25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

Giri Prasta Harapkan Sudirta Membantu di Pusat

MANGUPURA-Akibat wabah pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 6 bulan membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung terpuruk.

 

Buruknya PAD selama pagebluk Corona secara otomatis mengganggu kondisi APBD Badung.

 

Pendapatan Badung yang mayoritas bertumpu pada sektor pariwisata mengalami penurunan sangat serius.

 

Selain penurunan wisatawan yang sangat drastis, tutupnya hotel, restoran, dan tempat wisata juga berdampak terhadap kelangsungan ekonomi di Badung.

 

Belum lagi akibat “matinya” aktivitas pariwisata selama pandemi Covid-19 juga membuat ribuan karyawan yang bergerak di bidang pariwisata dirumahkan.

 

Ujung-ujungnya, kondisi ini juga berdampak buruk bagi pendapatan pajak dari sektor pariwisata.

 

Nah, menyikapi kondisi ini Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung Nyoman Giri Prasta, Rabu (5/8) kemarin menggelar konsolidasi internal di Sekretariat DPC PDIP Badung.

 

Hadir dalam rapat, selain Sekretaris DPC PDIP Badung dan juga Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Bendahara DPC PDIP Badung Nyoman Dirga Yusa, para fungsionaris DPC, PAC, anggota DPRD Badung Fraksi PDI Perjuangan. Rapat konsolidasi juga dihadiri Anggota Komisi III DPR RI yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI asal Bali I Wayan Sudirta

 

Menariknya, Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Bupati Badung ini mengharap kehadiran Sudirta selaku wakil Bali di Senayan bisa memberikan perhatian untuk membantu Kabupaten Badung.

 

Baca Juga:  Baru Difungsikan Tiga Tahun, Jembatan Penghubung Dua Banjar Putus

Dalam konsolidasi serta serap aspirasi tersebut, Giri Prasta menekankan pentingnya komunikasi dengan Sudirta selaku anggota DPR Ri dan duduk di Badan Anggaran DPR sebagai jembatan aspirasi antara rakyat Badung dan Bali pada umumnya dengan pemerintah pusat.

 

Selain itu, Giri Prasta juga berharap, Sudirta bisa menjadi  penghubung untuk mendapatkan peluang-peluang bantuan yang tersedia di pusat, guna pembangunan Badung dan kesejahteraan rakyatnya. 

 

Sudirta memaparkan referensi bagaimana tokoh penting seperti Lee Kuan Yiew memerintah dan mengatur Singapura untuk membangun ekonomi dan  ketaatan rakyatnya pada hukum. 

 

‘’Lee Kuan Yew, membentuk disiplin kuat rakyat Singapura  melalui regulasi dan perangkat hukum dengan implementasi dan sanksi hukum yang tegas,’’ katanya. 

 

Sebab, menurut referensi, imbauan-imbauan tanpa sanksi hanya ditaati oleh sekitar 30 persen warga. Sementara 70 persen warga lainnya, hanya taat kalau dihadapkan pada hukum dengan sanksi yang tegas. 

 

Karenanya, dalam membangun Badung dalam pandemi Covid-19 seperti sekarang, antara ekonomi khususnya pariwisata serta perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, tidak bisa menjadi dua sektor yang harus dipilih salah satu.

 

Kelangsungan hidup masyarakat membutuhkan pembangunan keduanya, pariwisata yang menjadi sumber utama kehidupan rakyat Badung dan Bali, tapi kesehatan juga tidak boleh diabaikan.

 

Keduanya harus dibangun bersama dengan strategi yang tepat. Sudirta menyarankan, pariwisata dibuka untuk menghidupkan perekonomian.

Baca Juga:  Sudirta Bergotong Royong ’Blusukan’’ Sambangi Warga Cacat dan Miskin

 

Tetapi, untuk menekan penularan Covid-19, protokol kesehatan harus diterapkan ketat, diatur dengan Perda, disertai sanksi mulai sanksi ringan seperti teguran, penutupan tempat usaha  sampai kerja sosial bagi pelaku yang melanggar. Sanksi pidana adalah alternatif  terakhir. Ujar Sudirta, Korea, Jepang dan Cina berhasil menanggulangi Covid dan mempertahankan pertumbuhan ekonominya dengan pola ini.

 

‘’Badung yang handalan utamanya pariwisata, bisa mengatur dua sektor ini dengan Perda, dan bisa meniru bagaimana Lee Kuan Yew membangun Singapura. Saya yakin, masyarakat akan tertib, taat hukum dan menjadi disiplin,’’ katanya. 

 

Sementara merespon paparan pria yang juga dikenal sebagai pengacara Ahok dan pengacara Presiden Jokowi ini, Giri Prasta menyambut penuh semangat khususnya terhadap paparan Sudirta tentang Badiklat PDI Perjuangan untuk menyiapkan kader-kader partai yang handal.

 

Bahkan, Giri Prasta langsung menunjuk dan menugaskan Made Rai Wirata,SH seorang kader muda PDI Perjuangan dari Desa Gulingan, untuk membentuk Badan Pendidikan dan Pelatihan Cabang Badung.

 

Dan atas penunjukan itu, Rai Wirata yang hadir dalam pertemuan itu langsungmenyatakan kesiapannya dan menjanjikan dalam seminggu calon personalia Badiklatcab Badung sudah tersusun. 

 

Di akhir pertemuan, Sudirta menyerahkan 1000 masker untuk Badung sebagai simbol moral, bahwa protokol kesehatan sangat penting untuk menanggulangi penularan Covid-19.



