alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Jelang Pemberlakuan New Normal, Pemerintah Siapkan Skema Mitigasi

SINGARAJA – Pemerintah kini menyiapkan skema mitigasi jelang pemberlakuan tatanan kehidupan baru atau new normal. Skema itu disusun guna mencegah potensi ledakan kasus positif covid-19. Terutama di tempat publik.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng menyatakan telah menyiapkan beberapa skema untuk pemberlakuan tatanan kehidupan baru.

Disamping pemberlakuan skema itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bila terjadi lonjakan kasus secara mendadak.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, saat ini jumlah kasus di Buleleng sebenarnya relatif stabil.

Semenjak terjadi ledakan kasus di Desa Bondalem pada awal Mei lalu, hingga kini penambahan kasus terkonfirmasi di Buleleng relatif sedikit.

“Bahkan beberapa kali nol, tidak ada penambahan kasus. Kalau ada, dari sisi jumlah maupun persentase, tidak mengalami kenaikan signifikan. Kalau bicara kesembuhan, kita sudah 91 persen,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Gek Rani: Saatnya Gianyar Gandeng KPK

Terkait dengan skema new normal, Suyasa mengatakan pemerintah sudah menyusun draf aturan tersebut. Aturan akan diterbitkan, setelah Pemprov Bali menyatakan Bali sudah siap melaksanakan new normal.

“Konsepnya terus kami matangkan. Supaya saat new normal berlangsung, tidak ada peluang terjadi penularan yang masif.

Tapi kalau bisa mengurangi potensi (penularan) semaksimal mungkin. Situasi terburuk, tentu kami perhitungkan. Tapi kami tetap berusaha optimistis,” imbuhnya.

Sekadar diketahui hingga kini secara kumulatif tercatat ada 99 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Dari 99 kasus tersebut, sebanyak 90 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kini pasien yang dirawat di RS Pratama Giri Emas tersisa 8 orang lagi, sementara seorang lainnya dirujuk ke Denpasar sejak Mei lalu.

Baca Juga:  Banyak Tumbang, 4087 Nakes di RSUP Sanglah Mulai Suntik Vaksin Ketiga


SINGARAJA – Pemerintah kini menyiapkan skema mitigasi jelang pemberlakuan tatanan kehidupan baru atau new normal. Skema itu disusun guna mencegah potensi ledakan kasus positif covid-19. Terutama di tempat publik.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng menyatakan telah menyiapkan beberapa skema untuk pemberlakuan tatanan kehidupan baru.

Disamping pemberlakuan skema itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi bila terjadi lonjakan kasus secara mendadak.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, saat ini jumlah kasus di Buleleng sebenarnya relatif stabil.

Semenjak terjadi ledakan kasus di Desa Bondalem pada awal Mei lalu, hingga kini penambahan kasus terkonfirmasi di Buleleng relatif sedikit.

“Bahkan beberapa kali nol, tidak ada penambahan kasus. Kalau ada, dari sisi jumlah maupun persentase, tidak mengalami kenaikan signifikan. Kalau bicara kesembuhan, kita sudah 91 persen,” kata Suyasa.

Baca Juga:  Setahun Lalu Libur Nataru Tembus Sejuta Turis ke Bali, Sekarang Ambyar

Terkait dengan skema new normal, Suyasa mengatakan pemerintah sudah menyusun draf aturan tersebut. Aturan akan diterbitkan, setelah Pemprov Bali menyatakan Bali sudah siap melaksanakan new normal.

“Konsepnya terus kami matangkan. Supaya saat new normal berlangsung, tidak ada peluang terjadi penularan yang masif.

Tapi kalau bisa mengurangi potensi (penularan) semaksimal mungkin. Situasi terburuk, tentu kami perhitungkan. Tapi kami tetap berusaha optimistis,” imbuhnya.

Sekadar diketahui hingga kini secara kumulatif tercatat ada 99 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng.

Dari 99 kasus tersebut, sebanyak 90 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. Kini pasien yang dirawat di RS Pratama Giri Emas tersisa 8 orang lagi, sementara seorang lainnya dirujuk ke Denpasar sejak Mei lalu.

Baca Juga:  Triwulan 1 Minus 1,14 %, Sambut New Normal Optimis Ekonomi Bali Tumbuh

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/