alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Hasil Nekropsi, Tim Temukan Plastik dalam Perut Penyu di Serangan

DENPASAR-Temuan mengejutkan terungkap dari hasil nekropsi yang dilakukan tim terhadap bangkai penyu hijau (Chelonia mydas) yang sebelumnya ditemukan terdampar di perairan Serangan, pada Jumat (1/5) lalu.

 

Sesuai hasil nekropsi, tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar bersama ADHMAI (IAM Flying Vet) / Kedonganan Vet, WWF, Turtle Guard FKH Udayana menemukan sejumlah benda asing di perut penyu hijau.

 

Seperti disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Permana Yudiarso Rabu (6/5)

 

Dijelaskan Permana, sesuai hasil nekropsi yang dilakukan di klinik hewan Kedonganan Veterinary. Pada Senin (4/5) pukul 10.00 wita lalu, tim telah melakukan pengamatan semua organ pada penyu.

Baca Juga:  Dihukum 15 Bulan, Tak Ajukan Banding, Perbekel Ashari Segera Dipecat

 

Meski secara umum organ tampak normal, namun pada usus tim baru menemukan sejumlah benda asing seperti diantaranya benang pancing, plastik, dan keong kecil yang disertai sisa makanan. 

 

“Dugaan kematian penyu disebabkan oleh benda asing tersebut, sehingga pada saluran pencernaan terjadi obtruksi, puntiran, dan trauma pada usus halus,”terang Permana.

 

Meski begitu, untuk memastikan penyebab kematian penyu, tim akan menindaklanjuti dengan mengambil sampel organ penyu untuk di observasi secara mikroskopis

 

“Untuk saat ini, carcass dari penyu itu sudah dikuburkan di TCEC Serangan,”imbuh Permana.

 

Seperti diketahui, Seekor penyu hijau dengan panjang 40 cm dan lebar 38 cm serta berat 6,5 kg, ditemukan tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar dalam keadaan terdampar di sekitar perairan Serangan Jumat (1/5).

Baca Juga:  Tangguh, Tim Dinasty TNI AL Denpasar Kawinkan 2 Gelar Juara Sekaligus

 

Saat ditemukan, penyu dalam kondisi mengapung lemas.

 

Selain lemas, penyu juga mengalami luka pecah pada tempurung dan sirip.

 

Setelah dilaporkan ke pihak berwenang, hewan dilindungi itu kemudian dievakuasi.

 

Sayangnya, setelah dievakuasi dan dibawa ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, pada Sabtu (2/5) pukul 07.00 Wita akhirnya mati. 



DENPASAR-Temuan mengejutkan terungkap dari hasil nekropsi yang dilakukan tim terhadap bangkai penyu hijau (Chelonia mydas) yang sebelumnya ditemukan terdampar di perairan Serangan, pada Jumat (1/5) lalu.

 

Sesuai hasil nekropsi, tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar bersama ADHMAI (IAM Flying Vet) / Kedonganan Vet, WWF, Turtle Guard FKH Udayana menemukan sejumlah benda asing di perut penyu hijau.

 

Seperti disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Permana Yudiarso Rabu (6/5)

 

Dijelaskan Permana, sesuai hasil nekropsi yang dilakukan di klinik hewan Kedonganan Veterinary. Pada Senin (4/5) pukul 10.00 wita lalu, tim telah melakukan pengamatan semua organ pada penyu.

Baca Juga:  UPDATE! Tiga Kapal Terbakar di Benoa, Polisi Periksa Empat Saksi

 

Meski secara umum organ tampak normal, namun pada usus tim baru menemukan sejumlah benda asing seperti diantaranya benang pancing, plastik, dan keong kecil yang disertai sisa makanan. 

 

“Dugaan kematian penyu disebabkan oleh benda asing tersebut, sehingga pada saluran pencernaan terjadi obtruksi, puntiran, dan trauma pada usus halus,”terang Permana.

 

Meski begitu, untuk memastikan penyebab kematian penyu, tim akan menindaklanjuti dengan mengambil sampel organ penyu untuk di observasi secara mikroskopis

 

“Untuk saat ini, carcass dari penyu itu sudah dikuburkan di TCEC Serangan,”imbuh Permana.

 

Seperti diketahui, Seekor penyu hijau dengan panjang 40 cm dan lebar 38 cm serta berat 6,5 kg, ditemukan tim patroli dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar dalam keadaan terdampar di sekitar perairan Serangan Jumat (1/5).

Baca Juga:  Gede Doni Ngaku di Miami, Versi Imigrasi Doni dan Fredy Masih di Bali

 

Saat ditemukan, penyu dalam kondisi mengapung lemas.

 

Selain lemas, penyu juga mengalami luka pecah pada tempurung dan sirip.

 

Setelah dilaporkan ke pihak berwenang, hewan dilindungi itu kemudian dievakuasi.

 

Sayangnya, setelah dievakuasi dan dibawa ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Serangan, pada Sabtu (2/5) pukul 07.00 Wita akhirnya mati. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/