alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Tabrak Pohon di Jalur Rawan Laka, Pakar Hukum Pidana Unipas Tewas

SINGARAJA – Rencana Ketut Wetan Sastrawan, dosen di Universitas Panji Sakti (Unipas) menikmati akhir pekan bersama keluarga, berakhir duka.

Wetan bersama keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas di KM 8-9 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, sekitar pukul 13.00 Minggu (4/8).

Wetan dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga orang anggota keluarga lainnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

Wetan Sastrawan merupakan tokoh di Kabupaten Buleleng. Pria yang menetap di Banjar Dinas Babakan, Desa Panji itu, dikenal sebagai pakar hukum pidana di Bali Utara.

Dia juga tercatat sebagai tim advokat di Pemkab Buleleng. Selain menjadi dosen di Unipas Singaraja, ia juga membuka sebuah kantor advokat di wilayah Kubutambahan.

Baca Juga:  PPRRIIITTT! Nekat Jualan, Warung 24 Jam Disemprit Pol PP Gianyar

Rencananya, kemarin Wetan bersama anggota keluarganya, masing-masing sang istri Ni Nyoman Puspa Adnyani, 48, serta dua orang anaknya.

Yakni Luh Widya Andari Sadnyani, 13, serta Made Desiana Andari Sadnyani, 9, hendak menghabiskan akhir pekan bersama.

Keluarga ini sempat piknik di kawasan Bedugul. Mereka berangkat menuju Bedugul via jalur alternatif di Desa Selat, menggunakan mobil pribadi dengan nomor polisi DK 1896 UN.

Usai melewati hari di kawasan Bedugul, mereka kembali ke Singaraja melalui jalur utama Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Saat memasuki tempat kejadian di wilayah Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi keluarga ini tak bisa dikendalikan.

Akhirnya mobil menabrak pohon nangka yang ada di tepi jalan. Akibatnya mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Baca Juga:  Ruko Terbakar, 2 Lansia Hampir Terjebak Kobaran Api di Gianyar

Akibat kecelakaan itu, Ketut Wetan mengalami luka pada dahi kiri, patah tulang pada paha kiri, serta lengan kiri. Wetan sempat dilarikan ke IGD RSUD Buleleng. Namun ia telah dinyatakan meninggal dunia saat sampai di RSUD.

Sementara istrinya mengalami luka robek pada pelipis kepala sebelah kanan dan patah pada kaki kanan.

Sedangkan putrinya Made Desiana alami luka robek pada dahi sebelah kiri dan kini dalam kondisi tak sadarkan diri.

Begitu pula dengan Luh Widya mengalami luka robek pada dagu. Widya juga masih dalam kondisi tak sadarkan diri.



SINGARAJA – Rencana Ketut Wetan Sastrawan, dosen di Universitas Panji Sakti (Unipas) menikmati akhir pekan bersama keluarga, berakhir duka.

Wetan bersama keluarganya mengalami kecelakaan lalu lintas di KM 8-9 Jalan Raya Singaraja-Denpasar, sekitar pukul 13.00 Minggu (4/8).

Wetan dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga orang anggota keluarga lainnya dalam kondisi tak sadarkan diri.

Wetan Sastrawan merupakan tokoh di Kabupaten Buleleng. Pria yang menetap di Banjar Dinas Babakan, Desa Panji itu, dikenal sebagai pakar hukum pidana di Bali Utara.

Dia juga tercatat sebagai tim advokat di Pemkab Buleleng. Selain menjadi dosen di Unipas Singaraja, ia juga membuka sebuah kantor advokat di wilayah Kubutambahan.

Baca Juga:  Ruko Terbakar, 2 Lansia Hampir Terjebak Kobaran Api di Gianyar

Rencananya, kemarin Wetan bersama anggota keluarganya, masing-masing sang istri Ni Nyoman Puspa Adnyani, 48, serta dua orang anaknya.

Yakni Luh Widya Andari Sadnyani, 13, serta Made Desiana Andari Sadnyani, 9, hendak menghabiskan akhir pekan bersama.

Keluarga ini sempat piknik di kawasan Bedugul. Mereka berangkat menuju Bedugul via jalur alternatif di Desa Selat, menggunakan mobil pribadi dengan nomor polisi DK 1896 UN.

Usai melewati hari di kawasan Bedugul, mereka kembali ke Singaraja melalui jalur utama Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Saat memasuki tempat kejadian di wilayah Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi keluarga ini tak bisa dikendalikan.

Akhirnya mobil menabrak pohon nangka yang ada di tepi jalan. Akibatnya mobil mengalami kerusakan parah pada bagian depan.

Baca Juga:  Tiga Jari Tenaga Angkut Sampah Remuk karena Alat Berat

Akibat kecelakaan itu, Ketut Wetan mengalami luka pada dahi kiri, patah tulang pada paha kiri, serta lengan kiri. Wetan sempat dilarikan ke IGD RSUD Buleleng. Namun ia telah dinyatakan meninggal dunia saat sampai di RSUD.

Sementara istrinya mengalami luka robek pada pelipis kepala sebelah kanan dan patah pada kaki kanan.

Sedangkan putrinya Made Desiana alami luka robek pada dahi sebelah kiri dan kini dalam kondisi tak sadarkan diri.

Begitu pula dengan Luh Widya mengalami luka robek pada dagu. Widya juga masih dalam kondisi tak sadarkan diri.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/