alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jam Operasional Pasar Tumpah Banyuasri Megaburan, Pedagang Protes

SINGARAJA – Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Tumpah Banyuasri kemarin mendatangi Kantor Unit Pasar Banyuasri.

Mereka melayangkan protes terhadap kebijakan jam buka tutup pasar. Para pedagang menilai jam operasional pasar megaburan, sehingga berdampak pada omzet pedagang.

Saat ini di kawasan Pasar Banyuasri terdapat tiga pasar yang beroperasi. Yakni Pasar Induk Banyuasri yang beroperasi mulai dari jam 05.00 pagi hingga jam 17.00 sore.

Kemudian pasar bagi pedagang bermobil yang dibuka jam 14.00 hingga pukul 18.00. Terakhir adalah pasar tumpah yang buka jam 18.00 hingga pukul 04.00 pagi.

Faktanya pada pekan pertama operasional, kebijakan itu tak dipatuhi oleh seluruh pedagang. Pasar tumpah merasa keberatan karena jam operasional pedagang bermobil sama bahkan cenderung lebih panjang dengan pasar tumpah.

Baca Juga:  Kebut DED, Buleleng Genjot Tender Pasar Darurat

Para pedagang di pasar tumpah menilai keberadaan pedagang menggerus omzet mereka. Kemarin pedagang pasar tumpah sempat melancarkan aksi dengan membuka lapak di areal lambung barat Pasar Banyuasri.

Areal tempat mereka biasa berjualan. Namun petugas Dinas Perhubungan Buleleng langsung menertibkan para pedagang.

Mereka akhirnya memilih menggerudug kantor pengelola Pasar Unit Banyuasri dan melayangkan protes pada pengelola.

Salah seorang pedagang Jro Made Purna mengaku para pedagang sebenarnya merasa lebih nyaman berjualan di areal lambung barat terminal.

Mereka merasa keberatan bila harus berjualan di sisi timur Pasar Induk Banyuasri. Sebab para pedagang bermobil juga berjualan di lokasi yang sama.

“Pedagang bermobil ini kan mensuplai barang ke pasar tumpah. Tempat jualan sama. Nah sekarang pedagang bermobil juga ikut jualan eceran, kami di pasar tumpah ini kan tidak dapat jualan,” keluhnya.

Baca Juga:  Gejala Mirip Corona, Teraphist Spa di Seririt Tewas Usai Batuk & Demam

Mereka juga mengeluhkan kenaikan tarif pungutan harian yang mengalami kenaikan sebesar 40 persen. Pungutan harian yang tadinya Rp 5.000 per hari, menjadi Rp 7.000 per hari.

Mereka pun mendesak agar Perumda Pasar Argha Nayottama selaku pengelola pasar bersikap tegas dan memperbaiki operasional pasar.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Putu Dana Harta tak menampik adanya kekroditan di Pasar Banyuasri.

Sebab ada tiga pasar di sana. Dana Harta mengaku bisa memahami keluhan para pedagang. Hanya saja ia meminta waktu untuk menata kembali operasional di Pasar Banyuasri.

“Kami akan segera tindaklanjuti keberatan para pedagang. Saya kira ini hanya emosi sesaat saja. Kami akan atur ulang jam operasionalnya, supaya berkeadilan,” tukasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Tumpah Banyuasri kemarin mendatangi Kantor Unit Pasar Banyuasri.

Mereka melayangkan protes terhadap kebijakan jam buka tutup pasar. Para pedagang menilai jam operasional pasar megaburan, sehingga berdampak pada omzet pedagang.

Saat ini di kawasan Pasar Banyuasri terdapat tiga pasar yang beroperasi. Yakni Pasar Induk Banyuasri yang beroperasi mulai dari jam 05.00 pagi hingga jam 17.00 sore.


Kemudian pasar bagi pedagang bermobil yang dibuka jam 14.00 hingga pukul 18.00. Terakhir adalah pasar tumpah yang buka jam 18.00 hingga pukul 04.00 pagi.

Faktanya pada pekan pertama operasional, kebijakan itu tak dipatuhi oleh seluruh pedagang. Pasar tumpah merasa keberatan karena jam operasional pedagang bermobil sama bahkan cenderung lebih panjang dengan pasar tumpah.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 di Seririt Meninggal saat Isolasi Mandiri di Rumah

Para pedagang di pasar tumpah menilai keberadaan pedagang menggerus omzet mereka. Kemarin pedagang pasar tumpah sempat melancarkan aksi dengan membuka lapak di areal lambung barat Pasar Banyuasri.

Areal tempat mereka biasa berjualan. Namun petugas Dinas Perhubungan Buleleng langsung menertibkan para pedagang.

Mereka akhirnya memilih menggerudug kantor pengelola Pasar Unit Banyuasri dan melayangkan protes pada pengelola.

Salah seorang pedagang Jro Made Purna mengaku para pedagang sebenarnya merasa lebih nyaman berjualan di areal lambung barat terminal.

Mereka merasa keberatan bila harus berjualan di sisi timur Pasar Induk Banyuasri. Sebab para pedagang bermobil juga berjualan di lokasi yang sama.

“Pedagang bermobil ini kan mensuplai barang ke pasar tumpah. Tempat jualan sama. Nah sekarang pedagang bermobil juga ikut jualan eceran, kami di pasar tumpah ini kan tidak dapat jualan,” keluhnya.

Baca Juga:  Pedagang Wajib Gunakan Face Shield, Tak Mau Pakai, Dilarang Jualan

Mereka juga mengeluhkan kenaikan tarif pungutan harian yang mengalami kenaikan sebesar 40 persen. Pungutan harian yang tadinya Rp 5.000 per hari, menjadi Rp 7.000 per hari.

Mereka pun mendesak agar Perumda Pasar Argha Nayottama selaku pengelola pasar bersikap tegas dan memperbaiki operasional pasar.

Sementara itu, Direktur Operasional Perumda Pasar Putu Dana Harta tak menampik adanya kekroditan di Pasar Banyuasri.

Sebab ada tiga pasar di sana. Dana Harta mengaku bisa memahami keluhan para pedagang. Hanya saja ia meminta waktu untuk menata kembali operasional di Pasar Banyuasri.

“Kami akan segera tindaklanjuti keberatan para pedagang. Saya kira ini hanya emosi sesaat saja. Kami akan atur ulang jam operasionalnya, supaya berkeadilan,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/