alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Prajurit TNI yang Gantung Diri Tinggalkan Pakaian Loreng hingga Vario

I Nyoman Trika Daryanta datang ke jembatan Tukad Bangkung diduga mengendarai sepeda motor Vario. Sebab, motor itu yang ditinggalkannya di dekat TKP. Selain itu, ada juga pakaian tentara yang diduga miliknya.

MARCELLUS PAMPUR-ANDRE SULLA, Badung

SEKITAR Pukul 08.00 Wita, Sabtu (4/12), I Wayan Suamba berangkat dari Denpasar menuju Desa Catur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Lelaki berusia 59 tahun itu mengambil rute Petang.

 

Belum sampai Desa Catur, dia menghentikan laju sepeda motornya saat sampai di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Itu sekitar 9 kilometer lagi untuk sampai Desa Catur. Kira-kira 10 sampai 15 menit lagi tiba.

- Advertisement -

 

Namun, dia memang memilih berhenti di jembatan yang dibangun pemerintah pusat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar Pukul 08.45 Wita.

 

Dia berhenti di tepi jembatan sambil beristirahat. Saat sedang duduk, dia melihat sebuah tali yang terikat di tiang lampu. Karena merasa curiga dia melihat ke bawah dan melihat orang melayang dan tergantung di bawah  jembatan yang merupakan seorang pria. 

Baca Juga:  Sang Istri Langsung Teriak saat Lihat Suami Tergantung di Pohon

 

Suamba pun kaget bukan main. Ia memanggil beberapa warga yang berjualan di sekitar jembatan untuk memastikan hal itu. Saksi dan warga lalu melaporkan temuan itu kepada petugas.

 

Petugas dari Polsek Petang pun datang. Juga petugas dari sejumlah lembaga, termasuk Basarnas Bali, PMI dan lainnya untuk melakukan evakuasi tubuh korban yang diketahui kemudian bernama I Nyoman Trika Daryanta.

 

Belakangan diketahui pula Nyoman Trika Daryanta adalah pemuda berusia 22 tahun asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Marga, Tabanan.

 

Nyoman Trika Daryanta juga diketahui merupakan anggota TNI dari kesatuan Raider 900.  Dia diduga mengakhiri hidupnya dengan cara mengikatkan tali pada tiang lampu pada jembatan kemudian melonjat ke jurang.

 

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan pula sejumlah barang yang diduga milik atau digunakan korban. Di antaranya adalah sebuah sepeda motor Honda Vario warna hitam DK 8791 DN yang ditemukan di dekat lokasi. Tepatnya di parkiran sebelah barat jembatan.

Baca Juga:  Terlilit Hutang, Warga Tegallalang Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Dapur

 

Selain itu, petugas juga menemukan jaket TNI dan topi bertuliskan sniper milik korban. Di topi bertuliskan Dikmata 473, juga celana yang di pakai bertuliskan Nyoman Frika.

 

Sekadar diketahui, Dikmata adalah kependekan dari Pendidikan Pertama Tamtama. Dengan demikian, Nyoman Frika menjadi tentara dari jalur tamtama.

 

Untuk menjadi tamtama, ijazah paling minimal adalah SMP. Bila lulus, maka pangkat pertamanya adalah Prajurit Dua (Prada).

 

Prajurit tamtama merupakan pasukan infanteri. Yakni pasukan tempur darat utama yaitu pasukan pejalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan.

 

Kapolsek Petang AKP Nyoman Budiasa mengaku masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Termasuk juga untuk mengetahui motif korban bunuh diri.

 

“Kami masih lidik. Cari kebenarannya. Sabar, ya,” ucap Budiasa.

- Advertisement -

I Nyoman Trika Daryanta datang ke jembatan Tukad Bangkung diduga mengendarai sepeda motor Vario. Sebab, motor itu yang ditinggalkannya di dekat TKP. Selain itu, ada juga pakaian tentara yang diduga miliknya.

MARCELLUS PAMPUR-ANDRE SULLA, Badung

SEKITAR Pukul 08.00 Wita, Sabtu (4/12), I Wayan Suamba berangkat dari Denpasar menuju Desa Catur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Lelaki berusia 59 tahun itu mengambil rute Petang.

 

Belum sampai Desa Catur, dia menghentikan laju sepeda motornya saat sampai di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Itu sekitar 9 kilometer lagi untuk sampai Desa Catur. Kira-kira 10 sampai 15 menit lagi tiba.

 

Namun, dia memang memilih berhenti di jembatan yang dibangun pemerintah pusat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Saat itu, waktu menunjukkan sekitar Pukul 08.45 Wita.

 

Dia berhenti di tepi jembatan sambil beristirahat. Saat sedang duduk, dia melihat sebuah tali yang terikat di tiang lampu. Karena merasa curiga dia melihat ke bawah dan melihat orang melayang dan tergantung di bawah  jembatan yang merupakan seorang pria. 

Baca Juga:  Turis AS yang Tewas Gantung Diri di Gianyar sempat Terapi Yoga

 

Suamba pun kaget bukan main. Ia memanggil beberapa warga yang berjualan di sekitar jembatan untuk memastikan hal itu. Saksi dan warga lalu melaporkan temuan itu kepada petugas.

 

Petugas dari Polsek Petang pun datang. Juga petugas dari sejumlah lembaga, termasuk Basarnas Bali, PMI dan lainnya untuk melakukan evakuasi tubuh korban yang diketahui kemudian bernama I Nyoman Trika Daryanta.

 

Belakangan diketahui pula Nyoman Trika Daryanta adalah pemuda berusia 22 tahun asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Marga, Tabanan.

 

Nyoman Trika Daryanta juga diketahui merupakan anggota TNI dari kesatuan Raider 900.  Dia diduga mengakhiri hidupnya dengan cara mengikatkan tali pada tiang lampu pada jembatan kemudian melonjat ke jurang.

 

Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan pula sejumlah barang yang diduga milik atau digunakan korban. Di antaranya adalah sebuah sepeda motor Honda Vario warna hitam DK 8791 DN yang ditemukan di dekat lokasi. Tepatnya di parkiran sebelah barat jembatan.

Baca Juga:  Dinkes Bali Gencarkan Vaksinasi Japanese Encephalitis

 

Selain itu, petugas juga menemukan jaket TNI dan topi bertuliskan sniper milik korban. Di topi bertuliskan Dikmata 473, juga celana yang di pakai bertuliskan Nyoman Frika.

 

Sekadar diketahui, Dikmata adalah kependekan dari Pendidikan Pertama Tamtama. Dengan demikian, Nyoman Frika menjadi tentara dari jalur tamtama.

 

Untuk menjadi tamtama, ijazah paling minimal adalah SMP. Bila lulus, maka pangkat pertamanya adalah Prajurit Dua (Prada).

 

Prajurit tamtama merupakan pasukan infanteri. Yakni pasukan tempur darat utama yaitu pasukan pejalan kaki yang dilengkapi persenjataan ringan.

 

Kapolsek Petang AKP Nyoman Budiasa mengaku masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Termasuk juga untuk mengetahui motif korban bunuh diri.

 

“Kami masih lidik. Cari kebenarannya. Sabar, ya,” ucap Budiasa.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/