temannya yang kesurupan itu. Temannya tampak seperti orang sedang menari-nari tetapi tidak sadarkan diri. “Dia bilang kurang kopi ini,” ujarnya menirukan pernyataan Karina.

Baca Juga:  Siapkan 1700 Kantong Daging, Danlanal Denpasar Serahkan 1 Kurban Sapi

 

Situasi di belakang panggung pun sempat geger sebentar. Namun di depan panggung, peserta l

 

ainnya tetap melanjutkan pentas. Tak berselang lama, peserta yang kesurupan itu membaik. Grup yang pesertanya terlibat kesurupan itu akhirnya memperoleh juara III.

 

Sehari sebelumnya, saat gladi, rupanya Karina ini juga sempat kesurupan. Dan kembali berangsur membaik. Selain ada peserta kesurupan, saat lomba juga ada peserta pingsan usai pentas. Peserta pingsan sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sanjiwani dan ketika siuman diperbolehkan pulang.

 

Panitia kegiatan yang juga istri sekda Gianyar, Dwikorawati Wisnu Wijaya, tidak berani berkomentar soal hal itu.

 

“Apakah psikologisnya apakah terharu. Setahu kami di belakang (panggung, red) pada menangis,” jelasnya.

Baca Juga:  Horeeā€¦Selain KK Miskin, Pekerja Terdampak Covid-19 Bakal Dapat Sembako

 



GIANYAR – Kehebohan sempat mewarnai lomba senam line dance yang digelar di wantilan Desa Pakraman Bitra, Gianyar, pada Rabu (5/12).

 

Heboh warga saat lomba serangkaian hari ibu, itu menyusul dengan insiden kerauhan dan pingsannya peserta.

 

Salah satu peserta dari grup gabungan RS Sanjiwani-Dinas Ketenagakerjaan-Dinas Pariwisata, Made Sulasmi menceritakan, grup mereka tampil memukau membawakan tarian.

 

“Setelah pentas, kami ke belakang (panggung, red). Langsung teman kami, Karina, loncat-loncat,” ujar Sulasmi.

 

Kepada koran ini, Sulasmi memeragakan cara temannya yang kesurupan itu. Temannya tampak seperti orang sedang menari-nari tetapi tidak sadarkan diri. “Dia bilang kurang kopi ini,” ujarnya menirukan pernyataan Karina.

Baca Juga:  Horeeā€¦Selain KK Miskin, Pekerja Terdampak Covid-19 Bakal Dapat Sembako

 

Situasi di belakang panggung pun sempat geger sebentar. Namun di depan panggung, peserta l

 

ainnya tetap melanjutkan pentas. Tak berselang lama, peserta yang kesurupan itu membaik. Grup yang pesertanya terlibat kesurupan itu akhirnya memperoleh juara III.

 

Sehari sebelumnya, saat gladi, rupanya Karina ini juga sempat kesurupan. Dan kembali berangsur membaik. Selain ada peserta kesurupan, saat lomba juga ada peserta pingsan usai pentas. Peserta pingsan sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Sanjiwani dan ketika siuman diperbolehkan pulang.

 

Panitia kegiatan yang juga istri sekda Gianyar, Dwikorawati Wisnu Wijaya, tidak berani berkomentar soal hal itu.

 

“Apakah psikologisnya apakah terharu. Setahu kami di belakang (panggung, red) pada menangis,” jelasnya.

Baca Juga:  Lolos Tes Kesehatan, Kapan Bupati Mahayastra Suntik Vaksin Covid-19?

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/