alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Duh, Rumah Warga Hancur Diterjang Gelombang Tinggi

NEGARA- Gelombang tinggi di laut selatan Jembrana yang terjadi dalam tiga hari terakhir, menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Seperti yang terjadi di pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

 

Rumah warga rusak cukup parah karena diterjang gelombang tinggi. Gelobang tinggi juga membuat abrasi pantai semakin parah.

 

Informasi yang dihimpun, gelombang tinggi terjadi setiap malam. Dimulai sejak Jumat (3/12) malam lalu, tingginya gelombang menghantam pemukiman warga yang berada di pesisir. Barang berharga yang berada di dalam rumah di keluarkan untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah. “Kalau siang ombaknya landai, tapi malam mulai naik,” ujar Yanto, warga sekitar.

 

Gelombang tinggi juga terjadi pada Sabtu (4/12) malam. Tingginya gelombang membuat rumah warga ambruk. Salah satunya rumah Abdillah, 49. Gelombang tinggi membuat Diding rumahnya hancur. “Sebelum ambruk, barang-barang sudah diselamatkan lebih dulu karena ombaknya besar,” ujar Samsul, warga Banjar Pebuahan.

Baca Juga:  Viral… Beratnya Perjuangan Bantu Ibu Melahirkan di Pelosok Karangasem

 

Menurutnya, gelombang tinggi sebenarnya terjadi sejak sepekan terakhir, namun puncaknya tertinggi terjadi pada Sabtu (4/12) malam lalu sekitar pukul 21.30 WITA.

 

Sebelum dinding rumah hancur, pemiliknya dibantu warga sudah menurunkan atap genting, beberapa saat kemudian pondasi rumah tergerus gelombang membuat rumah ambruk.

 

Rumah warga yang lain, Siti, juga tergerus bagian pondasi dan sebagian bangunan sudah ambruk. Rumah Siti yang diterjang gelombang tinggi sejak dua hari terkahir, membuat pemiliknya mengungsi ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi.

 

Gelombang tinggi yang memicu abrasi yang semakin parah di Banjar Pebuahan ini, rutin terjadi setiap bulan purnama dan tilem. Setiap terjadi gelombang tinggi tersebut, hampir dipastikan menyebabkan satu atau dua rumah warga ambruk.

Baca Juga:  Gelar Lokasabha, Wabup Sutjidra Ingatkan Soal Sampradaya Non Dresta

 

Selain merusak rumah dan infrastruktur jalan, gelombang tinggi menyebabkan perahu nelayan yang berada di pesisir Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, mengalami kerusakan. Kuatnya hantaman gelombang membuat beberapa perahu nelayan juga terhempas jauh ke darat.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di Banjar Pebuahan tidak hanya membuat rumah warga rusak. Akses jalan putus dan satu tiang listrik nyaris roboh karena tanah tergerus abrasi. “Karena potensi gelombang tinggi masih terjadi, kami imbau warga untuk selalu waspada untuk menghindari korban jiwa,” ujarnya.


NEGARA- Gelombang tinggi di laut selatan Jembrana yang terjadi dalam tiga hari terakhir, menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Seperti yang terjadi di pesisir Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara.

 

Rumah warga rusak cukup parah karena diterjang gelombang tinggi. Gelobang tinggi juga membuat abrasi pantai semakin parah.

 

Informasi yang dihimpun, gelombang tinggi terjadi setiap malam. Dimulai sejak Jumat (3/12) malam lalu, tingginya gelombang menghantam pemukiman warga yang berada di pesisir. Barang berharga yang berada di dalam rumah di keluarkan untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah. “Kalau siang ombaknya landai, tapi malam mulai naik,” ujar Yanto, warga sekitar.

 

Gelombang tinggi juga terjadi pada Sabtu (4/12) malam. Tingginya gelombang membuat rumah warga ambruk. Salah satunya rumah Abdillah, 49. Gelombang tinggi membuat Diding rumahnya hancur. “Sebelum ambruk, barang-barang sudah diselamatkan lebih dulu karena ombaknya besar,” ujar Samsul, warga Banjar Pebuahan.

Baca Juga:  Mimih…Panik Gempa Situbondo, Ibu Paro Baya Kabur Bertelanjang Dada

 

Menurutnya, gelombang tinggi sebenarnya terjadi sejak sepekan terakhir, namun puncaknya tertinggi terjadi pada Sabtu (4/12) malam lalu sekitar pukul 21.30 WITA.

 

Sebelum dinding rumah hancur, pemiliknya dibantu warga sudah menurunkan atap genting, beberapa saat kemudian pondasi rumah tergerus gelombang membuat rumah ambruk.

 

Rumah warga yang lain, Siti, juga tergerus bagian pondasi dan sebagian bangunan sudah ambruk. Rumah Siti yang diterjang gelombang tinggi sejak dua hari terkahir, membuat pemiliknya mengungsi ke rumah anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi.

 

Gelombang tinggi yang memicu abrasi yang semakin parah di Banjar Pebuahan ini, rutin terjadi setiap bulan purnama dan tilem. Setiap terjadi gelombang tinggi tersebut, hampir dipastikan menyebabkan satu atau dua rumah warga ambruk.

Baca Juga:  Waspada! Gelombang di Perairan Selatan Bali Bisa Mencapai 5 Meter

 

Selain merusak rumah dan infrastruktur jalan, gelombang tinggi menyebabkan perahu nelayan yang berada di pesisir Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, mengalami kerusakan. Kuatnya hantaman gelombang membuat beberapa perahu nelayan juga terhempas jauh ke darat.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, gelombang tinggi yang terjadi di Banjar Pebuahan tidak hanya membuat rumah warga rusak. Akses jalan putus dan satu tiang listrik nyaris roboh karena tanah tergerus abrasi. “Karena potensi gelombang tinggi masih terjadi, kami imbau warga untuk selalu waspada untuk menghindari korban jiwa,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/