alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Hampir Kelar, Uji Coba Shortcut Denpasar–Singaraja Target Akhir Tahun

SUKASADA – Proyek jalan shortcut Singaraja-Denpasar titik 5-6 di Kabupaten Buleleng, kian mendekati rampung.

Proyek itu ditarget tuntas dalam beberapa pekan mendatang. Direncanakan pada Desember nanti, jalur sudah dibuka untuk proses uji coba.

Hingga Selasa (3/12) lalu, angka realisasi pekerjaan sudah mencapai 97,26 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya pengaspalan jalan dan pembuatan marka jalan.

Realisasi itu sedikit meleset dari target awal, yang direncanakan rampung pada akhir November lalu.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (PPK BBPJN) Wilayah VIII, Ketut Payun Astapa mengatakan, secara kontrak proyek itu sebenarnya harus tuntas pada 31 Desember 2019.

Melihat progress yang cukup positif pada pekerjaan, sempat muncul target penuntasan pada akhir November 2019.

“Tapi karena cuaca tidak mendukung, akhirnya target itu direvisi. Kami harap pertengahan bulan ini sudah selesai. Tinggal pekerjaan pengaspalan,

Baca Juga:  HOT NEWS!! Koster Akan Legalkan Arak Bali

pembuatan marka jalan, dan beberapa pekerjaan minor saja. Tetap tidak lewat dari tanggal kontrak,” kata Payun saat ditemui di lokasi proyek kemarin.

Menurutnya, saat ini pekerjaan proyek hanya terkendala cuaca. Sebab pekerjaan pengaspalan jalan tak bisa dilakukan, ketika hujan turun.

Akibatnya pekerjaan harus tertunda selama beberapa jam. Biasanya proses pengaspalan baru dilakukan pada malam hari. Mengingat mulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00, kerap turun hujan.

Khusus soal pengaspalan, Payun menyebut pekerjaan ini memang memakan waktu cukup lama. Sebab ada tiga lapis aspal yang dikerjakan.

Masing-masing lapis pertama setebal 8 centimeter, lapisan kedua setebal 6 centimeter, dan lapisan permukaan setebal 4 centimeter. Lapisan ini diharapkan mampu menjaga usia aspal cukup panjang.

Baca Juga:  Tindak 3.051 Warga Tak Bermasker, Aparat Raup Uang Denda Puluhan Juta

Sementara untuk pekerjaan penahan tebing dari longsoran, Payun menyatakan semua telah diperhitungkan.

Untuk tebing yang berbatu, kontraktor pelaksana akan melakukan teknik hydro seeding guna mencegah longsor.

Sementara untuk tanah yang konturnya labil, akan diperkuat dengan teknik soil nailing. Khusus teknik terakhir, Payun menyebut sudah ada 2.000 titik soil nailing di sepanjang jalur shortcut.

“Mudah-mudahan pertengahan Desember itu sudah rampung, sehingga sudah bisa melaspas. Nanti setelah melaspas, baru kami buka untuk uji coba. Kalau lancar, astungkara akhir tahun sudah bisa uji coba,” tukasnya.

Sekadar diketahui, proyek shortcut mulai dikerjakan sejak tahun lalu. Proyek ini dimenangkan PT. Adhi Karya dengan nilai penawaran Rp 140,68 miliar. Jalur ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh di Jalan Raya Singaraja-Denpasar.



SUKASADA – Proyek jalan shortcut Singaraja-Denpasar titik 5-6 di Kabupaten Buleleng, kian mendekati rampung.

Proyek itu ditarget tuntas dalam beberapa pekan mendatang. Direncanakan pada Desember nanti, jalur sudah dibuka untuk proses uji coba.

Hingga Selasa (3/12) lalu, angka realisasi pekerjaan sudah mencapai 97,26 persen. Pekerjaan yang tersisa hanya pengaspalan jalan dan pembuatan marka jalan.

Realisasi itu sedikit meleset dari target awal, yang direncanakan rampung pada akhir November lalu.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (PPK BBPJN) Wilayah VIII, Ketut Payun Astapa mengatakan, secara kontrak proyek itu sebenarnya harus tuntas pada 31 Desember 2019.

Melihat progress yang cukup positif pada pekerjaan, sempat muncul target penuntasan pada akhir November 2019.

“Tapi karena cuaca tidak mendukung, akhirnya target itu direvisi. Kami harap pertengahan bulan ini sudah selesai. Tinggal pekerjaan pengaspalan,

Baca Juga:  Tebing Longsor, Jalan Bungaya-Karangasem Sempat Lumpuh

pembuatan marka jalan, dan beberapa pekerjaan minor saja. Tetap tidak lewat dari tanggal kontrak,” kata Payun saat ditemui di lokasi proyek kemarin.

Menurutnya, saat ini pekerjaan proyek hanya terkendala cuaca. Sebab pekerjaan pengaspalan jalan tak bisa dilakukan, ketika hujan turun.

Akibatnya pekerjaan harus tertunda selama beberapa jam. Biasanya proses pengaspalan baru dilakukan pada malam hari. Mengingat mulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00, kerap turun hujan.

Khusus soal pengaspalan, Payun menyebut pekerjaan ini memang memakan waktu cukup lama. Sebab ada tiga lapis aspal yang dikerjakan.

Masing-masing lapis pertama setebal 8 centimeter, lapisan kedua setebal 6 centimeter, dan lapisan permukaan setebal 4 centimeter. Lapisan ini diharapkan mampu menjaga usia aspal cukup panjang.

Baca Juga:  Pedagang di Gianyar Terpapar Covid-19, Transmisi Lokal Jadi Ancaman

Sementara untuk pekerjaan penahan tebing dari longsoran, Payun menyatakan semua telah diperhitungkan.

Untuk tebing yang berbatu, kontraktor pelaksana akan melakukan teknik hydro seeding guna mencegah longsor.

Sementara untuk tanah yang konturnya labil, akan diperkuat dengan teknik soil nailing. Khusus teknik terakhir, Payun menyebut sudah ada 2.000 titik soil nailing di sepanjang jalur shortcut.

“Mudah-mudahan pertengahan Desember itu sudah rampung, sehingga sudah bisa melaspas. Nanti setelah melaspas, baru kami buka untuk uji coba. Kalau lancar, astungkara akhir tahun sudah bisa uji coba,” tukasnya.

Sekadar diketahui, proyek shortcut mulai dikerjakan sejak tahun lalu. Proyek ini dimenangkan PT. Adhi Karya dengan nilai penawaran Rp 140,68 miliar. Jalur ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh di Jalan Raya Singaraja-Denpasar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/