alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Tamba Warning Agar Hak Korban KMP Yunicee Tak Diping-pong

NEGARA- Proses pencarian terintegrasi terhadap para korban tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Selat Bali, Senin (5/7) resmi dihentikan.

Terkait penghentian pencarian, Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang hadir saat rapat bersama tim SAR di ruang pertemuan ASDP Pelabuhan Gilimanuk me-warning dan meminta agar pihak terkait mempermudah para korban saat mendapatkan hak.

 “Korban jangan diping-pong, berikan informasi, dan berikan haknya. Jangan dipersulit,” tegasnya.

Menurut bupati, karena sudah terjadi bencana di Selat Bali hingga ada korban meninggal dan hilang, maka sesuai dengan kepercayaan akan dilakukan penyucian.

Rencana upacara penyucian akan dilakukan setelah pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Karena sudah cemar, dalam waktu dekat akan mencari hari baik untuk penyucian segara lagi. Tujuannya memohon agar terhindar dari musibah seperti yang telah terjadi,” terangnya.

Baca Juga:  Ritual Moksa Puasa 42 Hari, Pria Pemuja Siwa Ditemukan Jadi Mayat

Bupati menambahkan, kecelakaan laut di Selat Bali sudah sering terjadi. Karena itu, bupati meminta pada ASDP sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan untuk menyiapkan infrastruktur dan sistem yang lebih baik.

- Advertisement -

Salah satunya mengenai data penumpang yang masih kacau. Dan kapal yang sudah usia tua tidak dipakai lagi agar tidak terjadi lagi kecelakaan.

“Jangan sampai kapal sudah tidak layak. Jika sudah terjadi sesuatu jangan berlayar untuk antisipasi. Jangan hanya kejar setoran, karena membawa nyawa manusia yang harus diselamatkan,” terangnya.

Sementara itu, Wakapolres Jembrana Kompol Marzel Doni menjelaskan, penyelidikan tenggelamnya kapal diambil alih oleh Mabes Polri.

Adapun, imbuh Kompol Marzel, timnya terdiri dari Direktorat Polairud Polda Bali dan Direktorat Polairud Polda Jawa Timur.

Baca Juga:  Gunung Agung Kembali Bergejolak, Banjir Lumpur Bikin Warga Selat Panik

Pemeriksaan dilakukan Mabes Polri karena lokus kejadian antara dua provinsi, yakni antara Polda Bali dan Polda Jawa Timur.

- Advertisement -

NEGARA- Proses pencarian terintegrasi terhadap para korban tenggelamnya KMP Yunicee di Perairan Selat Bali, Senin (5/7) resmi dihentikan.

Terkait penghentian pencarian, Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang hadir saat rapat bersama tim SAR di ruang pertemuan ASDP Pelabuhan Gilimanuk me-warning dan meminta agar pihak terkait mempermudah para korban saat mendapatkan hak.

 “Korban jangan diping-pong, berikan informasi, dan berikan haknya. Jangan dipersulit,” tegasnya.

Menurut bupati, karena sudah terjadi bencana di Selat Bali hingga ada korban meninggal dan hilang, maka sesuai dengan kepercayaan akan dilakukan penyucian.

Rencana upacara penyucian akan dilakukan setelah pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

“Karena sudah cemar, dalam waktu dekat akan mencari hari baik untuk penyucian segara lagi. Tujuannya memohon agar terhindar dari musibah seperti yang telah terjadi,” terangnya.

Baca Juga:  Ratusan Pemedek Keracunan Nasi Yasa, Diskes Bali Duga Karena Ini…

Bupati menambahkan, kecelakaan laut di Selat Bali sudah sering terjadi. Karena itu, bupati meminta pada ASDP sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan untuk menyiapkan infrastruktur dan sistem yang lebih baik.

Salah satunya mengenai data penumpang yang masih kacau. Dan kapal yang sudah usia tua tidak dipakai lagi agar tidak terjadi lagi kecelakaan.

“Jangan sampai kapal sudah tidak layak. Jika sudah terjadi sesuatu jangan berlayar untuk antisipasi. Jangan hanya kejar setoran, karena membawa nyawa manusia yang harus diselamatkan,” terangnya.

Sementara itu, Wakapolres Jembrana Kompol Marzel Doni menjelaskan, penyelidikan tenggelamnya kapal diambil alih oleh Mabes Polri.

Adapun, imbuh Kompol Marzel, timnya terdiri dari Direktorat Polairud Polda Bali dan Direktorat Polairud Polda Jawa Timur.

Baca Juga:  Dentuman dan Suara Gemuruh Terdengar Hingga Radius 20 Km

Pemeriksaan dilakukan Mabes Polri karena lokus kejadian antara dua provinsi, yakni antara Polda Bali dan Polda Jawa Timur.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/