MANGUPURA-Akibat wabah pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir 6 bulan membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung terpuruk.

 

Buruknya PAD selama pagebluk Corona secara otomatis mengganggu kondisi APBD Badung.

 

Pendapatan Badung yang mayoritas bertumpu pada sektor pariwisata mengalami penurunan sangat serius.

 

Selain penurunan wisatawan yang sangat drastis, tutupnya hotel, restoran, dan tempat wisata juga berdampak terhadap kelangsungan ekonomi di Badung.

 

Belum lagi akibat “matinya” aktivitas pariwisata selama pandemi Covid-19 juga membuat ribuan karyawan yang bergerak di bidang pariwisata dirumahkan.

 

Ujung-ujungnya, kondisi ini juga berdampak buruk bagi pendapatan pajak dari sektor pariwisata.

 

Nah, menyikapi kondisi ini Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung Nyoman Giri Prasta, Rabu (5/8) kemarin menggelar konsolidasi internal di Sekretariat DPC PDIP Badung.

 

Hadir dalam rapat, selain Sekretaris DPC PDIP Badung dan juga Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Bendahara DPC PDIP Badung Nyoman Dirga Yusa, para fungsionaris DPC, PAC, anggota DPRD Badung Fraksi PDI Perjuangan. Rapat konsolidasi juga dihadiri Anggota Komisi III DPR RI yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI asal Bali I Wayan Sudirta

 

Menariknya, Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Bupati Badung ini mengharap kehadiran Sudirta selaku wakil Bali di Senayan bisa memberikan perhatian untuk membantu Kabupaten Badung.

 

Baca Juga:  Setelah Ramai Dikeluhkan, Polisi Tertibkan Calo Rapid Tes di Gilimanuk

Dalam konsolidasi serta serap aspirasi tersebut, Giri Prasta menekankan pentingnya komunikasi dengan Sudirta selaku anggota DPR Ri dan duduk di Badan Anggaran DPR sebagai jembatan aspirasi antara rakyat Badung dan Bali pada umumnya dengan pemerintah pusat.

 

Selain itu, Giri Prasta juga berharap, Sudirta bisa menjadi  penghubung untuk mendapatkan peluang-peluang bantuan yang tersedia di pusat, guna pembangunan Badung dan kesejahteraan rakyatnya. 

 

Sudirta memaparkan referensi bagaimana tokoh penting seperti Lee Kuan Yiew memerintah dan mengatur Singapura untuk membangun ekonomi dan  ketaatan rakyatnya pada hukum. 

 

‘’Lee Kuan Yew, membentuk disiplin kuat rakyat Singapura  melalui regulasi dan perangkat hukum dengan implementasi dan sanksi hukum yang tegas,’’ katanya. 

 

Sebab, menurut referensi, imbauan-imbauan tanpa sanksi hanya ditaati oleh sekitar 30 persen warga. Sementara 70 persen warga lainnya, hanya taat kalau dihadapkan pada hukum dengan sanksi yang tegas. 

 

Karenanya, dalam membangun Badung dalam pandemi Covid-19 seperti sekarang, antara ekonomi khususnya pariwisata serta perlindungan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, tidak bisa menjadi dua sektor yang harus dipilih salah satu.

 

Kelangsungan hidup masyarakat membutuhkan pembangunan keduanya, pariwisata yang menjadi sumber utama kehidupan rakyat Badung dan Bali, tapi kesehatan juga tidak boleh diabaikan.

 

Keduanya harus dibangun bersama dengan strategi yang tepat. Sudirta menyarankan, pariwisata dibuka untuk menghidupkan perekonomian.

Baca Juga:  Ini Kata Korban Selamat Tragedi Tambang Batu Pilah Longsor, Ngeri…

 

Tetapi, untuk menekan penularan Covid-19, protokol kesehatan harus diterapkan ketat, diatur dengan Perda, disertai sanksi mulai sanksi ringan seperti teguran, penutupan tempat usaha  sampai kerja sosial bagi pelaku yang melanggar. Sanksi pidana adalah alternatif  terakhir. Ujar Sudirta, Korea, Jepang dan Cina berhasil menanggulangi Covid dan mempertahankan pertumbuhan ekonominya dengan pola ini.

 

‘’Badung yang handalan utamanya pariwisata, bisa mengatur dua sektor ini dengan Perda, dan bisa meniru bagaimana Lee Kuan Yew membangun Singapura. Saya yakin, masyarakat akan tertib, taat hukum dan menjadi disiplin,’’ katanya. 

 

Sementara merespon paparan pria yang juga dikenal sebagai pengacara Ahok dan pengacara Presiden Jokowi ini, Giri Prasta menyambut penuh semangat khususnya terhadap paparan Sudirta tentang Badiklat PDI Perjuangan untuk menyiapkan kader-kader partai yang handal.

 

Bahkan, Giri Prasta langsung menunjuk dan menugaskan Made Rai Wirata,SH seorang kader muda PDI Perjuangan dari Desa Gulingan, untuk membentuk Badan Pendidikan dan Pelatihan Cabang Badung.

 

Dan atas penunjukan itu, Rai Wirata yang hadir dalam pertemuan itu langsungmenyatakan kesiapannya dan menjanjikan dalam seminggu calon personalia Badiklatcab Badung sudah tersusun. 

 

Di akhir pertemuan, Sudirta menyerahkan 1000 masker untuk Badung sebagai simbol moral, bahwa protokol kesehatan sangat penting untuk menanggulangi penularan Covid-19.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/