alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Akibat Tumbang usai Divaksin, Gigi Siswa di Klungkung Patah

SEMARAPURA – Satu dari ribuan siswa di Klungkung yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Klungkung tumbang, Senin (5/7). Akibatnya, siswa SMPN 1 Banjarangkan itu mengalami luka dan gigi depannya patah.

 

Luka dan patah gigi ini akibat siswa tersebut terjatuh saat pingsan. Siswa itu pun sempat dilarikan ke RSUD Klungkung untuk diobati.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni saat dikonfirmasi mengakui kondisi siswa tersebut.

 

“Cuma satu yang observasi lalu lemas. Itu siswa SMP 1 Banjarangkan,” jelasnya.

 

Meski demikian, dia menjelaskan, kondisi anak tersebut sudah membaik setelah mendapatkan penanganan. Bahkan, kata dia, siswa itu kini telah berada di rumah.

 

“Sudah membaik. Sudah diobservasi dan sudah pulang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung, dr Nyoman Kesuma mengungkapkan, siswa tersebut tiba di IGD RSUD Klungkung dalam kondisi lemas dengan luka pada dagu dan patah pada gigi.

Baca Juga:  Terdampak Pandemi Covid-19, Pembeli Beralih ke Penjor Sederhana

 

Atas kondisi itu, siswa laki-laki itu mendapat dua jahitan pada dagunya yang luka. “Betul, siswa jatuh akibat lemas setelah selesai observasi pasca-vaksinasi. Lemas dan pusing akibat tensinya rendah. Mungkin karena belum sarapan atau karena takut. Bukan karena efek vaksin,” katanya.

 

Setelah mendapatkan penanganan di RSUD Klungkung, menurutnya kondisi siswa tersebut berangsur membaik. Lantaran sudah sadar dan kondisinya pun stabil, pihak RSUD Klungkung mengizinkan siswa itu untuk pulang.

 

“Pasien sudah pulang dalam keadaan sadar dan stabil,” tandasnya.

 

Swapatni menambahkan, menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Klungkung ada 20 ribu anak usia 12-17 tahun di Kabupaten Klungkung. Sementara Dinas Pendidikan Klungkung mencatat ada sekitar 12.600 anak usia 12-17 tahun di luar jumlah anak yang mengenyam pendidikan di tingkat SMA.

Baca Juga:  Marak PHK, Klaim JHT di Buleleng Tembus Rp 3,6 M di Awal Bulan Juni

 

“Hari ini, target vaksinasi anak usia 12-17 tahun di Kabupaten Klungkung sekitar 1.350-an,” terangnya.

 

Adapun rincian jumlah anak yang divaksinasi Senin (5/7), yakni SMPN 1 Banjarangkan menargetkan 400 siswa, SMPN 2 Banjarangkan menargetkan 130 siswa, SMPN 1 Semarapura menargetkan 300 siswa, SMPN 3 Semarapura menargetkan 265 siswa, SMPN 2 Semarapura menargetkan 250 siswa. Adapun vaksin merek Sinovac yang diberikan Dinkes Klungkung untuk anak-anak tersebut, sesuai rekomendasi BPOM.

 

“Untuk ketersediaan vaksin saat ini cukup. Bila kurang tentunya akan kembali diberikan. Target kami, vaksinasi pertama tuntas di akhir Juli 2021 dan untuk vaksinasi kedua tuntas akhir Agustus 2021. Jarang vaksinasi pertama dengan kedua, yakni 28 hari,” jelasnya.


SEMARAPURA – Satu dari ribuan siswa di Klungkung yang menjalani vaksinasi Covid-19 di Klungkung tumbang, Senin (5/7). Akibatnya, siswa SMPN 1 Banjarangkan itu mengalami luka dan gigi depannya patah.

 

Luka dan patah gigi ini akibat siswa tersebut terjatuh saat pingsan. Siswa itu pun sempat dilarikan ke RSUD Klungkung untuk diobati.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni saat dikonfirmasi mengakui kondisi siswa tersebut.

 

“Cuma satu yang observasi lalu lemas. Itu siswa SMP 1 Banjarangkan,” jelasnya.

 

Meski demikian, dia menjelaskan, kondisi anak tersebut sudah membaik setelah mendapatkan penanganan. Bahkan, kata dia, siswa itu kini telah berada di rumah.

 

“Sudah membaik. Sudah diobservasi dan sudah pulang,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung, dr Nyoman Kesuma mengungkapkan, siswa tersebut tiba di IGD RSUD Klungkung dalam kondisi lemas dengan luka pada dagu dan patah pada gigi.

Baca Juga:  Aduh! Minyak Goreng Harga Rp 14 Ribu di Klungkung Mulai Kehabisan Stok

 

Atas kondisi itu, siswa laki-laki itu mendapat dua jahitan pada dagunya yang luka. “Betul, siswa jatuh akibat lemas setelah selesai observasi pasca-vaksinasi. Lemas dan pusing akibat tensinya rendah. Mungkin karena belum sarapan atau karena takut. Bukan karena efek vaksin,” katanya.

 

Setelah mendapatkan penanganan di RSUD Klungkung, menurutnya kondisi siswa tersebut berangsur membaik. Lantaran sudah sadar dan kondisinya pun stabil, pihak RSUD Klungkung mengizinkan siswa itu untuk pulang.

 

“Pasien sudah pulang dalam keadaan sadar dan stabil,” tandasnya.

 

Swapatni menambahkan, menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Klungkung ada 20 ribu anak usia 12-17 tahun di Kabupaten Klungkung. Sementara Dinas Pendidikan Klungkung mencatat ada sekitar 12.600 anak usia 12-17 tahun di luar jumlah anak yang mengenyam pendidikan di tingkat SMA.

Baca Juga:  PLN Ungkap Tunggakan Listrik di Bali Timur Capai Rp1,2 Miliar

 

“Hari ini, target vaksinasi anak usia 12-17 tahun di Kabupaten Klungkung sekitar 1.350-an,” terangnya.

 

Adapun rincian jumlah anak yang divaksinasi Senin (5/7), yakni SMPN 1 Banjarangkan menargetkan 400 siswa, SMPN 2 Banjarangkan menargetkan 130 siswa, SMPN 1 Semarapura menargetkan 300 siswa, SMPN 3 Semarapura menargetkan 265 siswa, SMPN 2 Semarapura menargetkan 250 siswa. Adapun vaksin merek Sinovac yang diberikan Dinkes Klungkung untuk anak-anak tersebut, sesuai rekomendasi BPOM.

 

“Untuk ketersediaan vaksin saat ini cukup. Bila kurang tentunya akan kembali diberikan. Target kami, vaksinasi pertama tuntas di akhir Juli 2021 dan untuk vaksinasi kedua tuntas akhir Agustus 2021. Jarang vaksinasi pertama dengan kedua, yakni 28 hari,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/