alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

VIRAL! Sinar Antikrepuskuler Muncul di Gunung Agung Bikin Heboh Warga

AMLAPURA – Ada pamandangan menarik yang terjadi di sekitar lereng Gunung Agung kemarin. Tampak ada bentangan awan kehitaman membelah angkasa diatas kawah Gunung Agung.

Keberadaan fenomana alam ini sempat menjadi perbincangan warga sekitar lerang Gunung Agung.

Bahkan, ada yang mengait-ngaitkan keberadaan awan tersebut dengan kondisi Gunung Agung yang masih fase erupsi.

Ada juga yang mengatakan kalau awan jenis ini pertanda akan terjadi gempa. Hal yang sama juga ramai di media social di Karangasem.

Gus Wawan dari Nongan, Rendang sempat mengatakan kalau awan seperti ini dipercaya beberapa warga akan terjadi gempa.

Hanya saja itu semua hanya berupa prediksi. Sementara itu menurut Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa kalau fenomena tersebut merupakan fenomana biasa.

Baca Juga:  Ogah Ikuti MDA karena Bendesa Adat Liligundi Juga Ketua MDA Karangasem

Menurutnya, awan kemerahan dan ditengah-tengahnya terbentang agak kehitaman yang membelah langit diatas Gunung Agung merupakan sinar Antikrepuskular.

Cahaya tersebut adalah berkas sinar yang mirip dengan sinar Krepuskular. Ini terlihat dari tempat yang berlawanan dengan sinar Matahari.

“Cahaya akan muncul ketika sinar krepuskular yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam,” ujar IB Ketut Arimbawa.

Sinar itu mengalami konvergensi ulang di titik antisolar atau titik langit. Ini terjadi berlawanan dengan datangnya sinar matahari, atau mebelakangi sinar matahari.

Fenomana ini terjadi karena sinar matahari terhalang olah awan atau obyek lainya seperti sinar Krepuskular. Sehingga horizon nampak terbelah karena cahaya matahari tertutup oleh awan.

Baca Juga:  Pantai Sukawati Dipelototi Saat Malam Tahun Baru

Awan tersebut bisa merupakan awan Cumulonimbus. Fanomena ini bisanya terjadi pada pagi hari atau sore hari saat matahari terbit atau ketika akan tenggelam di ufuk barat.

“Ya itu hanya fenomana biasa, kita berdoa saja mudah mudahan tidak ada hal hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Dirinya juga berharap warga masyarakat Karangasem untuk tetap tenang, namun waspada karena kondisi Gunung Agung yang masih fase erupsi.



AMLAPURA – Ada pamandangan menarik yang terjadi di sekitar lereng Gunung Agung kemarin. Tampak ada bentangan awan kehitaman membelah angkasa diatas kawah Gunung Agung.

Keberadaan fenomana alam ini sempat menjadi perbincangan warga sekitar lerang Gunung Agung.

Bahkan, ada yang mengait-ngaitkan keberadaan awan tersebut dengan kondisi Gunung Agung yang masih fase erupsi.

Ada juga yang mengatakan kalau awan jenis ini pertanda akan terjadi gempa. Hal yang sama juga ramai di media social di Karangasem.

Gus Wawan dari Nongan, Rendang sempat mengatakan kalau awan seperti ini dipercaya beberapa warga akan terjadi gempa.

Hanya saja itu semua hanya berupa prediksi. Sementara itu menurut Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa kalau fenomena tersebut merupakan fenomana biasa.

Baca Juga:  Pohon Tumbang, Villa di Manggis Ringsek

Menurutnya, awan kemerahan dan ditengah-tengahnya terbentang agak kehitaman yang membelah langit diatas Gunung Agung merupakan sinar Antikrepuskular.

Cahaya tersebut adalah berkas sinar yang mirip dengan sinar Krepuskular. Ini terlihat dari tempat yang berlawanan dengan sinar Matahari.

“Cahaya akan muncul ketika sinar krepuskular yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam,” ujar IB Ketut Arimbawa.

Sinar itu mengalami konvergensi ulang di titik antisolar atau titik langit. Ini terjadi berlawanan dengan datangnya sinar matahari, atau mebelakangi sinar matahari.

Fenomana ini terjadi karena sinar matahari terhalang olah awan atau obyek lainya seperti sinar Krepuskular. Sehingga horizon nampak terbelah karena cahaya matahari tertutup oleh awan.

Baca Juga:  Duh…Masuk Zona Merah, Enggan Mengungsi, Malah Asyik Metajen

Awan tersebut bisa merupakan awan Cumulonimbus. Fanomena ini bisanya terjadi pada pagi hari atau sore hari saat matahari terbit atau ketika akan tenggelam di ufuk barat.

“Ya itu hanya fenomana biasa, kita berdoa saja mudah mudahan tidak ada hal hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Dirinya juga berharap warga masyarakat Karangasem untuk tetap tenang, namun waspada karena kondisi Gunung Agung yang masih fase erupsi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/