alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Astungkara, Sejak Awal 2022, Jembrana Tak Temukan Kasus Baru Omicron

NEGARA-Langkah antisipasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana untuk menekan dan menghindari adanya paparan Covid-19 maupun potensi penyebaran virus baru omicron.

Bahkan tak ingin kecolongan, Pemkab Jembrana tetap serius melakukan antisipasi meski belum ada catatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak awal tahun baru 2022.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, dari data terbaru, tidak ada kasus aktif terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana. 

“Sudah tidak ada warga Jembrana yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi. Hanya ada satu pasien warga Denpasar yang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Jembrana,” jelas IGB Ketut Oka Parwata, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga:  Limbah Medis Covid-19 Harus Dipisah, RS Tabanan Awasi Manifest

Berdasarkan data SSO dan NAR terakhir, komulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana sebanyak 6.131 kasus, sembuh 5.917 kasus dan meninggal 217 orang.

“Meski sudah tidak ada kasus baru, masyarakat jangan lengah. Karena saat ini masih Pandemi dan varian omicron sudah masuk Indonesia,” terangnya.

Mengenai varian omicron, Parwata menegaskan mengikuti aturan dari Kementerian Kesehatan, sesuai dengan surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) yang ditandatangani Menteri Kesehatan pada 30 Desember 2021.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi masih tetap dengan upaya pencegahan Covid-19 sebelumnya.

Selain pengetatan protokol kesehatan, memperkuat kegiatan Testing, Tracing, Treatment. Serta aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan kluster baru Covid-19. “Penerapan protokol kesehatan dengan ketat untuk antisipasi penularan,” jelasnya.

Baca Juga:  Nyipeng 3 Hari, Gianyar Siapkan Dana Ratusan Miliar Lebih untuk Warga

 

Pengetatan protokol kesehatan, lanjutnya, juga harus diterapkan secara ketat di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat.

Pihaknya bersama instansi terkait, TNI, Polri dan KKP sudah berupaya maksimal dengan menegakkan aturan mengenai pelaku perjalanan yang masuk Bali, terutama vaksinasi, surat keterangan negatif Covid-19 dan pengetatan protokol kesehatan. 


NEGARA-Langkah antisipasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana untuk menekan dan menghindari adanya paparan Covid-19 maupun potensi penyebaran virus baru omicron.

Bahkan tak ingin kecolongan, Pemkab Jembrana tetap serius melakukan antisipasi meski belum ada catatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak awal tahun baru 2022.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Jembrana dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, dari data terbaru, tidak ada kasus aktif terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana. 

“Sudah tidak ada warga Jembrana yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi. Hanya ada satu pasien warga Denpasar yang menjalani isolasi di rumah sakit swasta di Jembrana,” jelas IGB Ketut Oka Parwata, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga:  Pemerintah Melombakan untuk Gali Potensi Rujak Khas Buleleng

Berdasarkan data SSO dan NAR terakhir, komulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana sebanyak 6.131 kasus, sembuh 5.917 kasus dan meninggal 217 orang.

“Meski sudah tidak ada kasus baru, masyarakat jangan lengah. Karena saat ini masih Pandemi dan varian omicron sudah masuk Indonesia,” terangnya.

Mengenai varian omicron, Parwata menegaskan mengikuti aturan dari Kementerian Kesehatan, sesuai dengan surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529) yang ditandatangani Menteri Kesehatan pada 30 Desember 2021.

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi masih tetap dengan upaya pencegahan Covid-19 sebelumnya.

Selain pengetatan protokol kesehatan, memperkuat kegiatan Testing, Tracing, Treatment. Serta aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan kluster baru Covid-19. “Penerapan protokol kesehatan dengan ketat untuk antisipasi penularan,” jelasnya.

Baca Juga:  Omicron Mengganas, Laga Liga 3 Terpaksa Ditunda

 

Pengetatan protokol kesehatan, lanjutnya, juga harus diterapkan secara ketat di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat.

Pihaknya bersama instansi terkait, TNI, Polri dan KKP sudah berupaya maksimal dengan menegakkan aturan mengenai pelaku perjalanan yang masuk Bali, terutama vaksinasi, surat keterangan negatif Covid-19 dan pengetatan protokol kesehatan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/