alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Puluhan Buruh Bangunan Asal Purwodadi Dapat Izin Pulang Kampung

SINGARAJA-Hampir dua pekan “tertahan” tanpa kerjaan, Puluhan buruh bangunan akhirnya diizinkan pulang kampung.

Tak hanya mendapat izin pulang kampung, mereka bahkan dikawal hingga ke kampung halamannya. Mereka diizinkan pulang, setelah mendapat surat izin melintas.

Sesuai catatan, ada 43 orang yang dipulangkan ke kampung halamannya di Purwodadi, Jawa Tengah.

Mereka dipulangkan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng pada Selasa (5/5) petang. Mereka dipulangkan menggunakan dua unit bus yang telah disiapkan.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP saat dikonfirmasi, mengatakan ada 43 orang buruh yang sudah dapat izin pulang kampung.

Mereka mengajukan izin pulang kampung, karena selama ini bekerja sebagai buruh bangunan. Sudah dua pekan terakhir mereka tertahan di Buleleng, tak bisa pulang kampung.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Pembayaran Pajak Kendaraan Turun Drastis

“Kami pulangkan, setelah lewat proses dan administrasi yang ketat. Ada 43 orang yang kami verifikasi dan kami rekomendasikan ke provinsi mendapat surat jalan. Akhirnya ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas di provinsi, dengan memberikan surat jalan. Mudah-mudahan ini bisa memuluskan kepulangan mereka,” kata Gunawan.

Tak hanya menjalani proses administrasi, mereka juga melakukan pengecekan kondisi kesehatan. Setelah dinyatakan negative dalam proses rapid test, mereka baru diizinkan pulang kampung ke wilayahnya.

“Kami awasi proses kepulangan mereka. Sudah berangkat kemarin (Selasa malam, Red) dengan dua bus. Jadi kami pastikan mereka pulang kampung, bukan mudik. Mereka juga sudah menyatakan tidak balik lagi ke Bali, selama masa pandemi covid-19 ini berlangsung,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bikin Geram, Curigai Ada Jalur Tikus, 36 Orang Ditolak Masuk Bali

Menurutnya, pemerintah mengizinkan mereka pulang, karena saat ini sudah tak memiliki mata pencaharian lagi.

Apabila tetap bertahan di Buleleng, mereka dikhawatirkan kehabisan bekal. Namun bila pulang kampung, mereka masih punya peluang bertahan. Sebab masih ada lahan garapan, yang bisa digunakan untuk bercocok tanam.

Sementara itu Kasat Sabhara Polres Buleleng AKP I Nengah Muliadi mengatakan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait pemulangan itu.

“Kami sudah koordinasikan dengan personil yang bertugas di pos sekat di Buleleng. Termasuk dengan yang di Jembrana. Kami minta surat-surat yang mereka bawa itu disimpan, dan ditunjukkan tiap lewat pos penyekatan,” kata Muliadi. 



SINGARAJA-Hampir dua pekan “tertahan” tanpa kerjaan, Puluhan buruh bangunan akhirnya diizinkan pulang kampung.

Tak hanya mendapat izin pulang kampung, mereka bahkan dikawal hingga ke kampung halamannya. Mereka diizinkan pulang, setelah mendapat surat izin melintas.

Sesuai catatan, ada 43 orang yang dipulangkan ke kampung halamannya di Purwodadi, Jawa Tengah.

Mereka dipulangkan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng pada Selasa (5/5) petang. Mereka dipulangkan menggunakan dua unit bus yang telah disiapkan.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP saat dikonfirmasi, mengatakan ada 43 orang buruh yang sudah dapat izin pulang kampung.

Mereka mengajukan izin pulang kampung, karena selama ini bekerja sebagai buruh bangunan. Sudah dua pekan terakhir mereka tertahan di Buleleng, tak bisa pulang kampung.

Baca Juga:  Muncul Transmisi Lokal di Sayan, Hasil Rapid Test 12 Orang Reaktif

“Kami pulangkan, setelah lewat proses dan administrasi yang ketat. Ada 43 orang yang kami verifikasi dan kami rekomendasikan ke provinsi mendapat surat jalan. Akhirnya ditindaklanjuti oleh Gugus Tugas di provinsi, dengan memberikan surat jalan. Mudah-mudahan ini bisa memuluskan kepulangan mereka,” kata Gunawan.

Tak hanya menjalani proses administrasi, mereka juga melakukan pengecekan kondisi kesehatan. Setelah dinyatakan negative dalam proses rapid test, mereka baru diizinkan pulang kampung ke wilayahnya.

“Kami awasi proses kepulangan mereka. Sudah berangkat kemarin (Selasa malam, Red) dengan dua bus. Jadi kami pastikan mereka pulang kampung, bukan mudik. Mereka juga sudah menyatakan tidak balik lagi ke Bali, selama masa pandemi covid-19 ini berlangsung,” imbuhnya.

Baca Juga:  Cabut Kebijakan Rapid Test Gratis, Bentuk Pos Sekat di Perbatasan

Menurutnya, pemerintah mengizinkan mereka pulang, karena saat ini sudah tak memiliki mata pencaharian lagi.

Apabila tetap bertahan di Buleleng, mereka dikhawatirkan kehabisan bekal. Namun bila pulang kampung, mereka masih punya peluang bertahan. Sebab masih ada lahan garapan, yang bisa digunakan untuk bercocok tanam.

Sementara itu Kasat Sabhara Polres Buleleng AKP I Nengah Muliadi mengatakan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait pemulangan itu.

“Kami sudah koordinasikan dengan personil yang bertugas di pos sekat di Buleleng. Termasuk dengan yang di Jembrana. Kami minta surat-surat yang mereka bawa itu disimpan, dan ditunjukkan tiap lewat pos penyekatan,” kata Muliadi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/